Awas, Jangan Sembarangan Menggerus Obat Tablet, Kapsul, atau Kaplet

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang punya cara yang beragam ketika minum obat-obatan jenis tablet, kapsul, ataupun kaplet. Ada yang harus meminumnya dengan air, atau diselipkan ke makanan supaya rasa pahitnya agak berkurang, dan ada pula yang harus menggerus obat agar mudah ditelan. Namun, tahukah Anda jika Anda tidak boleh menggerus obat sesuka hati? 

Kenapa tidak boleh sembarangan menggerus obat?            

Anda tidak boleh mengunyah, menggerus, ataupun menghancurkan obat baik itu dalam bentuk tablet, kapsul, kaplet, ataupun pil tanpa adanya persetujuan dari dokter dan petunjuk informasi yang tertera pada kemasan obat.

Saat ini banyak obat modern dikembangkan dengan menggunakan teknik yang bisa mempengaruhi cara kerja obat itu sendiri. Beberapa obat dirancang khusus untuk dilepaskan secara perlahan ke tubuh Anda selama periode waktu tertentu. Sedangkan beberapa jenis obat lainnya memiliki lapisan khusus sehingga akan sulit untuk dihancurkan.

Secara sederhana, ada beberapa obat yang jika dihancurkan tidak berefek buruk, tetapi ada pula beberapa obat yang dalam pembuatannya hanya ditujukan untuk ditelan saja tanpa perlu digerus. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dulu jika Anda ingin menggerus dan membuka isi dalam kapsul sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Apa saja efek samping yang bisa terjadi jika Anda menggerus obat tanpa izin dokter?

Seiring perkembangan teknologi kesehatan yang semakin canggih, beberapa tablet dilapisi oleh suatu zat yang memudahkan pengguna untuk menelannya dan melindungi obat dari keasaman lambung. Akan tetapi, beberapa obat tablet juga memiliki lapisan yang membuat obat tersebut sulit dihancurkan, sehingga menggerus tablet malah bisa mengiritasi lapisan perut Anda.

Pada umumnya, saat Anda menggerus tablet ataupun membuka isi kapsul, seluruh dosis dari obat tersebut dilepaskan dalam kurun waktu 5 sampai 10 menit. Beberapa tablet atau kapsul memang dirancang untuk melepaskan dosis obat dengan cepat setelah Anda mengonsumsinya, dan menggerus atau membuka isi seharusnya tidak menimbulkan masalah yang berarti.

Namun, jika obat yang Anda minum dirancang untuk dilepaskan secara perlahan, dengan menggerus atau membuka isinya malah bisa membuat obat tidak akan bekerja secara optimal, meningkatkan risiko overdosis dini dan kemungkinan efek samping yang lebih berbahaya lainnya, seperti keadaan pasien yang tidak kunjung membaik setelah mengonsumsi obat karena efektivitas obat berkurang.

Obat apa yang boleh digerus, dan obat apa yang tidak?

Untuk mengetahui mana obat yang boleh digerus dan mana yang tidak, Anda perlu mengetahui dulu jenis pelapis obat yang akan Anda konsumsi.

  • Tablet tanpa pelapis (uncoated). Obat ini dibuat tanpa pelapis, sehingga memungkinkan untuk digerus. Pasalnya, pembuatan obat jenis ini hanya ditujukan supaya memudahkan pasien untuk menelan.
  • Obat dengan lapisan gula atau film. Obat jenis ini dilapisi gula untuk untuk mengurasi rasa pahit sehingga membuat obat jadi terasa lebih enak. Penggerusan bisa membuat obat ini terasa sangat pahit dan tidak enak untuk dikonsumsi.
  • Lapisan enteri. Obat jenis ini tidak boleh dihancukan. Pemberian lapisan pada obat bertujuan untuk menghindari obat pecah di dalam lambung. Penggerusan bisa mengiritasi lambung dan menyebabkan obat tidak bekerja secara optimal.
  • Lapisan lepas lambat. Pembuatan obat ini bertujuan untuk memperlambat pelepasan zat aktif dalam obat, sehingga akan mengurangi frekuensi pemakaian obat, misalnya dari 3 kali sehari jadi hanya 1 kali sehari. Obat jenis ini tidak boleh digerus karena akan mempercepat pelepasan obat yang bisa berbahaya.

Lantas, bagaimana jika saya tidak bisa menelan obat tanpa dihancurkan dulu?

Jika Anda, anak Anda, atau seseorang yang Anda sayangi memiliki masalah dalam menelan tablet, pil kapsul, ataupun kaplet, beri tahu dokter atau ahli kesehatan yang meresepkan obat tersebut. Dokter atau ahli kesehatan mungkin bisa meresepkan alternatif obat yang tersedia, seperti obat cair atau tablet yang bisa dilarutkan dalam air, yang mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan Anda.

Menggerus obat biasanya disarankan dokter sebagai pilihan terakhir apabila sudah tidak ada alternatif lain. Nantinya, dokter akan mengajari Anda bagaimana cara menghancurkan serta meminum obat tersebut. Misalnya, dokter akan memberi tahu apakah Anda harus melarutkan obat dalam air ataupun mencampurkan obat dengan makanan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Saat akan meminum obat sirup, kerap ditemui petunjuk bahwa obat harus dikocok dahulu sebelum diminum. Mengapa hal itu harus dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Minum Obat dengan Air Dingin? Apakah Ada Dampaknya?

Mungkin sebagian dari Anda belum sadar jika minum obat sebaiknya tidak menggunakan air dingin. Mengapa demikian? Temukan alasannya pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Kolesterol tinggi termasuk faktor risiko sakit asam urat. Begitu juga sebaliknya. Lantas, adakah obat tertentu untuk mengatasi asam urat dan kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 27 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Saat Sedang Rutin Minum Obat Tidur Resep, Bolehkah Tiba-tiba Menghentikan Konsumsinya?

Segala jenis obat, termasuk obat tidur, punya aturan minumnya masing-masing. Lantas, bolehkah berhenti minum obat tidur resep di tengah jalan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 12 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

saat minum antibiotik

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cek obat

4 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Membeli Obat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 3 menit
setelah minum obat, seberapa cepat diserapnya?

Setelah Minum Obat, Berapa Lama Kemudian Efeknya Dirasakan Tubuh?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
minum obat puasa

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 April 2020 . Waktu baca 4 menit