home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

Mikrobiota usus adalah kumpulan bakteri yang “tinggal” di dalam sistem pencernaan (gastrointestinal) tubuh manusia. Walaupun kehadiran bakteri membentuk kesan tidak baik pada tubuh, mikrobiota usus dan tubuh manusia justru bahu-membahu dalam menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Ini karena tidak semua bakteri merupakan hal yang jahat bagi tubuh. Yuk, simak tentang keseimbangan mikrobiota usus dalam kesehatan tubuh, seperti mencegah alergi anak.

Fungsi mikrobiota usus di tubuh manusia

Bakteri dalam mikrobiota usus merupakan dunia yang sangat luas. Harvard Health Publishing menyatakan, ada 100 triliun bakteri di sistem pencernaan manusia. Bakteri tersebut terdiri dari bakteri jahat dan baik. Mengingat rumitnya mikrobiota ini, para peneliti masih kesulitan menemukan bakteri tertentu yang paling berguna bagi tubuh. Akan tetapi, mikrobiota usus telah diakui bermanfaat bagi kesehatan.

Mikrobiota usus membantu dalam hal:

  • Pencegahan alergi
  • Memproses nutrisi dari makanan dan sejumlah obat-obatan
  • Melindungi saluran usus dari infeksi
  • Memproduksi vitamin K yang bermanfaat untuk protein pembekuan darah

Bakteri di dalam mikrobiota usus juga berfungsi untuk menghasilkan energi dari makanan, menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat di tubuh, dan terlibat dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, keseimbangan mikrobiota usus juga berpengaruh dalam pencegahan alergi anak.

Peran keseimbangan mikrobiota usus dalam pencegahan alergi anak

perut kembung pada anak

Tak hanya manfaat mikrobiota usus di poin sebelumnya, keseimbangan mikrobiota usus juga membantu kesehatan anak. Kajian berjudul Nutrition, Gut Microbiota and Child Health Outcomes menjelaskan bahwa mikrobiota yang seimbang membantu anak terhindar dari alergi. Misalnya, jumlah bakteri Enterobacteriaceae atau Bacteroidetes yang tinggi membuat anak lebih rentan mengeluarkan reaksi berlebihan terhadap makanan tertentu.

Mikrobiota usus yang seimbang juga membantu respons sistem kekebalan tubuh, seperti sel-sel imun yang terdapat di dalam usus. Misalnya, interaksi bakteri baik B. breve (Bifidobacterium breve) dengan sistem imun efektif meredakan sensitivitas terhadap protein susu sapi. Studi di tahun 2018 juga menunjukkan jumlah B. breve yang sedikit berkaitan dengan kerentanan bayi terhadap alergi.

Dengan kata lain, B. breve membantu sistem imun anak melawan alergi sekaligus menjaga kesehatan perutnya.

Selanjutnya, jumlah bakteri Ruminococcaceae yang sedikit juga membuat anak-anak sensitif terhadap jenis-jenis makanan tertentu. Selain alergi makanan, para peneliti juga menemukan bahwa feses bayi yang terkena eksem (dermatitis atopik) cenderung mengandung jumlah bakteri Ruminococcaceae yang sedikit.

Apabila jumlah bakteri ini sedikit, peneliti juga menyimpulkan hal ini berkaitan dengan respons sistem imun yang berlebihan. Kekurangan bakteri-bakteri yang mengatur sistem imun juga meningkatkan risiko perkembangan alergi di dalam tubuh.

Masalah alergi pada anak memang cukup rumit. Selain keseimbangan mikrobiota usus berpengaruh dalam alergi anak, faktor genetik juga dapat menjadi pemicunya. Walaupun anak cenderung berisiko mengalami alergi karena keturunan, orangtua sebaiknya tidak berkecil hati. Penyakit akibat alergi umumnya timbul setelah terpapar pemicu alergi pada lingkungan dan makanan atau minuman.

Selain itu, faktor keturunan hanya membuat seseorang lebih rentan memiliki alergi. Alergi yang diturunkan juga cenderung tidak sama dan tidak berarti semua anak akan memiliki alergi jika orangtua memiliki masalah alergi.

Menjaga keseimbangan mikrobiota usus dalam cegah alergi anak

kandungan susu soya

Menjaga keseimbangan mikrobiota usus, seperti banyaknya B. breve di tubuh merupakan salah satu cara dalam menjaga kesehatan dan mencegah alergi anak. Berikut adalah cara-cara yang dapat dicoba agar mikrobiota usus tetap seimbang:

  • Makan makanan hasil fermentasi: baik untuk bakteri yang hidup di usus
  • Hindari ketergantungan terhadap antibiotik: sering mengonsumsi antibiotik dapat menurunkan jumlah bakteri baik di dalam usus
  • Nutrisi yang mengandung sinbiotik, yaitu kombinasi prebiotik FOS:GOS dan prebiotik B.breve
  • Mengonsumsi makanan kaya prebiotik, zat yang membantu pertumbuhan probiotik

Selain itu, hal yang tak kalah penting adalah menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan sinbiotik. Apabila probiotik adalah bakteri baik, maka prebiotik merupakan makanan untuk menjaga keberlangsungan hidup bakteri baik di dalam perut. Kerja sama antara prebiotik dan probiotik akan menghasilkan efek sinbiotik bagi tubuh, yaitu keseimbangan mikrobiota usus yang baik.

Dengan kata lain, sinbiotik merupakan istilah dari sinergi antara manfaat campuran prebiotik dan probiotik. Kombinasi kedua hal ini dapat menguntungkan bagi kesehatan tubuh manusia.

Untuk memilih asupan sinbiotik untuk anak, pilih yang sudah terbukti, yakni kombinasi prebiotik FOS:GOS (fructo-oligosaccharide dan galacto-oligosaccharides) dengan probiotik B. breve (Bifidobacterium breve).

Mengapa harus memilih kombinasi sinbiotik tersebut? Studi terbaru yang dirilis di tahun 2020 menyimpulkan bahwa kombinasi tersebut mampu menjaga keseimbangan mikrobiota di saluran pencernaan. Selain itu, keseimbangan mikrobiota usus memiliki peran penting dalam melindungi anak dari konsekuensi gangguan kesehatan jangka panjang, yaitu perkembangan alergi.

Menjaga keseimbangan tersebut juga berperan penting pada kesehatan dan sistem kekebalan tubuh anak. Kombinasi prebiotik FOS:GOS dengan probiotik B. breve sendiri juga terdapat pada produk susu anak. Susu ini mampu membantu anak dengan risiko sensitivitas untuk terhindar dari alergi sekaligus menjadi asupan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

All about allergies. (n.d.). Nemours KidsHealth – the Web’s most visited site about children’s health. Retrieved July 23, 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/allergy.html

Chad, Z. (n.d.). Allergies in Children. Paediatrics Child Health, 6(8), 555-566. https://dx.doi.org/10.1093%2Fpch%2F6.8.555

Cukrowska, B., Bierła, J. B., Zakrzewska, M., Klukowski, M., & Maciorkowska, E. (2020). The relationship between the infant gut microbiota and allergy. The role of Bifidobacterium breve and prebiotic Oligosaccharides in the activation of anti-allergic mechanisms in early life. Nutrients, 12(4), 946. https://doi.org/10.3390/nu12040946

Ferranti, E. P., Dunbar, S. B., Dunlop, A. L., & Corwin, E. J. (2014). 20 things you didn’t know about the human gut microbiome. The Journal of Cardiovascular Nursing, 29(6), 479-481. https://doi.org/10.1097/jcn.0000000000000166

Gagliardi, A., Totino, V., Cacciotti, F., Iebba, V., Neroni, B., Bonfiglio, G., Trancassini, M., Passariello, C., Pantanella, F., & Schippa, S. (2018). Rebuilding the gut microbiota ecosystem. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(8), 1679. https://doi.org/10.3390/ijerph15081679

Harvard Health Publishing. (2020, June 17). Can gut bacteria improve your health? Harvard Health. Retrieved July 23, 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/can-gut-bacteria-improve-your-health

Thursby, E., & Juge, N. (2017). Introduction to the human gut microbiota. Biochemical Journal, 474(11), 1823-1836. https://doi.org/10.1042/bcj20160510

Videhult, F. K., & West, C. E. (2016). Nutrition, gut microbiota and child health outcomes. Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care, 1. https://doi.org/10.1097/mco.0000000000000266

Bozzi Cionci, N., Baffoni, L., Gaggìa, F., & Di Gioia, D. (2018). Therapeutic microbiology: The role of Bifidobacterium breve as food supplement for the prevention/Treatment of paediatric diseases. Nutrients, 10(11), 1723. https://doi.org/10.3390/nu10111723

Simone, M., Gozzoli, C., Quartieri, A., Mazzola, G., Di Gioia, D., Amaretti, A., Raimondi, S., & Rossi, M. (2014). The Probiotic Bifidobacterium Breve B632 Inhibited the Growth of Enterobacteriaceae within Colicky Infant Microbiota Cultures. BioMed Research International, 2014, 1-7. https://doi.org/10.1155/2014/301053

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal diperbarui 31/08/2020
x