home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Hal yang Perlu Anda Lakukan Saat Menjadi Orang Tua Tiri

9 Hal yang Perlu Anda Lakukan Saat Menjadi Orang Tua Tiri

Menjadi orang tua tiri tentu merupakan tantangan tersendiri. Pasalnya, ibu atau ayah tiri selalu dicitrakan sebagai sosok yang menyeramkan di sejumlah dongeng anak-anak. Lalu, bagaimana agar sukses menjadi orang tua tiri? Tips-tips berikut ini semoga bisa membantu.

Beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebagai orang tua tiri

membesarkan anak berkebutuhan khusus

Pada dasarnya, tidak ada rumus yang mudah untuk menciptakan sebuah keluarga sempurna. Ini karena setiap keluarga memiliki dinamikanya tersendiri. Namun, Anda bisa mencoba hal-hal berikut.

1. Mulailah pelan-pelan

Menurut Dr. Sherrie Campbell seorang psikolog dalam bukunya But It’s Your Family: Cutting Ties with Toxic Family Members, saat pertama kali memasuki keluarga baru, ibu atau ayah tiri akan dianggap sebagai pihak luar.

Oleh karena itu, adalah hal wajar jika Anda merasa terasing dan belum bisa terkoneksi dengan anak-anak tiri Anda. Dibutuhkan waktu yang cukup untuk saling menyesuaikan diri dengan suasana baru tersebut.

Setiap keluarga mungkin akan mengalami waktu adaptasi yang berbeda-beda. Ada yang cepat ada pula yang lambat. Jalanilah proses tersebut dengan sabar.

2. Pahamilah jika anak tiri belum menerima Anda

Anak-anak yang berduka karena kehilangan orang tua yang meninggal atau karena perceraian memerlukan waktu untuk kembali pulih sebelum mereka dapat menerima Anda dalam kehidupannya.

Bagi mereka yang orang tua kandungnya masih hidup, pernikahan baru bisa berarti akhir dari harapan bahwa orang tua mereka akan bersatu kembali.

Dari perspektif anak-anak, kenyataan bahwa ayah atau ibunya menikah lagi dapat membuat mereka marah, sakit hati, dan bingung.

Pada awalnya, orang tua tiri mungkin akan dianggap sebagai sosok pengganggu. Bersabarlah akan hal itu dan teruslah tunjukkan kasih sayang dengan tulus.

Perlahan tapi pasti, anak-anak akan menyadari bahwa kehadiran Anda dapat membawa kebahagiaan untuk mereka.

3. Anda tidak harus sama dengan orang tua kandung

Banyak orang yang keliru dalam hal ini ini. Anak tiri Anda mungkin akan selalu membanding-bandingkan antara Anda dengan orang tua kandung.

Akibatnya, Anda dituntut untuk berbuat hal yang sama dengan yang dilakukan orang tuanya dulu.

Padahal sebenarnya, Anda boleh-boleh saja menerapkan cara mengasuh anak tiri yang berbeda dan hal itu bukanlah masalah. Jadilah diri sendiri dan tidak perlu menggantikan posisi orang tua kandung.

Pahamilah bahwa orang tua kandung memiliki tempat tersendiri di hati anak dan Anda bisa mengisi tempat yang berbeda.

4. Hindari “menyogok” anak

Tips untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak pada Usia 1 - 3 Tahun

Meskipun Anda sangat ingin menarik hati anak tiri Anda, tetapi hindari melakukannya dengan serampangan.

Ambil contoh, misalnya dengan memberikan hadiah atau mentraktir padahal mereka tidak mendapatkan nilai bagus atau tidak berperilaku baik.

Ini hanya akan membuat Anda seolah sedang menyogok demi mendapatkan cinta. Sebagai orang tua tiri, sebaiknya Anda tetap menjalankan aturan yang benar.

Ingatlah bahwa yang dibutuhkan anak adalah cinta kasih yang tulus bukan sogokan.

5. Buat tradisi keluarga baru

Cari kegiatan khusus yang dapat dilakukan dengan anak tiri Anda, tetapi pastikan untuk mendapatkan umpan balik dari mereka. Anak-anak itu cerdas dan cepat mengetahui jika Anda mencoba memaksakan hubungan.

Beberapa kegiatan keluarga yang bisa Anda coba seperti bermain monopoli atau permainan lain, bersepeda bersama-sama, memasak, membuat kerajinan, atau karaoke.

Intinya, buatlah kebiasaan yang menarik agar anak sadar bahwa bersama orang tua tiri juga menyenangkan.

6. Menghormati semua orang tua

Ketika mantan istri atau suami pasangan Anda sudah meninggal, penting untuk peka dan menghormati orang tersebut.

Pahamilah kesedihan anak atas kepergian orang tuanya. Tunjukkan bahwa Anda juga turut berduka dan ajak ia untuk berdoa bersama.

Jika pasangan sudah bercerai dan pengurusan anak dilakukan secara berbagi dengan mantan istri atau suami, cobalah tetap sopan dan penuh kasih dalam interaksi satu sama lain.

Sebisa mungkin Anda tidak mengatakan hal-hal negatif tentang orang tua kandung anak di hadapannya. Tidak ada anak yang suka mendengar orang tuanya dikritik, bahkan jika ia mengeluh tentangnya.

7. Jagalah hubungan dengan pasangan dan mantan

Dalam beberapa kasus, setiap anggota keluarga baru dapat berinteraksi tanpa masalah, tetapi di saat lain Anda mungkin menghadapi kesulitan.

Selain berkonflik dengan anak, bisa jadi Anda juga menghadapi konflik dengan pasangan atau dengan mantan istri atau suaminya.

Oleh karena itu, komunikasi antara Anda dan pasangan sangat penting. Tujuannya agar tetap kompak dalam membuat keputusan bersama-sama.

Terutama dalam hal pengasuhan anak dan menentukan pola asuh yang tepat.

8. Temukan kebaikan dari menjadi orang tua tiri

Meskipun citra ayah atau ibu tiri di mata masyarakat masih dianggap miring, tetapi sebenarnya peran tersebut dapat mendatangkan kebaikan tersendiri.

Jika belum pernah memiliki anak, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berbagi hidup dengan seorang anak dan membantu membentuk karakternya.

Di sisi lain, jika sudah memiliki anak, Anda dapat memberi kesempatan kepada si kecil untuk membangun hubungan istimewa dengan anak Anda dalam ikatan persaudaraan.

Yakinlah bahwa akan selalu ada sisi baik pada peran baru Anda sebagai orang tua tiri. Anda pasti bisa menemukannya jika tidak berfokus pada hal-hal yang buruk.

9. Anda bisa menjadi satu dari sekian banyak orang tua tiri yang sukses

Lantaran sering dicitrakan negatif, menjadi ibu atau ayah tiri mungkin sangat menakutkan. Padahal perlu Anda sadari bahwa segala keburukan dari keluarga tiri sebenarnya hanya ada di cerita dongeng.

Pada kenyataannya, sebuah survei dari Pew Research Center membuktikan bahwa 70 persen orang merasa bahagia dengan ayah, ibu dan saudara tiri mereka.

Oleh karena itu Anda tidak perlu khawatir saat memutuskan menjadi orang tua tiri, ya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Becoming a Stepparent (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2019). Retrieved 20 May 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/stepparent.html#

Dr. Sherrie, C. (2019). But It’s Your Family. (p. 223). Morgan James Publishing.

A Portrait of Stepfamilies. (2021). Retrieved 20 May 2021, from https://www.pewresearch.org/social-trends/2011/01/13/a-portrait-of-stepfamilies/

Foto Penulis
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani pada 2 minggu lalu
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x