Ganja atau Alkohol, Mana yang Lebih Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pertanyaan mengenai lebih bahaya mana antara ganja atau alkohol masih sering diperdebatkan. Pola penggunaan antara ganja dan alkohol yang sering digunakan dalam jangka panjang membuat keduanya sangat sulit dibandingkan. Efek bahaya konsumsi alkohol maupun ganja, sama-sama baru akan menunjukkan efek kesehatan dalam jangka panjang. Jadi, lebih bahaya ganja atau alkohol? Ini jawabannya.

Ada 10 zat yang lebih berbahaya dari ganja

Ganja (Cannabis sativa) atau disebut juga marijuana merupakan tanaman budidaya yang sering disalahgunakan. Daun ganja mengandung senyawa tetrahidrokanabinol atau yang sering disingkat THC yang memiliki efek psikoaktif atau dapat mempengaruhi saraf otak dan kondisi kejiwaan.

Efek yang paling khas saat mengisap daun ganja adalah euforia atau gembira hingga tertawa tanpa sebab, lalu diikuti dengan halusinasi atau melihat hal-hal yang tidak nyata.

Karena efeknya langsung memicu perubahan perilaku, ganja selalu dilihat sebagai sesuatu yang sangat berbahaya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan asal Jerman dan Kanada setidaknya mencatat ada 10 zat yang lebih mematikan dibandingkan ganja, termasuk beberapa zat yang legal, seperti alkohol dan nikotin, yang terkandung dalam sebatang rokok.

Menurut penelitian, lebih bahaya ganja atau alkohol?

Bahaya ganja atau alkohol hingga saat ini masih sering diperdebatkan. Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Scentific Report menuliskan bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebih 100 kali lebih berbahaya dibandingkan menggunakan ganja.

Menurut studi ini, risiko ganja masih jauh lebih rendah dibandingkan alkohol. Dalam studi tersebut, para peneliti menghitung risiko kesehatan masing-masing obat dengan melihat ukuran yang disebut margin paparan (MOE) yang menjadi rasio untuk perbandingan jumlah obat yang dibutuhkan untuk membunuh seseorang. Cara menghitungnya sederhana, bila rasio MOE rendah, obat tersebut mematikan.

Saat diuji, tetrahydrocannabinol (THC), bahan aktif dalam ganja, memiliki MOE lebih dari 100. Ini berarti tidak sesuai kriteria “membunuh” MOE. Sebaliknya, rasio MOE dari alkohol, heroin, kokain, dan nikotin berada di angka 10. Sebuah angka rasio yang cukup untuk mencabut nyawa seseorang.

Sedangkan zat lain, seperti MDMA, methamphetamine, metadon (narkotik yang sering digunakan pengobatan medis selain heroin), amfetamin (stimulan untuk obat narkolepsi dan hiperaktif), dan diazepam, sedikit berisiko. Sebab, rasio MOE dari obat-obatan tersebut berada di antara 10 sampai 100.

Meski begitu, rasio MOE ini masih diperdebatkan di kalangan ilmuwan. Alasannya, rasio MOE didasarkan pada data hewan. Karena itu, tidak etis jika menyandingkannya dengan manusia.

Efek ganja yang dikonsumsi berlebihan sama dengan overdosis alkohol

Penggunaan alkohol memang lebih banyak dipantau, ada 88.000 kematian per tahun akibat terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Meskipun efek kematian pada penggunaan ganja tidak ada angka pasti, namun bukan berarti zat ini tidak berbahaya. Penelitian efek ganja bagi kesehatan masih terus diteliti.

Menurut Ruben Baler, seorang ilmuwan kesehatan di National Institute on Drug Abuse, dampak dari penggunaan ganja jauh lebih halus. Ganja mempengaruhi sistem kardiovaskular serta meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Jika ganja dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dalam satu waktu, efeknya sama seperti overdosis alkohol.

Menurut Direktur Divisi Metabolisme dan Efek Kesehatan di Institut Nasional Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme Amerika Serikat, Gary Murray, ganja dapat mempengaruhi kesehatan dengan cara tidak langsung.

Karena ganja dapat merusak koordinasi dan keseimbangan, ada risiko menyakiti diri sendiri, terutama jika seseorang mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan konsentrasi.

Perdebatan bahaya ganja atau alkohol masih terus berlangsung. Namun, Anda harus ingat baik ganja yang kepemilikannya ilegal di Indonesia ataupun alkohol berpotensi besar membahayakan kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Wajib Tahu! Ini Perbedaan Disinfektan dan Hand Sanitizer

Disinfektan dan hand sanitizer kerap dianggap sama karena dapat membunuh kuman dan virus. Simak perbedaan disinfektan dan hand sanitizer pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Konten Bersponsor
perbedaan disinfektan dan hand sanitizer
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Apa Sebenarnya Pengaruh Alkohol untuk Kesehatan Jantung?

Konsumsi alkohol ternyata memengaruhi kondisi jantung Anda. Lantas, apa pengaruh baik dan buruk minum alkohol untuk kesehatan jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Efek Narkoba Pada Otak: Dari Kebutaan Sampai Kerusakan Saraf

Tahukah Anda apa efek narkoba pada otak? Tidak hanya kebutaan, Anda juga bisa menderita cacat hanya untuk kenikmatan sesaat! Cek di artikel ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 27 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

paracetamol dan alkohol

Bahaya Minum Paracetamol Setelah Minum Minuman Beralkohol

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
perlemakan hati atau fatty liver adalah pembengkakan hati karena konsumsi alkohol.

Fatty Liver (Perlemakan Hati)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
kedutan mata kiri atas

Mata Sering Kedutan, Apa Artinya dari Sisi Medis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
mabuk alkohol

Seperti Apa, Sih, Rasanya Mabuk Alkohol? Kenali 7 Tahapannya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit