Pola Asuh Pengabaian, saat Orangtua Acuh pada Anak

    Pola Asuh Pengabaian, saat Orangtua Acuh pada Anak

    Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar istilah pola asuh pengabaian? Setiap orang mungkin akan memiliki jawabannya masing-masing.

    Namun, pola asuh pengabaian erat kaitannya dengan sikap orangtua yang abai, lalai, dan membuat anak merasa tidak dicintai. Benarkah demikian?

    Agar lebih jelas, simak ulasan selengkapnya terkait pola asuh pengabaian atau uninvolved parenting berikut.

    Apa itu pola asuh pengabaian?

    Pola asuh adalah cara orangtua membesarkan anak dengan memenuhi kebutuhannya, memberi perlindungan, mendidik anak, serta memengaruhi tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.

    Akan tetapi, pola asuh pengabaian justru memiliki makna yang sebaliknya.

    Pola asuh pengabaian atau uninvolved parenting adalah gaya pengasuhan yang ditandai dengan tidak adanya batasan atau aturan untuk anak, bahkan orangtua memiliki kesan mengabaikan anaknya.

    Maka tidak heran, jika gaya pengasuhan yang satu ini kerap disebut dengan pola asuh abai.

    Mengutip situs Kemenkes, Psikolog Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi menjelaskan bahwa uninvolved parenting akan membuat hubungan antara orangtua dan anak kurang hangat.

    Selain itu, orangtua tidak banyak terlibat atau pasif terhadap kehidupan anak dan orangtua cenderung menjaga jarak dengan anak.

    Meski begitu, orangtua tetap akan memperhatikan dan menyediakan kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pendidikan, rumah, dan lain-lain.

    Sebenarnya, pola asuh anak dapat diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.

    Dalam hal ini, orangtua harus mampu mengenali situasi yang tepat untuk menentukan pengasuhan yang terbaik bagi anak-anaknya.

    Ciri-ciri pola asuh pengabaian

    melerai anak bertengkar di rumah karena bosan

    Pola asuh uninvolved ditandai dengan rendahnya keterlibatan serta respons orangtua terhadap anak. Orangtua cenderung mengabaikan atau membiarkan anak berkembang dengan sendiri.

    Adapun ciri-ciri lain dari pola asuh pengabaian yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.

    1. Orangtua sibuk dengan urusannya sendiri

    Ketika orangtua terlalu sibuk menangani masalah dalam kehidupannya sendiri, seperti pekerjaan, sosial, dan emosional, maka tanpa disadari mereka akan menggunakan pola asuh pengabaian.

    Hal itu dikarenakan orangtua hanya fokus menangani masalah yang tengah dihadapinya, sehingga mereka mungkin kurang tertarik pada kehidupan anak-anaknya.

    2. Pengawasan yang tidak tepat

    Orangtua mungkin terlalu lunak terhadap anak dan mungkin tidak tahu apa yang anak-anak lakukan.

    Sementara itu, bisa jadi orangtua menjadi terlalu ketat, sehingga mereka dapat membatasi keterlibatan sosial anaknya (overprotective).

    3. Tidak ada ikatan emosional

    Orangtua mungkin tidak merasa terikat secara emosional atau mengabaikan perkembangan emosional anak-anaknya karena hanya memenuhi kebutuhan dasar mereka.

    Mirisnya, penerapan pola asuh abai mungkin membuat orangtua tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam kehidupan anak mereka, apa yang dilakukan di sekolah, berapa banyak teman yang dimiliki, dan berbagai aspek emosional lainnya.

    4. Rendahnya harapan terhadap anak

    Orangtua kurang memperdulikan pertumbuhan dan perkembangan anak. Bahkan mungkin saja, orangtua tidak memiliki harapan terkait dengan prestasi anak mereka di berbagai bidang.

    5. Kurang kasih sayang

    Orangtua dengan pola asuh abai jarang melakukan komunikasi dengan anak, pasif, dan masa bodoh dengan kehidupan anak. Mereka cenderung menampilkan sikap kaku dan acuh tak acuh terhadap anak.

    Tak jarang, orangtua menampilkan sikap dominasi atau terjadi konflik dengan anak. Tentunya, kondisi ini membuat anak merasa tidak diperhatikan, dicintai, dan disayangi.

    6. Kurangnya kedisiplinan

    Orangtua dengan pola asuh abai biasanya akan memberikan sedikit aturan atau batasan terhadap anaknya. Pasalnya, mereka bersikap acuh dan tidak peduli terhadap pengasuhan anak.

    Hal tersebut membuat orangtua tidak memperhatikan perilaku anak secara baik. Selain itu, mereka tidak mengetahui cara mendisiplinkan anak yang baik ketika mereka berperilaku buruk.

    Dampak pola asuh pengabaian yang harus Anda ketahui

    pola asuh otoriter

    Pada dasarnya, uninvolved parenting tak sepenuhnya buruk.

    Memang benar bahwa anak-anak dengan orangtua yang tidak terlibat cenderung akan belajar mandiri dan memiliki inisiatif untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka sejak dini.

    Namun, kelemahan dari gaya pengasuhan ini lebih besar daripada manfaatnya. Sebab, anak-anak membutuhkan cinta, perhatian, dan dukungan dari orangtua untuk berkembang.

    Maka dari itu, banyak orang yang menilai bila pola asuh abai ini dapat berdampak negatif pada anak, di antaranya sebagai berikut.

    1. Kehilangan sosok panutan

    Dengan pola asuh pengabaian, anak-anak cenderung tidak memiliki hubungan yang dekat dengan orangtua.

    Hal itu sering kali membuat anak-anak kehilangan sosok panutan (role model) dan mendorongnya untuk mencari model peran pengganti.

    Ini adalah cara yang baik jika mereka menemukan panutan yang dapat memberikan kehangatan, respons, dan batasan.

    Namun, banyak anak yang justru kehilangan arah, sehingga memilih role model yang menjerumuskannya pada hal negatif.

    2. Bersikap impulsif dan agresif

    Anak-anak dari orangtua dengan pola asuh uninvolved mungkin juga lebih impulsif dan agresif.

    Tak jarang, mereka menyebabkan masalah perilaku di rumah dan sekolah serta kesulitan mempertahankan hubungan dengan teman sebaya.

    Seperti anak-anak yang berasal dari keluarga dengan pola asuh permisif, kurangnya aturan dan batasan dapat menyebabkan perilaku nakal. memberontak, dan mengabaikan otoritas.

    3. Prestasi akademik yang buruk

    Keterlibatan orangtua di sekolah memainkan peran penting dalam prestasi akademik anak.

    Oleh karena itu, orangtua yang lalai mungkin akan menempatkan anak-anaknya pada kondisi prestasi akademik yang buruk.

    Pasalnya, orangtua dianggap gagal mengajari mereka keterampilan yang dibutuhkan untuk unggul di sekolah, seperti manajemen waktu, organisasi, dan prioritas.

    4. Memicu perilaku menyimpang

    Anak yang kurang mendapat perhatian orangtua memiliki kemungkinan untuk melakukan perilaku menyimpang dan membuat keputusan yang kurang tepat.

    Dalam beberapa kasus, mereka mungkin terjerumus ke penyalahgunaan narkoba dan kecanduan alkohol.

    Penyalahgunaan narkoba pada usia yang lebih muda juga dapat berdampak negatif pada pengembangan otak.

    5. Mengalami gangguan mental

    Anak-anak yang mengalami pengabaian terus-menerus dari orangtuanya mungkin dapat menyebabkan berbagai gangguan mental, seperti stres.

    Hal ini dikarenakan anak-anak tidak selalu tahu bagaimana cara mengendalikan emosi.

    Mereka akan cenderung menunjukkan emosi yang ekstrem, seperti ketakutan atau kecemasan pada anak. Bahkan, beberapa anak menjadi pemalu karena merasa diabaikan oleh orangtuanya.

    Kesimpulan

    Terlepas dari alasan yang mendasarinya, Anda mungkin perlu untuk mengubah pola asuh pengabaian. Pasalnya, Anda perlu memberikan perhatian dan kasih sayang lebih untuk mendukung tumbuh kembang anak.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Rokom. (2018, July 31). Pentingnya Pola Asuh Tepat untuk Membentuk Kepribadian Anak. Sehat Negeriku. Retrieved 22 July 2022, from https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180731/2527052/pentingnya-pola-asuh-tepat-membentuk-kepribadian-anak/

    Parenting styles. (n.d.). https://www.apa.org. Retrieved 22 July 2022, from https://www.apa.org/act/resources/fact-sheets/parenting-styles

    (n.d.). UMBY Repository – UMBY repository. Retrieved 22 July 2022, from https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/2672/3/BAB%20II.pdf

    Types of parenting styles and effects on children – StatPearls – NCBI bookshelf. (2022, March 9). National Center for Biotechnology Information. Retrieved 22 July 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK568743/

    The influence of parenting style on academic achievement and career path. (n.d.). PubMed Central (PMC). Retrieved 22 July 2022, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4927255/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui Aug 04
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto