home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anak Balita Anda Susah Makan? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak Balita Anda Susah Makan? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Nafsu makan anak balita memang sulit ditebak. Ada kalanya ia bisa sangat lahap menyantap makanan, tapi di lain waktu ia mungkin menolak makanan yang Anda berikan. Kondisi ini sering membuat orangtua cemas dengan kebutuhan gizi dan nutrisi si kecil, apakah masih terpenuhi atau tidak. Jadi, mengapa nafsu makan balita sulit dikendalikan bahkan sampai mengalami susah makan? Berikut penjelasan dan cara mengatasi anak balita susah makan.

Penyebab balita susah makan

Anak yang susah makan memang membuat orangtua cemas karena khawatir nutrisinya tidak terpenuhi. Nafsu makan balita yang susah ditebak inilah yang sering membuatnya susah makan.

Akibatnya, anak kerap menolak berbagai macam jenis makanan yang Anda tawarkan. Berikut beberapa penyebab balita tidak mau makan.

Kebiasaan makan yang sulit diprediksi

Mengutip dari Family Doctor, kebiasaan makan anak balita bisa menjadi penyebab ia susah makan. Terkadang, ada masa di mana anak ingin makan satu menu makanan yang sama dalam satu minggu. Kemudian di minggu berikutnya anak tidak ingin menyentuh makanan yang disukainya di minggu kemarin.

Selain itu, kebiasaan makan tidak sehat lainnya yang bisa memicu anak balita susah makan adalah ngemil di jeda waktu makan.

Dilansir dalam laman About Kids Health, kebiasaan tersebut membuat anak menolak untuk makan di saat waktu yang sudah dijadwalkan.

Berikut beberapa kebiasaan lain yang menyebabkan anak balita susah makan:

  • Anak terlalu banyak minum jus dan minuman manis lainnya
  • Balita kurang gerak sehingga membuat energinya tidak terbakar yang membuatnya kurang merasa lapar

Meski sering mengganggu dan membuat cemas, kebiasaan makan ini tidak perlu dikhawatirkan karena sering dialami oleh setiap anak.

Namun bila berlangsung terlalu lama, segera konsultasikan ke dokter agar asupan nutrisi si kecil tidak terganggu.

Sensitif atau alergi terhadap makanan tertentu

Terkadang ada kondisi yang membuat anak menjadi sensitif terhadap makanan tertentu, seperti celiac. Ini adalah reaksi terhadap protein dan gluten terhadap tubuh dan membuat anak tidak nyaman bahkan sampai merasa sakit saat makan makanan tertentu.

Picky eater atau memilih makanan

Balita pada umumnya suka pilih-pilih makanan atau picky eater. Kondisi ini terbilang normal pada sebagian balita. Ketika menghadapi kondisi ini, berikan si kecil pilihan makanan bernutrisi yang beragam dan biarkan ia memilih makanan mana yang mau makan.

Mungkin Anda ingin memberikan camilan kesukaan si kecil di antara makanan baru lainnya. Namun, biarkan balita asyik dengan camilannya dan hindari memaksa si kecil untuk makan makanan tertentu. Ini bisa membuat anak trauma dan menimbulkan masalah baru.

Anak mengalami beberapa masalah kesehatan

Orang dewasa sering mengeluhkan tidak nafsu makan ketika tubuhnya sedang tidak sehat, begitu juga anak-anak. Beberapa masalah yang membuat anak balita susah makan adalah masalah kesehatan, seperti:

  • Radang tenggorokan
  • Ruam kulit
  • Demam
  • Sariawan
  • Sembelit
  • kekurangan zat besi
  • Infeksi saluran kemih
  • Anemia
  • Flu
  • Sakit perut

Bila kondisi ini berlangsung lebih dari satu minggu dan tidak kunjung membaik, segera kunjungi dokter untuk konsultasi.

Cara mengatasi anak balita susah makan

Ketika kondisi ini dibiarkan terus menerus, hal ini tentu bisa mengganggu tumbuh kembang si kecil dan membuat orangtua cemas.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai langkah awal mengatasi anak balita susah makan. Berikut di antaranya:

Membuat jadwal makan yang tepat

Menentukan jam makan sangat penting untuk anak balita. Hal ini dilakukan agar ia mengerti konsep lapar dan haus sehingga nutrisi dan gizi si kecil tetap terpenuhi.

Bila jadwal yang sudah dibuat keteteran, berikut tips yang bisa dicoba untuk mengembalikannya dikutip Family Doctor:

Memberi tahu anak waktu jam makan

Sekitar 5 – 10 menit sebelum jam makan, beritahu si kecil bahwa sebentar lagi sudah masuk waktu makan. Anak-anak mungkin akan kelelahan setelah beraktivitas, akibatnya mereka akan malas makan dan lebih memilih untuk istirahat.

Membuat pemberitahuan menjelang waktu makan memberikan anak waktu untuk menenangkan diri sebelum makan dan bersiap-siap.

Mengenalkan anak dengan rutinitas sehari-hari

Usia dua tahun ke atas, anak sudah mengerti tentang rutinitas sehari-hari. Jam berapa dia bangun, makan, tidur, dan bermain. Anak akan merasa lebih nyaman dengan rutinitas dan jadwal yang bisa ia prediksi, jadi tentukan waktu makan yang teratur.

Menjadikan makan waktu yang menyenangkan

Ciptakan suasana menyenangkan ketika sedang makan. Kalau suasana makan menyenangkan dan nyaman, anak Anda akan menantikan waktu makan bersama keluarga. Hindari amarah ketika sedang makan yang bisa memicu trauma pada anak.

Atur ekspektasi Anda

Hindari menyimpan harapan terlalu besar untuk anak mematuhi semua ‘aturan’ yang sudah dibuat. Hindari memaksa si kecil yang masih berumur 3 tahun untuk menggunakan alat makan yang benar.

Bagi sebagian anak, beberapa makanan mungkin lebih mudah dilahap langsung dengan tangan dibanding makan dengan sendok, jadi biarkan ia melakukannya.

Memberi camilan sehat

Setiap harinya, anak Anda harus memenuhi pola makan 3 kali sehari dan makan selingan sebanyak 2 kali. Balita usia 2-5 tahun biasanya tidak makan cukup di satu waktu untuk tetap merasa kenyang sampai waktu makan berikutnya.

Berikan si kecil camilan sehat di antara jam makannya, seperti keju, yoghurt, potongan buah, irisan daging, atau biskuit gandum yang dilapisi selai kacang. Cara ini dilakukan untuk mengatasi balita susah makan.

Namun perlu diingat untuk membatasi porsinya agar tidak terlalu banyak. Selain itu, hindari memberikan camilan sesaat sebelum waktu makan tiba.

Pasalnya, hal ini bisa membuat anak merasa kenyang duluan. Keadaan perut kosong adalah saat yang tepat untuk memberi makan si kecil.

Bagaimana bila anak melewati satu waktu makan? Anda bisa memberikan camilan sehat beberapa jam setelahnya.

Penggunaan cara ini, membuat Anda bisa memastikan si kecil tidak kelaparan terlalu lama atau memiliki masalah pola makan.

Fleksibel dengan menu makanan

Memberikan menu makanan pada anak balita memang tidak mudah sehingga Anda perlu fleksibel dalam proses memasak.

Jika balita Anda susah makan sayur, sesekali Anda mungkin bisa menghancurkan sayur dan mencampurkannya menjadi bistik sapi dengan citarasa manis yang sering disukai anak-anak.

Kalau anak Anda sedang tidak ingin makan nasi, berikan karbohidrat lain seperti membuat mie tek-tek atau spagheti carbonara yang rasanya gurih.

Untuk memudahkan, Anda bisa membuat daftar makanan yang si kecil sukai dengan menanyakan langsung padanya.

Libatkan anak dalam proses pemilihan menu dan bahan masakan agar si kecil memiliki perasaan senang dengan makanannya.

Memasak bersama anak

Jangan bayangkan proses memasak yang akan berantakan, tapi manfaat di baliknya. Kids Health menjelaskan, ada beberapa manfaat dari memasak bersama anak selain membuatnya tidak susah makan, yaitu:

Membangun keterampilan dasar anak

Proses memasak berkutat dengan takaran saji makanan tertentu, misalnya, beras, telur, dan tepung. Aktivitas ini bisa membuat anak belajar menghitung jumlah sederhana.

Ketika Anda membaca resep masakan bersama si kecil juga menjadi cara mengenalkan kata baru padanya. Ini juga bisa melatih keterampilan pendengaran anak, selain membuatnya tidak susah makan.

Anak mencoba hal baru

Di usia 2-5 tahun, anak balita sedang senang mencoba hal baru. Ketika Anda membawanya ke dapur, ia akan belajar untuk membuka diri pada hal baru. Ia akan melihat proses memasak dan menu makanan yang sebelumnya belum pernah diicip.

Memasak bersama bisa mendorong anak untuk mencicip makanan baru yang sedang Anda buat. Tentu, ini bisa mengurangi anak menolak makan atau bahkan sampai susah makan.

Meningkatkan percaya diri

Ketika si kecil mengambil bahan sesuai keinginannya, itu adalah salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Libatkan anak dalam pembuatan makanan sehingga ia merasa dibutuhkan dan penting dalam peran memasak.

Membuat tampilan menu lebih seru

Berikan makanan sehat dan lezat dengan tampilan yang menggugah selera makan balita meski Anda butuh usaha lebih untuk mencari resepnya. Namun tetap perhatikan porsi makan anak sesuai dengan usianya.

Anak berusia 2 tahun seharusnya menerima masing-masing 2 sendok makan sayur, nasi, dan daging. Jika si kecil masih lapar, Anda dapat menambahkan porsinya.

Selain itu, hindari memaksa anak untuk menghabiskan seluruh makanannya agar tidak terjadi trauma. Saat mereka sudah merasa kenyang, perbolehkan si kecil untuk menghentikan makan.

Tidak memberikan makanan sebagai hadiah atau hukuman

Sebaiknya hindari membuat makan sebagai hadiah atau hukuman. Kalau anak Anda tidak mau makan, terima penolakannya.

Meski khawatir, jangan tunjukkan bahwa Anda kesal dengan penolakannya. Bila anak balita hanya sekadar mencari perhatian, kemarahan malah sesuai dengan keinginannya. Perilaku ini akan menjadi kebiasaan di kemudian hari.

Kapan saya harus ke dokter untuk mengatasi anak balita susah makan?

cara mengatasi anak takut ke dokter

Anda perlu khawatir bila kondisi balita susah makan ini sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan memengaruhi berat badannya.

Bila ingin berkonsultasi dengan dokter, ada beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan, misalnya:

  • Seberapa banyak makanan yang perlu disantap oleh anak di usianya dalam satu hari?
  • Apakah ada makanan yang bisa dicoba pada anak setiap hari?
  • Perlukah pemberian suplemen makanan, seperti protein tinggi, untuk menambah nutrisi anak?
  • Perlukah pemberian susu formula tinggi kalori untuk menaikkan berat badan anak?
  • Apakah picky eater bisa hilang dari kebiasaan makan anak?
  • Haruskah khawatir kalau anak tidak mau makan selama beberapa hari berturut-turut?

Pertanyaan di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi anak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

AboutKidsHealth. (2020). Retrieved 4 March 2020, from https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=637&language=English

staff, f. (1994). When Your Toddler Doesn’t Want to Eat – familydoctor.org. Retrieved 4 March 2020, from https://familydoctor.org/when-your-toddler-doesnt-want-to-eat/

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). End the Picky Eating Struggle. Retrieved 4 March 2020, from https://www.webmd.com/parenting/guide/picky-eater-kids#1

Appetite Stimulant: Types, Methods, in Adults, in Toddlers, and More. (2020). Retrieved 4 March 2020, from https://www.healthline.com/health/appetite-stimulant#causes

Cooking With Preschoolers (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 4 March 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/cooking-preschool.html


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 07/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x