Pentingkah Bagi Orangtua Membuat Kartu Identitas Anak (KIA)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pernah dengar istilah Kartu Identitas Anak (KIA)? Semenjak tahun 2016, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mewajibkan setiap anak Indonesia yang berusia di bawah 17 tahun untuk memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Apa fungsi dan manfaat KIA ini?

Apa itu Kartu Identitas Anak (KIA)?

kartu identitas anak

Sejak dikeluarkannya kebijakan KIA lewat Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) No. 2 tahun 2016, program pembuatan dan kepemilikan kartu identitas anak sudah mulai berlaku secara nasional.

Kartu Identitas Anak (KIA) adalah bukti identitas resmi untuk anak di bawah 17 tahun yang berlaku selayaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk orang dewasa pada umumnya.

Sama juga seperti KTP, Kartu Identitas Anak (KIA) ini diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten/Kota.

KIA yang diterbitkan di masa perkembangan anak dibagi menjadi dua yaitu untuk anak usia 0-5 tahun dan anak usia 5-17 tahun.

Di masa tersebut sedang berlangsung perkembangan kognitif anak, perkembangan sosial anak, perkembangan emosi anak, dan perkembangan fisik anak.

Masa berlaku kartu untuk kedua kelompok usia ini ternyata juga berbeda. Masa berlaku KIA bagi anak usia kurang dari 5 tahun akan habis ketika usia mereka menginjak 5 tahun.

Sementara bagi anak usia di atas 5 tahun, masa berlaku KIA juga akan habis sampai anak berusia 17 tahun kurang satu hari.

Fungsi KIA untuk kedua kelompok usia ini sebenarnya sama, hanya saja isi yang terdapat di kartu memiliki sedikit perbedaan.

KIA untuk anak usia 0-5 tahun tidak menampilkan foto, tetapi KIA untuk anak usia 5-17 tahun memakai foto layaknya KTP.

Dalam KIA, informasi yang tertera meliputi nomor induk kependudukan (NIK), foto anak, nama orangtua, dan alamat rumah.

Bedanya dengan KTP, tidak terdapat chip elektronik pada KIA. Nantinya ketika anak Anda berulang tahun yang ke-17, KIA akan secara otomatis diubah menjadi KTP.

Hal ini karena induk kependudukan (NIK) yang tertera di KIA akan sama dengan NIK yang ada di KTP.

Apa manfaat dan seberapa penting KIA?

memilih sekolah untuk anak

Secara umum, KIA memiliki kegunaan yang sama dengan KTP.

Menurut Permendagri nomor 2 tahun 2016, manfaat KIA adalah sebagai berikut:

  • Melindungi pemenuhan hak anak.
  • Menjamin akses sarana umum.
  • Mencegah terjadinya perdagangan anak.
  • Menjadi bukti identifikasi diri ketika anak sewaktu-waktu mengalami peristiwa buruk.
  • Memudahkan anak mendapatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, imigrasi, perbankan, dan transportasi.

Melansir dari laman Indonesia.go.id, KIA juga dibutuhkan untuk pendaftaran sekolah, bukti identitas diri saat membuka tabungan atau menabung di bank, bukti pendaftaran BPJS, dan lainnya.

Intinya, KIA ini memiliki manfaat guna mengoptimalkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik warga negara.

Bahkan, perlindungan dan pemenuhan hak bagi warga negara dalam hal ini untuk anak-anak juga diupayakan melalui Kartu identitas anak.

KIA juga ada di negara lain

kebutuhan nutrisi anak selama masa ujian sekolah

Program pembuatan kartu identitas anak ternyata tidak hanya ada di Indonesia saja karena sudah cukup banyak negara lain yang mencanangkan program pembuatan identitas resmi anak.

Tujuannya pada dasarnya tetap sama, yaitu sebagai identitas resmi dan memudahkan anak untuk mendapatkan pelayanan publik. Ambil contohnya, Malaysia menerbitkan MyKid dan MyKad.

MyKid adalah kartu tanda pengenal untuk anak di bawah usia 12 tahun yang dilengkapi dengan chip khusus. Sementara MyKad dibuat untuk anak usia di atas 12 tahun.

Sama halnya dengan KIA, MyKid dan MyKad dapat digunakan untuk berbagai keperluan ketika akan melakukan transaksi di sekolah, rumah sakit, imigrasi, dan lain sebagainya.

Sama halnya dengan Amerika Serikat. Namun, saking maraknya kasus penculikan anak di sana, kartu identitas dibuat lebih rumit dengan melibatkan teknologi canggih.

Bahkan, kartu identitas anak di Amerika juga dilengakapi deskripsi fisik anak, termasuk peta tubuh untuk menunjukkan tanda lahir, bekas luka, atau tanda unik lainnya yang ada di tubuh anak.

Syarat membuat Kartu Identitas Anak (KIA)

kartu identitas anak
ANTARA/Agus Bebeng

Secara umum, berikut syarat-syarat pembuatan KIA warga negara indonesia (WNI) sesuai dengan usia anak yang perlu disiapkan orangtua:

KIA untuk anak yang baru lahir

Untuk bayi yang baru lahir, KIA akan diterbitkan bersamaan dengan penerbitan akte kelahiran.

KIA untuk anak usia di bawah 5 tahun

Bagi anak usia di bawah 5 tahun dan belum memiliki KIA, syarat yang perlu dipenuhi adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi akta kelahiran (tunjukan juga akta yang aslinya ke petugas)
  • Kartu keluarga (KTP) asli orangtua/wali
  • KTP asli orangtua/wali

KIA untuk anak usia di atas 5 tahun

Bagi anak di atas 5 tahun dan belum memiliki KIA, syarat-syarat yang perlu dipenuhi yakni:

  • Fotokopi akta kelahiran (tunjukan juga akta yang aslinya ke petugas)
  • KK asli orangtua/wali
  • KTP asli orangtua/wali
  • Pas foto anak berwarna ukuran 2 x 3 sebanyak 2 lembar

Tata cara membuat Kartu Identitas Anak (KIA)

perkembangan anak 11 tahun

Setelah semua persyaratan lengkap, kini saatnya Anda membuat kartu identitas anak. Namun sebelumnya, pastikan Anda mencermati dengan baik setiap panduannya di bawah ini, ya.

Secara umum, berikut langkah-langkah membuat kartu identitas anak sesuai dengan Pasal 13 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak:

  • Pemohon atau orangtua anak menyerahkan persyaratan penerbitan KIA dengan menyerahkan persyaratan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
  • Kepala Dinas kemudian menandatangani dan menerbitkan KIA.
  • KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor dinas, kecamatan, atau desa/kelurahan.
  • Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling dengan cara jemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak dan tempat layanan lainnya, agar cakupan kepemilikan KIA lebih maksimal.

Cara membuat Kartu Identitas Anak (KIA) warga asing

perkembangan psikologi remaja

Ada sedikit perbedaan persyaratan dan proses membuat kartu identitas anak warga asing (WNA).

Bagi anak warga asing yang tinggal di Indonesia, persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat KIA sesuai dengan usia anak yakni:

KIA untuk anak warga asing di bawah usia 5 tahun

Berikut syarat-syarat yang dibutuhkan dalam pembuatan KIA bagai anak orang asing usia 0-5 tahun kurang 1 hari:

  • Fotokopi paspor dan izin tinggal tetap
  • Kartu keluarga (KK) Asli orang tua/wali
  • KTP elektronik asli kedua orangtua

KIA untuk anak warga asing di atas usia 5 tahun

Berikut syarat-syarat yang dibutuhkan dalam pembuatan KIA bagai anak orang asing usia 0-5 tahun kurang 1 hari:

  • Fotokopi paspor dan izin tinggal tetap
  • Kartu keluarga (KK) Asli orang tua/wali
  • KTP elektronik asli kedua orangtua
  • Pas foto terbaru anak ukuran 2×3 sentimeter (cm) sebanyak 2 lembar dengan latar foto biru untuk tahun lahir genap dan merah untuk tahun lahir ganjil

Proses pembuatan KIA untuk anak warga asing

Setelah mengetahui persyaratan yang diperlukan, sekarang Anda bisa mulai proses pembuatan KIA sebagai berikut:

  • Apabila anak telah memiliki paspor, orangtua anak melaporkan ke Dinas dengan menyerahkan persyaratan untuk menerbitkan KIA.
  • Kepala Dinas menandatangani dan menerbitkan KIA.
  • KIA dapat diberikan kepada pemohon atau orangtuanya di kantor Dinas.

Nah, sekarang Anda sudah tahu, kan, bagaimana cara membuat KIA? Yuk, segera serahkan persyaratan ke Dukcapil untuk membuat KIA si kecil!

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Tak hanya diare, ada beberapa jenis gangguan pencernaan anak. Apa saja itu dan apa yang harus orangtua lakukan ketika anak mengalaminya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pijat bayi

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
tantrum

Apa Penyebab Anak dan Tantrum dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
kenakalan remaja

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit