Nafsu Makan Anak Menurun? Ini 9 Cara untuk Membantu Meningkatkannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Menghadapi anak yang susah makan tidak jarang membuat orangtua merasa bingung. Selain itu, orangtua juga mungkin merasa khawatir jika hal ini terjadi secara terus menerus. Jangan sampai nafsu makan yang rendah ini menyebabkan perkembangan anak 6-9 tahun terganggu. Lalu, cara apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak agar tidak susah makan? Simak ulasannya.

Berbagai penyebab nafsu makan anak menurun

anak diet rendah karbohidrat

Memasuki usia sekolah, nafsu makan anak cenderung menurun. Bahkan tak jarang, anak susah makan dan hanya ingin makan makanan tertentu.

Anda mungkin akan dibuat uring-uringan menghadapi sikap si kecil yang satu ini. Namun, sebelum menerapkan cara meningkatkan nafsu makan agar ia mau makan, ketahui dulu penyebab anak susah makan.

Berikut beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab nafsu makan anak menurun:

1. Masalah kesehatan

Salah satu alasan yang mungkin menyebabkan nafsu makan anak menurun adalah penyakit. Anak bisa saja sedang sakit sehingga tidak nafsu makan.

Umumnya, penyakit yang membuat anak kehilangan nafsu makan adalah sakit tenggorokan, diare, sakit kepala, atau demam.

Beberapa kondisi tersebut adalah masalah kesehatan yang mungkin menyebabkan anak kehilangan nafsu makan.

Meski begitu, Anda sebenarnya tidak perlu terlalu merasa khawatir. Pasalnya, setelah masalah kesehatan tersebut diatasi dengan baik, nafsu makan anak Anda mungkin akan segera meningkat.

2. Stres

Siapa bilang anak tidak bisa mengalami stres? Layaknya orang dewasa, saat anak stres, nafsu makan anak pun hilang.

Sayangnya, jika nafsu makan hilang, anak menjadi susah makan. Hal ini bisa menghambat proses tumbuh kembangnya.

Jika Anda merasa anak Anda tiba-tiba malas makan atau susah tidur di malam hari, bisa saja anak Anda mengalami stres.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab anak merasa stres, diantaranya:

  • Masalah akademik di sekolah.
  • Pergaulan di sekolah, misalnya bullying.
  • Masalah di dalam keluarga, seperti anggota keluarga yang meninggal.
  • Tekanan dari orangtua untuk mendapatkan nilai bagus di sekolah.

3. Depresi

Sering kali, Anda sebagai orangtua, salah mengartikan depresi yang dialami anak. Anda mungkin mengira depresi pada anak adalah rasa sedih.

Padahal, depresi dan rasa sedih adalah dua hal yang berbeda. Saat merasa sedih, anak mungkin akan kembali ceria setelah beberapa saat.

Namun, berbeda dengan depresi yang tidak mudah dihilangkan. Perasaan depresi ini tidak hanya membuat anak terlihat sedih, tetapi juga mengganggu kegiatan anak sehari-hari.

Salah satunya, anak menjadi kehilangan nafsu makan. Jika anak kehilangan semangat untuk makan atau melakukan aktivitas yang biasanya disukai anak, bisa saja anak mengalami depresi.

Bila Anda khawatir, segera periksakan kondisi kesehatan anak ke dokter. Sebelum mencari tahu cara meningkatkan nafsu makan agar anak mau makan, Anda perlu mengobati dulu depresi si kecil.

4. Anoreksia nervosa

Penyebab lain dari menurunnya nafsu makan anak adalah gangguan makan seperti anoreksia nervosa.

Terkadang, karena suatu kondisi tertentu, misalnya ingin terlihat cantik dan menarik, anak mengubah pola pikirnya mengenai kegiatan makan.

Untuk mewujudkan bentuk tubuh yang diinginkannya, anak mungkin sengaja tidak makan dalam jangka waktu yang lama.

Bahkan, saat makan, anak menjadi sangat pilih-pilih dan hanya mau makan makanan yang rendah lemak. Akan tetapi, penyebab anak mengalami anoreksia nervosa tidak hanya itu saja.

Anak juga bisa mengalami masalah ini disebabkan masalah genetik, ketidakseimbangan hormon di dalam otak, dan masalah perkembangan anak.

Apabila Anda mendapati anak menghindari makan dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berolahraga, hingga berat badannya turun drastis, anak Anda mungkin mengalami anoreksia.

5. Penggunaan obat-obatan

Ternyata, ada beberapa jenis obat yang dapat mengurangi nafsu makan pada anak. Biasanya, obat-obatan ini adalah golongan antibiotik yang harus dikonsumsi anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Maka itu, perhatikan segala jenis obat-obatan yang digunakan anak dan tanyakan kepada dokter apakah penggunaannya dapat mempengaruhi nafsu makan si kecil.

Jika obat yang diminum anak berpengaruh pada nafsu makannya, Anda berarti perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai aturan minum obat ini.

Cara ini diharapkan dapat membantu meningkatkan nafsu makan anak agar tidak susah makan.

Cara agar meningkatkan nafsu makan anak

makanan sehat untuk anak makanan bergizi untuk anak

Sebagai orangtua, Anda harus dapat memperkirakan asupan kalori anak agar tidak kurang dari kebutuhan gizi anak agar tidak kurang dari kebutuhannya.

Setiap anak membutuhkan kalori yang berbeda-beda, tergantung dengan usia, jenis kelamin, serta kondisi kesehatannya.

Jika anak tiba-tiba mengalami susah makan, sebagian besar orangtua pasti cemas. Namun, jangan keburu panik dulu, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Berikut beberapa cara agar meningkatkan nafsu makan anak:

1. Hindari terus memaksa anak

Mungkin, ketika anak tidak mau makan, Anda tidak merasa sabaran dan akhirnya memaksanya untuk makan.

Padahal, mengatasi anak susah makan dengan memaksanya menghabiskan makanan tidak membuat nafsu makan anak bertambah.

Sebaliknya, anak malah akan semakin menghindar dan malas untuk makan.

Jadi, lakukan cara lain yang lebih efektif untuk membuatnya mau makan, misalnya dengan membujuk anak pakai cara yang lembut.

2. Buat menu makanan yang bervariasi dan tampilan yang menarik

Anak bisa saja merasa bosan apalagi jika Anda selalu membuatkan menu yang sama.

Sebaiknya, buatkan menu makanan sehat untuk anak yang bervariasi, misalnya dengan membawakan bekal sekolah anak yang menarik.

Lagi pula, semakin bervariasi bahan makanan yang Anda gunakan, maka semakin bernutrisi makanan anak.

Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan sajian makanan dengan tampilan yang menarik, misalnya menghias makanan seperti kartun favoritnya.

Cara ini bisa membantu meningkatkan nafsu makan anak agar tidak susah makan.

3. Terapkan jadwal makan yang rutin setiap harinya

Terapkan jadwal makan yang rutin pada anak sejak ia kecil. Hal ini akan menolong Anda ketika anak susah makan.

Dengan begitu, ia sudah terbiasa untuk makan pada waktu yang sama dan rutin.

Membuat jadwal makan yang rutin juga akan berdampak baik untuk pola makannya ketika ia beranjak dewasa.

4. Sediakan si kecil camilan sehat nan lezat

Takut anak Anda makan terlalu sedikit? Anda bisa mengakalinya dengan memberikan si kecil berbagai camilan sehat nan lezat.

Menurut Kids Health, camilan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selain dari menu makanan utama.

Agar bisa menjamin bahwa camilan itu sehat, lebih baik Anda buat sendiri di rumah.

Sebagai contoh, berikan camilan sehat untuk anak berupa puding buah atau es yang berbahan dasar buah. Jadi, Anda tahu apa yang terkandung dalam camilan tersebut.

Selain itu, kebersihan camilan anak pun juga lebih terjamin.

5. Berikan porsi makan kecil dengan lebih sering

Jika memang anak Anda susah makan, jangan memberikannya makanan dengan porsi yang besar. Alih-alih memberi porsi makan yang besar, sebaiknya makan sedikit-sedikit saja tapi sering.

Hal ini juga bisa diterapkan jika anak merasa cepat bosan dengan makanannya. Berikan ia porsi makan yang kecil, kemudian dua hingga tiga jam berikutnya beri anak makanan dengan menu baru.

6. Jangan biarkan anak minum terlalu banyak ketika makan

Biasanya, anak suka minum terlalu banyak ketika makan. Hal ini hanya akan membuatnya cepat kembung dan akhirnya menurunkan nafsu makan anak.

Jadi, beri tahu anak Anda agar jangan minum terlalu banyak saat makan. Anda bisa membatasi air minum saat ia makan, misalnya satu gelas saja untuk satu kali makan.

Setelah selesai makan, baru berikan anak minum tambahan. Ini bisa menjadi cara meningkatkan nafsu makan anak agar mau makan.

Hindari memberikan anak minuman yang memiliki rasa manis karena dapat membuatnya semakin kembung.

7. Ajak anak untuk menyiapkan menu makanannya

Bermain sambil memasak bersama anak? Anda bisa mengajaknya untuk menyiapkan menu sarapan atau bekalnya hingga meminta anak memilih menu favoritnya.

Berikan ia tugas yang mudah, misalnya menyiapkan beberapa bahan makanan atau sekadar menghias makanan.

Biasanya, anak akan lebih tertarik untuk makan jika ia ikut serta dalam menyiapkan makanannya tersebut.

8. Pastikan makanannya penuh dengan nutrisi

Salah satu hal yang harus Anda pastikan adalah makanan yang ia konsumsi penuh dengan nutrisi. Ya, mineral dan vitamin anak dalam makanan juga bisa membuat nafsu makannya meningkat.

Beberapa contoh makanan yang mengandung zink adalah daging sapi, daging ayam, ikan, dan berbagai sayur berdaun hijau tua.

9. Konsultasi dengan dokter

Jika memang nafsu makan anak tak kunjung membaik, malah cenderung menolak semua makanan yang Anda berikan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Pasalnya, ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menurunkan nafsu makan buah hati Anda.

Dengan begitu, dokter akan memberikan solusi terbaik untuk permasalahan yang dialami anak Anda.

Menurut Riley’s Children Health, ada beberapa kondisi yang sebaiknya segera dilaporkan kepada dokter saat anak susah makan.

  • Sakit perut saat sedang makan
  • Berat badan anak turun drastis
  • Merasa tidak berenergi
  • Muntah dan nafas menjadi pendek, batuk-batuk, mengalami pembengkakan, dan ruam-ruam setelah makan

Dokter akan membantu mencari tahu penyebab dan penanganan sesuai kondisi buah hati Anda.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ada beberapa jenis ASI dengan warna, kandungan, hingga tekstur kental dan cair yang berbeda. Sudah tahukah apa perbedaan dan berapa kebutuhan ASI bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit

Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak: Ketahui Jenis, Kandungan, dan Cara Memilihnya

Nafsu makan anak sulit ditebak, kadang naik atau turun. Lalu, apa boleh anak diberi vitamin penambah nafsu makan? Seperti apa yang aman?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
perkembangan otak anak usia dini

Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
vitamin untuk anak

Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit
antibodi bayi dari sang ibu

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit