Jadwal dan Aturan Makan Balita Usia 1-5 Tahun agar Lebih Teratur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Mulai usia satu tahun ke atas, anak sudah bisa makan dengan menu keluarga. Ia mulai senang menjelajahi situasi, kebiasaan, dan lingkungan sekitar, termasuk soal waktu makan. Sama seperti bayi, anak usia 1-5 tahun juga perlu dibuatkan jadwal makan agar lebih teratur. Selain itu, jadwal makan juga mengajarkan balita tentang waktu yang tepat untuk makan. Berikut penjelasan seputar jadwal makan pada anak usia 1-5 tahun.

Mengapa membuat jadwal makan balita sangat penting?

Di usia 1-5 tahun, balita mulai menunjukkan perkembangan sosial dan emosional yang cepat. Oleh karena itu, ini  menjadi waktu yang tepat untuk membuat anak paham akan keteraturan.

Ketika Anda membuat jadwal makan untuk balita, ia akan mengerti soal waktu dan kebiasaan yang teratur.

Jika dibiasakan sedari kecil, kebiasaan baik ini akan terbawa hingga dewasa. Dengan begitu, proses metabolisme tubuhnya dapat teratur yang akan berpengaruh pada perkembangan anak balita. Selain itu, ia juga akan terbiasa mengetahui rasa lapar dan kenyang.

Menurut Jodie Shield dan Mary Mullen, penulis Healthy Eating, Healthy Weight for Kids and Teens dari Academy of Nutrition and Dietetics, anak-anak perlu makan setiap 3 atau empat jam sekali dalam sehari, hal ini untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

Jadwal makan balita usia 1-5 tahun

jadwal makan balita

Sebenarnya, jadwal makan balita di atas usia 1 tahun tidak jauh beda dengan orang dewasa. Sebagai gambaran, berikut jadwal pemberian makanannya, mengutip dari buku Penuntun Diet Anak yang diterbitkan Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia:

  • Pukul 08.00: sarapan
  • Pukul 10.00: makanan selingan
  • Pukul 12.00: makan siang
  • Pukul 14.00: susu UHT atau formula
  • Pukul 16.00: makanan selingan
  • Pukul 18.00: makan malam

Secara umum, jadwal pemberian makan balita adalah tiga kali makanan utama (pagi, siang, malam) dan dua kali makan selingan (di antara dua kali makan utama).

Untuk makan malam, waktu yang baik adalah tidak terlalu dekat dengan jam tidur. Sisakan kurang lebih 2 sampai 3 jam sebelum jam tidur anak. Ini karena tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan yang masuk ke tubuh.

Bila waktu tidur anak pukul 7 malam, maka sebaiknya balita makan malam pukul 5 sore. Begitu pun seterusnya. Biasanya jangka waktu yang baik untuk balita makan malam sekitar pukul 5 sore sampai 7 malam.

Jika balita diberi makan malam terlambat, ia bisa kelaparan. Selain itu, terlambat makan malam balita juga bisa membuat jeda waktu antara makan malam dengan jam tidur terlalu dekat. Sehingga dapat membuat sistem pencernaan anak bekerja lebih berat saat tidur.

Dalam memberikan makanan pada si kecil, ada baiknya mengikuti pola makanan seimbang yang terdiri dari:

Karbohidrat

Untuk menunjang aktivitas anak, dibutuhkan jumlah energi yang memadai, salah satu sumbernya adalah karbohidrat. Kegunaan lain dari karbohidrat adalah membantu tubuh menggunakan protein dan lemak untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.

Jenis karbohidrat yang bisa diberikan pada balita seperti:

  • Nasi
  • Mi
  • Bihun
  • Jagung
  • Kentang
  • Singkong
  • Ubi
  • Makanan bertepung

Sesuaikan dengan kesukaan si kecil agar ia belajar untuk mengenal jenis makanan dengan berbagai sajian. 

Protein

Kandungan di dalam makanan ini berperan sebagai zat pembangun untuk membantu berat dan tinggi badan balita. Protein dibagi menjadi dua jenis, hewani dan nabati yang bisa dimasukkan ke dalam menu makan balita yang sesuai jadwal.

Beruntung, banyak pilihan sumber makanan yang mengandung protein nabati dan hewani. Beberapa jenis protein yang bisa dijadikan bahan dalam resep makanan anak yaitu:

  • Ikan
  • Telur
  • Tempe
  • Ayam
  • Daging sapi
  • Susu
  • Keju
  • Tahu
  • Tempe

Kreasikan menu makanan sesuai dengan lidah si kecil.

Sayur dan buah

Kedua jenis makanan ini berperan sebagai zat pengatur. Anda bisa memilih sayur dan buah yang berwarna hijau atau kuning agar kebutuhan gizi si kecil tetap seimbang, misalnya, kangkung, bayam, wortel, brokoli.

Jangan lupa minum cukup air agar kebutuhan cairan harian si kecil bisa terpenuhi dengan baik. Dengan begitu, proses metabolisme tubuh dan fungsi organ tidak terhambat.

Aturan pembuatan jadwal makan balita

jadwal makan balita

Rentang usia 2-3 tahun, anak sedang senang mengeksplorasi banyak hal, termasuk kebiasaan makan. Mulai dari alat makan, menu, sampai rasa makanan yang ingin disesuaikan dengan selera si kecil.

Berikut aturan pembuatan jadwal makan sesuai gizi balita berdasarkan buku Penuntun Diet Anak yang diterbitkan Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia:

Jadwal

Untuk jadwal makan, sebaiknya Ibu membuat aturan sebagai berikut:

  • Waktu makan teratur
  • Waktu makan tidak lebih dari 30 menit
  • Tidak memberikan makanan lain selain air di antara jadwal makan

Anda bisa sesuaikan dengan jadwal di atas

Lingkungan

Faktor lingkungan saat makan penting untuk diperhatikan, seperti:

  • Tanpa paksaan
  • Bersih
  • Tidak sambil menonton TV dan bermain
  • Tidak menjadikan makanan sebagai hadiah

Tidak hanya jenis makanan balita, faktor di atas juga penting untuk diperhatikan.

Tata cara

Untuk tata cara makan, berikut rekomendasi yang perlu dilakukan:

  • Porsi makan kecil atau jumlahnya sedikit.
  • Dimulai dari tekstur padat, baru kemudian yang cair.
  • Memotivasi untuk menghabiskan makanan (tanpa memaksa).
  • Angkat makanan ketika anak mulai bermain atau membuang makanan.
  • Bersihkan mulut anak ketika sudah selesai makan, tidak selama proses makan.

Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut aturan pemberian makan balita agar lebih fokus, mengutip dari Healthy Children.

Membuat jadwal makan balita yang teratur

Buatlah jadwal makan yang teratur untuk balita Anda agar ia memahami kapan waktunya makan dan kapan bukan. Selain itu, dengan jadwal yang teratur balita akan mulai belajar mengenali rasa lapar dan kenyang.

Jadi, Anda sebagai orangtua bisa menyajikan makanan sesuai dengan waktunya dan menghindari risiko obesitas pada anak akibat makan yang tidak terjadwal.

Jangan memaksa anak akan menghabiskan makanannya

Tidak sedikit orangtua yang memaksa anaknya untuk menghabiskan makanan yang disajikan di atas piring. Kalimat “nanti nasinya nangis,” sering dijadikan tameng agar anak menghabiskan makanannya. Namun, hal ini tidak baik untuk psikologis si kecil. 

Memaksa balita untuk menghabiskan makanan bisa membuatnya trauma dan tidak ingin makan di kemudian hari. Ketika jadwal makan balita tiba, sajikan makanan sesuai dengan porsi si kecil.

Kalau masih tidak habis, biarkan menjadi sisa makanan. Di fase ini, anak sudah mulai memilih ukuran porsi makan sendiri dan belajar mengenal rasa kenyang. 

Mungkin ada kondisi anak bosan dengan menu yang disajikan, ini saatnya Anda mengenalkan jenis makanan baru dengan cara:

  • Menyajikan makanan baru ketika anak sedang lapar.
  • Mencoba makanan baru satu per satu.
  • Sajikan dalam jumlah sedikit.
  • Buat beberapa jenis makanan baru agar si kecil bisa memilih.

Semakin banyak pilihan menu makanan, anak Anda bisa menyesuaikan dan mengetahui selera makan dan menu apa yang disukainya.

Hindari menonton televisi atau bermain gawai

Ketika jadwal makan sudah tiba dan anak rewel karena tak kunjung mau makan, banyak ibu mengatasinya dengan memberikan gawai atau televisi sebagai “sogokan”.

Namun, ini tidak baik untuk kesehatan karena bisa memicu obesitas dan membuat anak tidak fokus dengan menu makanannya. Batasi penggunaan televisi dan tayangan video sebanyak 1-2 jam dalam sehari.

Membiarkan anak memiliki kontrol terhadap makanannya sendiri

Bagi sebagian orangtua, mungkin merasa tidak nyaman ketika melihat si kecil memilih menu makanan anak yang akan ia makan. Pasalnya, anak mungkin cenderung memilih makanan yang tidak sehat untuk disantapnya.

Namun, orangtua tetap bertanggung jawab terhadap memilih makanan yang baik untuk balita, terutama saat jadwal makan sudah tiba.

Kids Health menjelaskan bahwa anak usia 4 tahun seharusnya tidak lagi diberikan makanan secara sepihak, tetapi diberi pilihan oleh orangtuanya.

Tentu, Anda sebagai orangtua wajib memberikan pilihan makanan yang bergizi dan sehat. Selain itu, di usia empat tahun, anak juga sudah mengerti rasa lapar dan kenyang dengan mengatakannya.

Bila Anda tidak memberi kontrol anak terhadap makanannya sendiri, ia akan mengesampingkan sistem kenyang dan lapar ini. Ditambah, ia tidak mengikuti jadwal makan si kecil yang sudah dibuat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Meski seharusnya masih masuk masa menyusui, ada beberapa bayi yang mulai MPASI saat belum 6 bulan. Bagaimana pembagian jadwal makan bayi di bawah 6 bulan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 4 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 3 Tahun?

Terkadang orangtua sering bingung dengan porsi makan yang tepat untuk anak usia 3 tahun. Takutnya malah kebanyakan atau kurang. Berikut panduannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 30 Maret 2020 . Waktu baca 8 menit

Ketahui Masalah Makan pada Balita Usia 1-5 Tahun dan Cara Mengatasinya

Jangan sampai susah makan menghambat terpenuhinya kebutuhan zat gizi harian si kecil. Yuk, pahami beragam masalah makan pada anak balita sedini mungkin.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 8 Juni 2019 . Waktu baca 12 menit

8 Tips untuk Orangtua Agar Lebih Mudah Memberi Makan Balita

Memberi makan balita bisa dibilang gampang-gampang susah. Baca dulu tipsnya di sini supaya si kecil mau makan tanpa rewel, juga lebih lahap.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Parenting, Tips Parenting 1 Agustus 2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi susah makan

Ibu Jangan Cemas, Ini Penyebab dan Penanganan untuk Bayi yang Susah Makan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
mitos makanan bayi

8 Mitos Seputar Makanan Bayi yang Harus Ditinggalkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
porsi makan anak 5 tahun

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 5 Tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 8 April 2020 . Waktu baca 7 menit
porsi makan anak 4 tahun

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 4 Tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 April 2020 . Waktu baca 8 menit