Clenbuterol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Clenbuterol Obat Apa?

Untuk apa obat clenbuterol?

Clenbuterol adalah obat yang digunakan untuk meredakan gejala sesak napas pada penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Obat ini masuk ke dalam golongan agonis beta-2 yang berfungsi untuk melebarkan otot-otot di saluran pernapasan. Obat ini juga berfungsi sebagai dekongestan untuk mengencerkan dahak.

Selain digunakan untuk mengobati asma, clenbuterol adalah obat yang yang dijadikan sebagai suplemen penurunan berat badan. Hal ini karena efeknya pada pertumbuhan otot dan pengurangan lemak.

Bagaimana cara penggunaan clenbuterol?

Baca aturan minum obat yang disediakan oleh apoteker sebelum Anda menggunakan pengobatan ini dan setiap Anda mengisi ulang resep.

Berikut adalah tata cara pemakaian clenbuterol:

  • Hindari mengunyah atau menghancurkan tablet karena hal tersebut dapat mengubah cara kerja atau meningkatkan efek samping obat.
  • Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.
  • Apabila kondisi Anda semakin memburuk atau tidak menunjukkan adanya perubahan, segera periksakan diri ke dokter.
  • Apabila Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Clenbuterol adalah salah satu obat yang baiknya disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi. Jangan pula dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.

Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.

Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Dosis Clenbuterol

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis clenbuterol untuk orang dewasa?

Untuk orang dewasa, dosis clenbuterol adalah 20 mcg sebanyak 2 kali sehari, dan dapat ditingkatkan hingga 40 mcg 2 kali sehari.

Bagaimana dosis clenbuterol untuk anak-anak?

Keamanan dan efektivitas belum ditetapkan pada pasien anak-anak (kurang dari usia 18 tahun).

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Sediaan obat clenbuterol adalah:

  • Tablet 20 mcg
  • Sirup 1 mcg/ml

Efek samping Clenbuterol

Apa saja efek samping dari obat clenbuterol?

Semua obat pasti berisiko menimbulkan efek samping, tidak terkecuali clenbuterol. Sebagian besar efek samping ini termasuk ringan, dan tak semua orang akan mengalaminya.

Namun, jika Anda mengalami masalah kesehatan yang mengganggu setelah menggunakan obat ini, beri tahu dokter Anda.

Menurut MIMS, beberapa efek samping yang mungkin Anda alami dari obat ini adalah:

  • Tremor kecil dari otot rangka
  • Jantung berdebar-debar
  • Tegang saraf
  • Sakit kepala
  • Kram otot, tapi jarang dilaporkan
  • Hipokalemia (dosis tinggi)
  • Reaksi hipersensitivitas

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Clenbuterol

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan clenbuterol?

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan clenbuterol , ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama clenbuterol dan kandungan lain dalam obat ini.
  • Beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda gunakan, baik obat resep, nonresep, suplemen, atau obat herbal. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat mungkin dapat berinteraksi dengan clenbuterol.
  • Obat ini tidak disarankan pada orang yang memiliki riwayat penyakit hipertiroidisme, aritmia, hipertensi, diabetes melitus, dan asma kronis.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Clenbuterol

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan clenbuterol?

Meskipun beberapa obat tertentu tidak direkomendasikan untuk digunakan bersamaan, pada kasus lain dua obat-obatan yang berbeda dapat digunakan bersamaan meskipun interaksi obat mungkin terjadi.

Pada kasus-kasus seperti ini, dokter Anda mungkin akan mengganti dosis, atau pencegahan lain yang perlu dilakukan. Beritahu penyedia layanan kesehatan Anda apabila Anda menggunakan obat-obatan resep atau non-resep lain.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat clenbuterol?

Obat-obatan tertentu, termasuk metamizole, tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahu dokter apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain.

Overdosis Clenbuterol

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi ambulans (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis obat clenbuterol adalah:

  • detak jantung meningkat
  • napas semakin cepat
  • palpitasi jantung
  • nyeri dada
  • tremor
  • kecemasan
  • ketidakseimbangan elektrolit

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat clenbuterol, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Jenis Obat Rematik Alami untuk Membantu Mengatasi Gejala yang Timbul

Cara mengobati rematik secara alami kerap menjadi pilihan. Berikut beberapa obat herbal dan minyak esensial untuk membantu meredakan gejala rematik.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengobati Rematik yang Ampuh, Termasuk untuk Lansia dan Ibu Hamil

Obat dan pengobatan rematik (rheumatoid arthritis) bisa beragam. Kenali cara mengobati rematik yang ampuh di sini, termasuk untuk lansia dan ibu hamil.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Gejala Rematik atau Rheumatoid Arthritis pada Orang Dewasa dan Anak

Gejala rematik atau rheumatoid arthritis bisa terjadi pada siapapun. Kenali gejala dan ciri-ciri rematik (rheumatoid arthritis), pada orang dewasa dan anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Rematik (Rheumatoid Arthritis) yang Perlu Diketahui

Penyakit rematik dapat terjadi pada siapapun. Kenali berbagai penyebab dan faktor risiko rematik atau rheumatoid arthritis berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perawatan fototerapi terapi cahaya

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
psoriasis arthritis

Psoriasis Arthritis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
asam urat atau gout

Penyakit Asam Urat (Gout)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
beda perbedaan rematik dan asam urat

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit