Yuk, Bujuk Anak yang Malas Sarapan Pagi Dengan 3 Trik Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menghadapi anak malas sarapan kadang bikin para orangtua jadi jengkel. Bagaimana tidak, Anda mungkin sudah buru-buru menyiapkan sarapan, eh, si kecil malah ogah-ogahan makan. Entah karena tidak suka dengan menu sarapannya atau masih mengantuk. Eits, jangan buru-buru marah dulu. Tarik napas dalam-dalam dan bujuk anak makan dengan trik jitu berikut ini.

Cara menghadapi anak malas sarapan di pagi hari

Sarapan adalah hal terpenting yang tak boleh terlewatkan, khususnya bagi anak-anak. Pasalnya, ada banyak manfaat sarapan pagi yang bisa si kecil peroleh, mulai dari membuat tubuh anak lebih berenergi di pagi hari hingga meningkatkan konsentrasi anak di kelas.

Jika anak malas sarapan pagi, si kecil bisa jadi cepat lapar karena tidak memiliki cadangan energi. Akibatnya, anak malah tidak fokus belajar di kelas dan berdampak buruk pada prestasinya di sekolah. Mau tidak mau, Anda harus putar otak dan menemukan cara supaya anak mau menyantap makanan yang Anda hidangkan sebelum ia berangkat sekolah.

Tenang, berikut ini berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi anak malas sarapan.

1. Jangan dipaksa

anak susah makan sayur

Meskipun anak malas sarapan, jangan pernah sekali-kali memaksanya makan jika memang ia tidak ingin. Hal ini diungkapkan oleh Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, selaku dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolik, yang ditemui tim Hello Sehat di fX Sudirman, Jakarta Pusat pada Kamis (21/2).

“Buatlah anak merasa nyaman saat sarapan. Kalau dipaksa, yang ada si kecil malah jadi stres dan tambah malas makan,” ungkapnya. Dr. Lanang kembali melanjutkan bahwa orangtua boleh mengatur menu sarapan untuk anak, tapi biarkan anak mengambil makanannya sendiri. Entah makan langsung banyak atau sedikit demi sedikit, yang penting bukan dengan cara dipaksa.

Namun, ini bukan berarti Anda boleh membiarkan anak makan sambil bermain, menonton TV, atau berlarian, ya. Distraksi atau gangguan semacam ini hanya akan membuat anak lebih fokus pada aktivitas lainnya, bukan menghabiskan makanannya.

Yang terpenting adalah pastikan anak merasa nyaman saat sarapan. Misalnya dengan menemani anak menghabiskan sarapannya, menyiapkan menu sarapan yang menarik, dan sebagainya. Semakin anak merasa nyaman, maka lambat laun si kecil akan terbiasa untuk sarapan dengan keinginannya sendiri.

2. Berikan contoh yang baik

sarapan pagi bikin ngantuk

Coba ingat-ingat lagi, apakah selama ini Anda sudah rajin sarapan setiap hari? Kalau belum, maka jangan heran kalau anak malas sarapan juga, sama seperti Anda.

Perlu dicatat bahwa anak adalah peniru ulung. Ya, anak pasti mengikuti perilaku orangtuanya. Kalau Anda ingin si kecil rajin sarapan, maka Anda pun juga tak boleh melewatkan sarapan setiap pagi.

Hal ini diungkapkan oleh dr. Raissa E. Djuanda, M. Gizi, Sp. GK, selaku dokter spesialis gizi klinik yang juga ditemui tim Hello Sehat pada kesempatan yang sama. “Orangtuanya harus kasih contoh. Kalau anaknya saja yang dipaksa, anak akan berpikir, kok, saya (anak) sendiri yang makan tapi orangtua saya tidak. Jadi, peran orangtua juga sangat penting,” ungkap dr. Raissa.

Oleh karena itu, nikmati sarapan Anda bersama si kecil setiap hari. Ketika anak melihat Anda sarapan, maka ia akan belajar dan paham bahwa sarapan itu penting bagi kesehatan. Tanpa disadari, hal ini juga bisa mempererat hubungan antara orangtua dan anak, lho!

3. Sajikan menu sarapan yang menarik

tips menyiapkan bekal sehat untuk anak

Jangan patah semangat dulu kalau anak malas sarapan setiap hari. Coba sajikan menu sarapan yang menarik supaya anak mau sarapan.

Berikan makanan kesukaan anak, entah itu telur ceplok atau dadar, ayam goreng, sayur bayam, dan sebagainya. Kreasikan makanannya dengan bentuk yang menarik, misalnya mengubah bentuk nasi menjadi bola-bola atau kepala boneka, telur dadar sebagai selimut, dan sayur brokoli sebagai rambutnya.

Berikan menu sarapan yang berbeda-beda setiap hari supaya anak tidak cepat bosan. Kalau hari ini Anda sudah memberikan telur dadar sebagai sumber proteinnya, maka ganti dengan ayam goreng untuk menu sarapan besok.

“Untuk anak usia 2 tahun ke atas, setidaknya harus ada 3 sumber protein dalam menu sarapan anak. Misalnya telur, ikan, dan kacang dalam satu piring. Protein hewani harus selalu ada. Sebab, kandungan makro dan mikronya cenderung lengkap. Tapi kalau bisa lebih banyak, lebih bagus,” ungkap Dr. Lanang.

Kalau Anda tidak sempat menyiapkan sarapan untuk anak, baik karena bangun kesiangan atau buru-buru ke kantor, Anda juga bisa membuat menu sarapan yang mudah dan praktis. Contohnya roti panggang isi telur, sereal, dan sebagainya.

Dr. Raissa punya trik khusus bagi para orangtua yang tidak sempat menyiapkan sarapan untuk anak. “Bisa juga dengan membawakan bekal untuk anak, misalnya buah dan susu. Kalau nggak sempat makan di rumah, bekal ini juga bisa dimakan di kendaraan atau sambil menunggu bel sekolah. Yang penting jangan sampai sarapan terlewatkan,” saran dr. Raissa sembari menutup diskusi.

Nah, jadi tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk menyerah saat anak malas sarapan. Dengan membiasakan anak sarapan setiap hari, anak dapat mengawali hari dengan semangat, penuh energi, dan akhirnya berprestasi di sekolah.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

    Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    resep oatmeal sehat

    7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit