Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Asupan Sinbiotik untuk Cegah Alergi Anak

Manfaat Asupan Sinbiotik untuk Cegah Alergi Anak

Kekuatan daya tahan tubuh si kecil berawal dari sistem pencernaan yang sehat. Hal ini didukung penuh dari konsumsi asupan hariannya. Salah satu asupan yang memiliki manfaat baik untuk sistem cerna si kecil adalah kandungan sinbiotik.

Sinbiotik yang merupakan kombinasi dari prebiotik FOS:GOS dan probiotik B.breve juga berkaitan erat terhadap pengurangan risiko alergi pada anak secara umum. Maka itu, yuk, cari tahu apa pentingnya asupan sinbiotik bagi si kecil.

Mengenal sinbiotik dan perannya dalam mencegah risiko alergi pada anak

manfaat sinbiotik pada anak

Sinbiotik merupakan kandungan kombinasi antara prebiotik dan probiotik. Kandungan ini memiliki peran ganda dalam melindungi kesehatan pencernaan si kecil dan juga mencegah risiko alergi di dalam tubuh si kecil. Beberapa produk susu pertumbuhan menyertakan kandungan sinbiotik karena memberi manfaat dalam mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.

Berdasarkan jurnal Dietary in Gastrointestinal Disease, secara garis besar sinbiotik membawa manfaat sebagai berikut.

  • Meningkatkan kelangsungan hidup dan menguatkan bakteri baik agar tetap bertahan di usus besar
  • Merangsang pertumbuhan bakteri baik atau probiotik di usus besar
  • Memperbaiki komposisi bakteri di dalam saluran pencernaan

Peran sinbiotik di atas tentunya ditunjang oleh manfaat kandungan prebiotik dan probiotik untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan si kecil melalui kehadiran dua bakteri di dalam usus, yakni Lactobacillus dan Bifidobacterium. Keduanya perlu dijaga keseimbangannya agar dapat menyehatkan saluran pencernaan yang berdampak pada sistem imun terutama dalam mencegah risiko alergi pada anak.

Kini Ibu sudah tahu manfaat sinbiotik manfaat dalam mencegah risiko alergi pada anak. Tidak hanya itu, sinbiotik juga memiliki peran dalam melindungi pencernaan anak dengan cara meningkatkan bakteri baik dan menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab penyakit, seperti diare.

Meskipun memiliki peran yang sama keduanya memiliki perbedaan mendasar. Lantas, apa perbedaan antara prebiotik dan probiotik di dalam sinbiotik?

Prebiotik

Prebiotik adalah sumber makanan untuk bakteri baik dalam sistem pencernaan, yang berperan menstimulasi pertumbuhan bakteri baik. Prebiotik mudah ditemukan dalam makanan berserat dan bumbu dapur berikut ini.

  • Pisang
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Asparagus
  • Oats
  • Buah beri
  • Kacang polong

Probiotik

Probiotik merupakan mikroorganisme atau kumpulan bakteri yang hidup di dalam sistem pencernaan. Namun, probiotik juga dibudidayakan di laboratorium dan digunakan sebagai kandungan produk suplemen maupun produk susu. Fungsi utama probiotik adalah meningkatkan populasi bakteri baik di usus.

Berikut makanan yang mengandung probiotik:

  • Miso
  • Kimchi
  • Kombucha
  • Kefir
  • Yogurt

Selain makanan, prebiotik dan probiotik yang bersinergi menjadi sinbiotik juga hadir dalam susu pertumbuhan, yaitu yang mengandung kombinasi prebiotik FOS:GOS dan probiotik B.breve. Dengan asupan sinbiotik (gabungan prebiotik dan probiotik), kesehatan saluran cerna si kecil terjaga sehingga bisa mendukung kekuatan daya tahan tubuhnya.

Manfaat sinbiotik untuk mencegah risiko alergi pada anak

Timbulnya reaksi alergi ini disebabkan imun sistem yang berlebihan. Imun menganggap adanya substansi asing yang harus dilawan dari bahan makanan atau minuman yang dikonsumsi anak.

Namun, hal ini bisa diantisipasi melalui asupan sinbiotik, kombinasi prebiotik dan probiotik, yang memiliki manfaat dalam menangkal risiko alergi anak.

Disebutkan dalam World Allergy Organization Journal, anak yang tidak memiliki sejarah alergi dalam keluarganya, berpeluang mengalami alergi sebesar 10 persen. Sementara anak dengan sejarah alergi di keluarganya memiliki peluang lebih besar, sekitar 20 hingga 30 persen.

Namun, Ibu jangan terlalu cemas. Reaksi alergi ini bisa diantisipasi sebelum terjadi dengan kandungan sinbiotik di dalam susu. Sinbiotik mengandung prebiotik dan probiotik, sehingga berpotensi meminimalkan risiko reaksi alergi.

Prebiotik FOS:GOS di dalam sinbiotik, berpotensi mencegah terjadinya alergi. Prebiotik memiliki kemampuan imunomodulasi, yakni mengoptimalkan respons imun tubuh. Prebiotik menstimulasi pertumbuhan probiotik atau bakteri baik. Pertumbuhan bakteri baik ini berkontribusi dalam menekan reaksi alergi yang mungkin terjadi.

nutrisi anak

Dalam penelitian lainnya dikatakan probiotik juga dipercaya mampu mencegah risiko alergi pada anak. Asupan probiotik dapat meningkatkan populasi bakteri baik.

Bakteri baik (probiotik) seperti B.breve bekerja langsung dengan sistem imun dalam meningkatkan respons sel imun. Sistem imun ini bertanggung jawab dalam melawan musuh tubuh sesungguhnya yang menyebabkan penyakit. Dengan begitu, ia “tidak salah serang” sehingga menyebabkan reaksi alergi.

Nah, pencegahan alergi ini bisa dilakukan dengan memberikan susu pertumbuhan yang mengandung sinbiotik pada si kecil. Sebelumnya Ibu perlu tahu, tidak semua kandungan sinbiotik sama. Pilih kandungan sinbiotik yang sudah dipatenkan dan memiliki bukti klinis untuk menurunkan alergi si kecil, yaitu kombinasi prebiotik FOS:GOS dan probiotik B.breve. Sinbiotik dengan gabungan FOS:GOS dan B.Breve bekerjasama optimal untuk mengurangi risiko alergi pada anak.

Dengan begitu, manfaat sinbiotik ini memberikan dampak baik dalam menguatkan sistem imun si kecil, yang didukung juga oleh pencernaan sehat. Sehingga ia tidak mudah sakit dan mendukung kerja imun dalam menurunkan risiko terjadinya alergi.

Pertimbangan pemberian susu dengan kandungan sinbiotik

anak bermain dengan ibunya

Untuk mendapatkan manfaat sinbiotik ini, Ibu bisa memberikan susu pertumbuhan yang mengandung FOS:GOS (prebiotik) dan B. Breve (probiotik). Keduanya bekerja sama dengan baik dalam menjaga kesehatan si kecil. Namun, jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter anak sebelum pemberian susu dilakukan.

Agar pencernaan si kecil sehat, Ibu harus dukung kesehatan tubuhnya secara menyeluruh. Jika si kecil sehat, tentu tumbuh-kembangnya juga berjalan dengan baik. Semoga si kecil sehat selalu, Bu.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Synbiotics – an overview | ScienceDirect Topics. (2020). Retrieved 23 July 2020, from https://www.sciencedirect.com/topics/immunology-and-microbiology/synbiotics

Blog, C., Campbell, K., Campbell, K., & definition, W. (2020). What makes a synbiotic? ISAPP provides a sneak peek at the forthcoming international scientific consensus definition – International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP). Retrieved 23 July 2020, from https://isappscience.org/what-makes-a-synbiotic-isapp-provides-a-sneak-peek-at-the-forthcoming-international-scientific-consensus-definition/

Prebiotics, probiotics and your health. (2020). Retrieved 23 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/prebiotics-probiotics-and-your-health/art-20390058

Prebiotics vs. Probiotics: What’s the Difference?. (2020). Retrieved 23 July 2020, from https://health.clevelandclinic.org/prebiotics-vs-probiotics-whats-the-difference/

Pandey, K., Naik, S., & Vakil, B. (2015). Probiotics, prebiotics and synbiotics- a review. Journal Of Food Science And Technology, 52(12), 7577-7587. doi: 10.1007/s13197-015-1921-1

Effects of Probiotics, Prebiotics, and Synbiotics on Human Health. (2017). Nutrients, 9(9), 1021. doi: 10.3390/nu9091021

Peterson, J. (1996). Bacterial Pathogenesis. University Of Texas Medical Branch At Galveston. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK8526/

Bozzi Cionci, N., Baffoni, L., Gaggìa, F., & Di Gioia, D. (2018). Therapeutic Microbiology: The Role of Bifidobacterium breve as Food Supplement for the Prevention/Treatment of Paediatric Diseases. Nutrients, 10(11), 1723. doi: 10.3390/nu10111723

Vandenplas, Y., Greef, E., & Veereman, G. (2014). Prebiotics in infant formula. Gut Microbes, 5(6), 681-687. doi: 10.4161/19490976.2014.972237

Yan, F., & Polk, D. (2011). Probiotics and immune health. Current Opinion In Gastroenterology, 27(6), 496-501. doi: 10.1097/mog.0b013e32834baa4d

Cuello-Garcia, C., Fiocchi, A., Pawankar, R., Yepes-Nuñez, J., Morgano, G., & Zhang, Y. et al. (2016). World Allergy Organization-McMaster University Guidelines for Allergic Disease Prevention (GLAD-P): Prebiotics. World Allergy Organization Journal, 9, 10. doi: 10.1186/s40413-016-0102-7

Savilahti, E. (2011). Probiotics in the Treatment and Prevention of Allergies in Children. Bioscience And Microflora, 30(4), 119-128. doi: 10.12938/bifidus.30.119

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto