backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Waspadai Bahaya Water Beads untuk Anak, Orangtua Harus Tahu!

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 15/12/2022

Waspadai Bahaya Water Beads untuk Anak, Orangtua Harus Tahu!

Saat ini, water beads sedang menjadi mainan yang sangat populer di kalangan anak-anak. Namun, sebelum membiarkan anak memainkan mainan ini, sebaiknya ketahui terlebih dahulu apakah water beads aman untuk anak atau malah bisa menyebabkan bahaya tersendiri. Adakah bahaya dari water beads?

Apa itu water beads?

bahaya water beads

Water beads adalah bola-bola kecil yang umumnya digunakan sebagai mainan anak-anak.

Seperti kebanyakan mainan anak lainnya, water beads biasanya memiliki warna-warna yang cerah dan terang sehingga terlihat sangat menarik untuk anak.

Biasanya, anak menggunakan water beads yang sudah mengembang untuk membuat squishy.

Namun, ada juga yang menggunakan water beads sebagai mainan untuk merangsang perkembangan sensorik anak atau sensory play.

Benarkah water beads bahaya untuk anak?

Sebenarnya sudah sejak lama penggunaan water beads untuk mainan anak tidak lagi direkomendasikan.

Ini karena water beads berisiko menyebabkan bahaya tersendiri pada anak-anak. Berikut beberapa risiko bahaya water beads bila digunakan sebagai mainan anak.

1. Bahaya water beads saat tertelan

Warnanya yang menarik dan bentuknya yang menyerupai makanan bisa membuat anak tertarik untuk memasukan water beads ke dalam mulut.

Apabila water beads masuk ke dalam mulut dan termakan, anak bisa tersedak atau mengalami gangguan pencernaan.

Water beads dibuat dari bahan polimer yang bisa mengembang di dalam air.

Jadi, saat tertelan masuk ke dalam tubuh yang mengandung cairan, bola-bola ini bisa bertambah besar dalam beberapa jam dan menyebabkan penyumbatan saluran pencernaan atau saluran pernapasan pada anak.

Ketika terkena atau direndam dalam air, ukuran water beads bisa bertambah besar hingga 150—1500 kali lipat dari ukuran awalnya.

Jika water beads tidak bisa dicerna di dalam saluran pencernaan dan keluar dari dubur, maka prosedur operasi mungkin perlu dilakukan untuk mengeluarkannya.

Perlu Anda ketahui

Sebelum dimasukan ke dalam air, ukuran water beads kira-kira sebesar kelereng dan memiliki tekstur yang menyerupai jelly tetapi cukup keras. Setelah direndam dalam air, water beads menjadi lebih lunak, lalu mengembang dan membesar. Ini karena water beads terbuat dari polimer sehingga mampu menyerap dan menahan air dalam jumlah yang sangat banyak.

2. Bahaya water beads saat masuk ke hidung atau telinga

Ukurannya yang kecil membuat water beads lebih berisiko masuk ke dalam hidung dan telinga anak secara tidak sengaja.

Water beads juga tidak selalu bisa terdeteksi oleh sinar-X saat dilakukan foto Rontgen pada anak, sehingga terkadang sulit bagi dokter untuk mengetahui secara pasti di mana letak bola yang tertelan di dalam tubuh.

Melansir dari American Academy of Pediatrics, U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC) melaporkan adanya 2 kasus akibat water beads.

Pada kasus ini, kedua anak yang masing-masing berusia 5 tahun dan 7 tahun, memasukan water beads ke dalam telinga.

Saat dilakukan pemeriksaan, dokter tidak dapat mendeteksi adanya water beads di dalam telinga.

Posisi bola-bola tersebut baru diketahui setelah mengembang dan bertambah besar. Akibatnya, water beads harus dikeluarkan melalui operasi.

Sayangnya, gendang telinga kedua anak tersebut sudah mengalami kerusakan dan bahkan salah satunya harus kehilangan pendengaran secara permanen.

Adakah tanda jika anak kemasukan water beads?

bahaya water beads

Sebenarnya, banyak produsen atau pembuat water beads yang menyatakan dan meyakinkan bahwa produk mereka tidak beracun dan aman untuk saluran pencernaan.

Namun, menurut Children’s Wisconsin, sayangnya kasus cedera pada anak akibat water beads masih terus terjadi bahkan cenderung mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, Anda perlu mewaspadai bahaya gejala yang mungkin dialami anak bila menelan water beads.

  • Tidak mau makan.
  • Banyak mengeluarkan air liur dari mulut atau mengiler.
  • Muntah.
  • Mengi atau terdengar bunyi “ngik” saat bernapas.
  • Terasa ada yang mengganjal di tenggorokan atau dada.
  • Sakit perut.
  • Sembelit.
  • Perut terlihat membengkak atau terasa nyeri.

Usia berapa anak bisa memainkan water beads?

Sangat penting untuk memberikan mainan sesuai dengan usia anak.

Banyak pembuat water beads yang menyarankan penggunaan mainan ini untuk anak berusia 5 tahun ke atas.

Artinya, water beads hanya boleh diberikan pada anak yang sudah memasuki usia 5 tahun dan jangan berikan mainan ini kepada anak yang lebih muda dari usia tersebut.

Hal ini karena anak yang berusia di bawah 5 tahun lebih rentan ingin memasukkan apa pun ke dalam tubuhnya, termasuk mulut, hidung, dan telinga.

Secara alami, anak-anak yang masih kecil kerap merasa penasaran dan ingin menemukan sesuatu yang baru, salah satunya dengan memasukan apa pun ke dalam mulut, telinga, dan hidung.

Meski demikian, sebaiknya tetap awasi anak saat sedang bermain dengan water beads meski ia sudah berusia lebih dari 5 tahun.

Penting juga untuk selalu ingatkan anak agar tidak memasukan mainan atau benda lainnya ke dalam mulut.

Jika telah selesai dimainkan, jangan lupa untuk selalu menyimpan water beads di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 15/12/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan