Mendeteksi Apraksia pada Anak, Kondisi Anak Susah Bicara dan Penanganannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Salah satu penyebab anak susah bicara dengan lancar adalah apraksia. Anak yang lahir dengan kondisi ini, akan kesulitan menggerakan otot-otot di wajah sehingga keterampilan berbicaranya jadi terganggu. Lantas, bagaimana agar apraksia dapat dideteksi lebih dini dan cara menanganinya?

Mendeteksi anak susah bicara karena apraksia lebih dini

Apraxia atau apraksia adalah gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan untuk mengendalikan gerakan. Kondisi ini terjadi akibat adanya cedera atau kelainan pada lobus parietal di otak.

Selain sulit menggerakkan wajah, kaki, dan tangan, anak dengan kondisi ini sering kali susah berkomunikasi.

Ini bukan terjadi karena otot di sekitar mulut melemah, melainkan otak mengalami kesulitan untuk mengarahkan dan mengoordinasikan gerakan otot.

Kunci untuk mendeteksi anak susah bicara terkait apraksia adalah mengenali tanda dan gejalanya.

Beberapa tanda dan gejala apraksia yang memengaruhi kemampuan bicara anak, antara lain:

  • Saat masih kecil, anak tidak aktif mengoceh atau mengeluarkan suara teriakan, tertawa, dan lain sebagainya.
  • Anak terlambat mengucapkan kata pertamanya, yaitu dalam usia 12 hingga 18 bulan.
  • Anak kesulitan untuk membentuk kalimat sepanjang waktu. Bahkan sulit untuk membalas apa yang diucapkan orang lain.
  • Anak susah untuk mengunyah atau menelan.
  • Anak sering kali mengulang kata-kata yang diucapkannya atau sebaliknya. Tidak bisa mengulang kata yang sama untuk kedua atau ketiga kalinya, misalnya “buku” menjadi “kuku”.
  • Ketika mengucapkan satu kata, akan sangat sulit berpindah ke kata yang lain.

Jika Anda melihat adanya tanda atau gejala sulit bicara tersebut pada anak, segera konsultasi ke dokter.

Dokter dan ahli wicara akan meminta anak untuk menjalani beberapa tes kesehatan seperti, tes pendengaran, tes evaluasi berbicara, dan tes penilaian gerakan otot mulut dan ekspresi wajah.

Mengatasi kesulitan bicara pada anak karena apraksia

Anak yang susah bicara akibat apraksia harus dideteksi dan ditangani lebih cepat. Tujuannya, agar anak bisa berbicara, membaca, dan menjalin hubungan sosial yang baik dengan orang lain.

Jika tidak, kondisi tersebut bisa membuat anak jadi hipersensitif dan kesulitan mengikuti pelajaran.

Beberapa penanganan kesulitan bicara karena apraksia yang bisa diikuti anak, antara lain:

1. Terapi wicara

Anak dengan apraksia biasanya akan mengikuti terapi fisik untuk meningkatkan gerak tubuhnya.

Tak hanya itu, ia biasanya juga akan mengikuti terapi wicara. Ini dilakukan agar kemampuan anak dalam berkomunikasi menjadi lebih baik.

Pada kasus parah, terapi ini bisa dilakukan sebanyak 3 hingga 5 kali seminggu. Jika ada peningkatan, jadwal terapi akan dikurangi.

Berbagai kegiatan terapi wicara untuk membantu anak yang susah bicara terkait apraksia, antara lain:

  • Latihan untuk mengucapkan kata atau frasa tertentu berkali-kali selama sesi terapi.
  • Latihan untuk menggerakkan mulut dan mengeluarkan bunyi-bunyian, misalnya meniru suara hewan, mobil, atau benda-benda di sekitar.
  • Latihan merangkai dan mengucapkan kalimat lewat percakapan.

2. Latihan berbicara di rumah

Selain dengan terapis, orangtua berperan penting untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara.

Jadi, orangtua harus aktif untuk mendorong anak lebih banyak berbicara lewat kegiatan seperti mengobrol (tanya jawab kegiatan sehari-hari), menyanyi bersama, atau membaca buku.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Stunting pada Anak: Ketahui Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Stunting, masalah gizi pada anak yang utama di Indoensia dan harus ditangani sedini mungkin demi tumbuh kembang anak. Lantas apa tanda anak stunting?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Perkembangan Anak Usia 17 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di perkembangan usia 17 tahun, anak cenderung lebih mandiri dalam hal apa pun. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan untuk mengarahkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 18 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Usia 18 tahun merupakan fase akhir remaja. Berikut berbagai perkembangan yang umumnya dialami oleh anak usia 18 tahun yang penting diketahui orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Perkembangan Anak Usia 16 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di usia 16 tahun anak sudah berada di fase remaja akhir. Berikut berbagai perkembangan yang terjadi saat usia anak 16 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 27 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

usia bayi bisa melihat

Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Baik dan Jelas?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tinggi badan anak balita

Ibu, Ini Tinggi Badan Anak Balita Usia 1-5 Tahun yang Ideal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 18 November 2020 . Waktu baca 5 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit