5 Siasat Mengatasi Anak Susah Makan Sayur, Tanpa Marah dan Ngomel

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orangtua pasti kesal ketika anak susah makan sayur. Tak jarang ini membuat banyak orangtua akhirnya terpaksa menggunakan berbagai jalan pintas agar anaknya mau makan sayur. Misalnya mengancam anak tidak boleh bermain atau menyogok anak dengan uang, permen, serta mainan yang mereka sukai. Bahkan tak sedikit pula orangtua yang memarahi anaknya karena tidak makan sayur.

Apa yang harus dilakukan jika anak susah makan sayur?

Pada dasarnya, anak yang susah makan sayur jangan dipaksa atau dimarahi. Ini karena segala sesuatu yang dipaksa akan membuat anak semakin benci dengan makanan sehat, khususnya sayur-sayuran. Selain itu, anak-anak juga akan berpikir bahwa sayur adalah makanan yang memang tidak enak, jika Anda saja sampai harus memberinya hadiah supaya ia mau memakannya.  Nah, hal-hal tersebutlah yang justru membuat anak-anak jadi semakin susah untuk makan sayur.

Lantas, bagaimana caranya menghadapi anak susah makan sayur? Berikut tips-tips yang dapat Anda terapkan di rumah:

1. Sajikan sayuran sejak kecil

Agar anak suka makan sayur, maka Anda harus membiasakan mereka untuk makan sayur sejak kecil, tepatnya saat mereka sudah mulai mengonsumsi MPASI. Lakukan kebiasaan menyajikan sayuran untuk anak-anak sebagai makan siang dan makan malam sampai ia beranjak besar.

Agar anak tidak bosan, sajikan berbagai macam sayur dalam menu makannya setiap hari. Jangan berikan sayur yang itu-itu saja, apalagi bila pada dasarnya anak susah makan sayur.

2. Tawarkan semua jenis sayuran

Anak Anda mungkin memuntahkan bayam saat makan, tapi jangan cepat menyerah. Bahkan, jika Anda tidak berhasil membuat si kecil makan sayur dalam beberapa kesempatan, tetap jangan menyerah. Cobalah beragam sayuran lainnya yang tidak kalah bergizi. Anda dapat mencoba selada, buncis, brokoli, wortel, sawi, bok choy, kangkung, kacang panjang, dan lain-lain.

Dengan menawarkan sayuran yang beragam, anak akan lebih banyak mengenal jenis dan rasa sayuran. Jadi, teruslah mengenalkan beragam sayuran sampai anak Anda menemukan sayuran yang paling mereka sukai.

3. Jangan menyembunyikan sayuran

Menyembunyikan sayuran di dalam makanan lain seperti telur mungkin menjadi salah satu cara mengatasi anak susah makan sayur. Sayangnya, cara ini tidak selalu berhasil. Pasalnya, anak perlu dikenalkan sayuran dalam bentuk dan rasa yang asli, bukan malah disembunyikan dan diolah jadi makanan lain. 

Hal ini juga bisa menjadi bumerang, anak-anak bisa kehilangan kepercayaan terhadap makanan ketika menyadari bahwa selama ini mereka telah tertipu. Anak juga mungkin jadi tidak mau makan sayur kalau tidak disembunyikan dan diolah sedemikian rupa. Ini tentu bukan kebiasaan makan yang baik bagi anak.

4. Jadi teladan buat si kecil

Jika Anda ingin si kecil suka sayuran, maka pastikan Anda pun menyukainya. Ingat, anak adalah cerminan orangtua. Maka, jadilah panutan yang baik untuk anak-anak Anda. Tunjukkan sayuran adalah makanan enak dan menyehatkan.

Makanlah dengan cara yang menyenangkan dan buatlah menu makan yang menggugah selera, sehingga anak Anda pun akan menyukai sayuran dengan cara yang Anda tunjukkan padanya. Supaya sayuran terlihat lebih menggoda, masak sayur dengan berbagai warna cerah. Misalnya menambah wortel di cap cay, jagung manis di sayur bayam, dan potongan tomat di sup ayam.

5. Memasak bersama

Jika perlu, ajak anak Anda untuk memasak bersama. Ketika memasak, kenalkan pada anak tentang manfaat sayuran yang sedang ia masak. Mungkin si kecil justru bikin dapur jadi berantakan, tapi ini adalah cara terbaik untuk menciptakan suasana yang positif bersama anak Anda. Selain itu, anak juga akan lebih terdorong untuk makan sayur hasil masakannya sendiri.

Selain mengenalkan anak dengan manfaat dan cita rasa sayuran, memasak bersama juga akan mempererat ikatan batin (bonding) Anda dengan sang buah hati.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Manfaat Daun Selada yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Daun selada sudah sering kali menemani santapan Anda. Namun, sudah tahu belum apa saja manfaat daun selada buat kesehatan? Ini dia jawabannya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Menilik Pentingnya Nutrisi bagi Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Sebelum terlambat, perhatikan asupan nutrisi demi tumbuh kembang optimal termasuk perkembangan otak anak. Ini dia nutrisi yang dimaksud beserta sumbernya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
perkembangan otak anak usia dini
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Bayi cenderung mengisap jempolnya saat sedang tidak menyusu. Namun, lebih baik bayi pakai empeng untuk mencegahnya atau dibiarkan saja? Ini kata para ahli.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
menonton tv terlalu dekat

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
kulit bayi mengelupas

Kulit Bayi Mengelupas di Minggu Pertamanya, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sarapan sayur

4 Cara Agar Sarapan Sayur Setiap Pagi Lebih Mudah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit