Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Seberapa Banyak Kebutuhan Cairan Anak Balita Usia 2-5 Tahun?

Seberapa penting kebutuhan cairan pada tubuh manusia? Sangat penting. Pasalnya, 50 persen tubuh manusia terdiri dari air, sehingga bila kekurangan cadangan air bisa membuat tubuh dehidrasi dan mengalami berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini juga berlaku pada anak balita usia 2-5 tahun. Berikut penjelasan seputar kebutuhan cairan anak balita yang perlu diperhatikan orangtua.

Mengapa cairan menjadi kebutuhan penting untuk anak balita?

Mengingat air merupakan kandungan paling banyak pada tubuh manusia, tentu perannya tidak sembarangan. Berikut fungsi cairan dalam kebutuhan tubuh anak balita sampai orang dewasa:

  • Membantu tubuh membuang kotoran (terutama dari urine)
  • Menjaga suhu tubuh tetap sehat, lewat keringat dan pernapasan ketika suhu sedang naik
  • Bahan utama air liur
  • Menjaga sendi tetap terlumasi
  • Mengangkut protein dan karbohidrat dari makanan untuk memberi energi pada tubuh
  • Mengatur berat badan anak
  • Membuat anak lebih fokus

Kebutuhan cairan anak balita tidak hanya didapat dari air, tetapi juga makanan yang mengandung kadar air tinggi, seperti buah dan sayur.

Ketika tubuh tidak memiliki cukup air atau dehidrasi, hal ini bisa membuat tubuh lemas dan tidak bersemangat untuk berkegiatan.

Dalam kasus paling parah, dehidrasi bisa membuat balita mudah sakit. Air putih bisa melawan dehidrasi, menyegarkan tubuh, dan tidak mengandung kalori.

Dehidrasi pada anak balita bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti diare, sakit perut, atau kehilangan nafsu makan.

Pada kondisi ini, orangtua atau pengasuh harus melihat tanda dehidrasi pada anak karena biasanya ia tidak memahami gejala awal dehidrasi. Berikut tanda dehidrasi pada anak:

  • Jarang buang air kecil
  • Popok kering tanpa buang air kecil selama 3 jam
  • Tidak keluar air mata saat menangis
  • Bibir pecah-pecah
  • Mulut kering
  • Lesu
  • Mudah mengantuk
  • Detak jantung dan bernapas cepat
  • Lendir kering dan lengket di lidah atau lapisan mulut

Bila si kecil mengalami hal di atas, segera hubungi dokter untuk konsultasi. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan perawatan di rumah dengan memberi anak balita Anda nutrisi kaya cairan untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Seberapa banyak kebutuhan cairan anak balita usia 2-5 tahun?

Mengutip dari laman Kids health, jumlah kebutuhan cairan pada balita tergantung pada usia, ukuran tubuh anak, kesehatan, tingkat aktivitas, sampai cuaca (suhu udara dan tingkat kelembapan).

Biasanya, anak balita akan lebih banyak minum ketika ia sedang bergerak aktif, seperti berolahraga atau bermain permainan fisik.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, kebutuhan cairan balita usai 2-5 tahun yaitu:

  • Balita usia 1-3 tahun: 1200 ml
  • Balita usia 4-6 tahun: 1500 ml

Angka kebutuhan cairan anak balita di atas tidak harus dari air putih atau air mineral, tetapi bisa dari susu UHT atau formula yang dikonsumsi sehari-hari.

Anda bisa memberikan air putih saat bangun pagi, setelah makan, atau saat selesai berolahraga.

Setelah berolahraga atau berkegiatan aktif anak membutuhkan cairan untuk mengisi kembali cairan yang hilang lewat keringat. Susu bisa diberikan sebagai selingan atau ketika si kecil akan pergi tidur.

Anak balita usia 2-5 tahun sedang sangat aktif dan membutuhkan banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang. Balita cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi karena sering mengabaikan rasa haus ketika asyik bermain.

Makanan dan minuman sehat untuk memenuhi kebutuhan cairan anak balita

Untuk mengatasi dehidrasi, Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan anak balita. Selain air putih, ada beberapa makanan kaya nutrisi dan air yang bisa dikonsumsi oleh si kecil agar kebutuhan cairannya tetap terpenuhi, berikut daftarnya:

Semangka

Buah berdaging merah ini memiliki kandungan air sebanyak 92 persen dan bisa membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Mengingat kandungan airnya sangat tinggi, semangka memiliki kepadatan kalori yang rendah.

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram semangka mengandung 92 ml air, 28 kal energi, dan 6,9 gr karbohidrat. Selain itu, semangka kaya antioksidan kuat, termasuk likopen.

Likopen merupakan senyawa yang mampu mengurangi kerusakan oksidatif pada sel. Ini dikaitkan dengan penyakit jantung dan diabetes.

Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan anak balita usia 2-5 tahun dengan menjadikan semangka sebagai camilan. Anda bisa menjadikannya buah potong atau dicampur mayones dengan buah lain menjadi salad.

Stroberi

Setelah semangka, buah yang memiliki kandungan air tinggi adalah stroberi. Sekitar 91 persen dari stroberi adalah air. Oleh karena itu, stroberi bisa menjadi sumber cairan tambahan untuk si kecil melalui makanan.

Tidak hanya kadar airnya yang tinggi yang bisa memenuhi kebutuhan cairan anak balita, stroberi juga mengandung serat, antioksidan, vitamin, dan mineral.

Anda bisa memberikan si kecil stroberi utuh yang bisa mengurangi risiko peradangan di dalam tubuh. Untuk orang dewasa dan lansia, stroberi juga bisa membantu melindungi dari alzheimer dan berbagai jenis kanker, berdasarkan riset dari Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Jeruk

Selain kaya vitamin C, buah berdaging oranye ini juga mengandung air sebanyak 88 persen. Data Komposisi Pangan Indonesia menyebutkan bahwa dalam 100 gram jeruk mengandung 87 ml air dan 46 kalori energi. Vitamin C dan kalium di dalam jeruk berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Mengutip dari buku berjudul Flavonoids Health Benefits and Their Molecular Mechanism, jeruk juga kaya antioksidan penangkal penyakit yang bisa mencegah kerusakan sel dengan mengurangi peradangan.

Air dan serat di dalam jeruk membuat perut lebih cepat kenyang dan membantu nafsu makan anak balita lebih terkendali. Tubuh yang terhidrasi dengan baik juga menjadi faktor penting untuk melancarkan buang air kecil pada balita.

Air kelapa

Bila si kecil tidak menyukai air putih, Anda bisa memberikan air kelapa sebagai pengganti agar ia tetap terhidrasi. Bukan hanya kadar airnya yang tinggi, air kelapa juga kaya elektrolit, termasuk kalium, natrium, dan klorida.

Air kelapa sangat cocok diminum setelah selesai melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga atau berlari. Mengingat anak balita usia 2-5 tahun sedang sangat aktif, memberikan air kelapa bisa menggantikan cairan yang hilang dari tubuhnya. Tidak hanya menyegarkan, air kelapa juga sehat karena tidak ada gula tambahan.

Ketimun

Pada 100 gram ketimun, mengandung 97,9 ml air yang sangat baik untuk kebutuhan cairan anak balita.

Tidak hanya air, ketimun juga terdiri dari vitamin K, kalium, dan magnesium. Ketimun juga rendah kalori karena hanya mengandung 8 kalori energi sehingga cocok dijadikan camilan untuk si kecil.

Kalau bosan diberikan secara utuh, Anda bisa membuat ketimun sebagai salad atau bahan untuk sandwich bersama telur, selada, dan saus tomat, dan mayones.

Yoghurt

Memenuhi kebutuhan cairan anak balita tidak hanya dari air, bisa juga lewat yoghurt yang mengandung 88 ml air dari 100 ml yoghurt.

Tidak hanya itu, yoghurt juga mengandung 52 kal energi, 2,5 gram lemak, dan 3,3 gram protein. Kalsium, fosfor, dan kalium juga ada di dalam yogurt yang meningkatkan kesehatan tulang anak balita.

Untuk si kecil, Anda bisa memberikan yogurt sebagai campuran untuk salad bersama buah sebagai variasi agar tidak bosan.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

(2020). Retrieved 3 March 2020, from http://himagizi.lk.ipb.ac.id/files/2014/01/AKG2013-Hardin-Final-Edit-bersama.pdf

Why Drinking Water Is the Way to Go (for Kids) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://kidshealth.org/en/kids/water.html

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2020). Healthy Hydration for Kids. Retrieved 3 March 2020, from https://www.webmd.com/parenting/guide/kids-healthy-hydration#1

Body Water Percentage: Average, Ideal, How to Maintain and Determine. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.healthline.com/health/body-water-percentage#body-water-storage

Signs of Dehydration in Toddlers: Warning Signs. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.healthline.com/health/parenting/signs-of-dehydration-in-toddlers#warning-signs

Toddler Drinks: Limit the Liquids. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.whattoexpect.com/toddler/eating-basics/limit-the-liquids.aspx

How much water should my toddler drink every day?. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.babycenter.in/x1016988/how-much-water-should-my-toddler-drink-every-day

Promising Health Benefits of the Strawberry: A Focus on Clinical Studies. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://pubs.acs.org/doi/10.1021/acs.jafc.6b00857

Z.-P. Xiao, Y. (2011). Flavonoids Health Benefits and Their Molecular Mechanism. Mini-Reviews In Medicinal Chemistry11(2), 169-177. Retrieved from http://www.eurekaselect.com/87478/article

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 04/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x