Asam Fusidat (Fusidic Acid)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Asam Fusidat (Fusidic Acid) Obat Apa?

Untuk apa asam fusidat (fucidic acid)?

Asam fusidat atau fusidic acid adalah obat untuk mengobati infeksi kulit karena bakteri staphylococcus. Mekanisme kerja obat ini adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Sodium fusidate adalah turunan asam fusidat yang biasanya ditemukan dalam bahan salep.

Krim asam fusidat dan salep sodium fusidate adalah obat antibiotik yang biasanya menghilangkan infeksi kulit dengan cepat, terutama infeksi yang hanya menutupi sebagian kecil area.

Bila infeksi menyebar, tablet antibiotik atau obat cairan mungkin dibutuhkan. Jika area kulit yang terinfeksi meradang, dokter mungkin meresepkan krim yang menggabungkan asam fusidat dengan obat NSAID, misalnya hydrocortisone atau betamethasone.

Bagaimana cara pakai asam fusidat?

Sebelum memulai pengobatan, baca petunjuk penggunaan pada kemasannya. Informasi tentang krim atau salep, dan cara menggunakannya akan lebih lengkap pada lembar aturan pemakaian.

Gunakan obat topikal sesuai arahan dokter. Oleskan krim/salep tipis pada area yang terinfeksi dan gosok dengan lembut. Jika Anda belum diberi tahu, gunakan 3-4 kali sehari.

Ingat untuk mencuci tangan dengan benar setelah selesai menggunakannya (jika Anda tidak menggunakannya untuk mengobati tangan). Hanya gunakan obat selama dokter telah memberikan instruksi. Pengobatan dengan salep ini biasanya berlangsung selama sekitar 7-10 hari.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Aturan Pakai Asam Fusidat (Fusidic Acid)

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis asam fusidat untuk orang dewasa?

Asam fusidat tablet oral: 500 mg tid. Mungkin meningkat menjadi 1 g tid pada infeksi berat.

Asam fusidat intravena: untuk pasien di atas 50 kg: 500 mg tid, mungkin meningkat menjadi 1 g tid pada infeksi berat. Untuk pasien di bawah 50 kg: 6-7 mg/kg tid. Untuk infusi IV yang lambat selama setidaknya 2 jam, harus diberikan melalui pembuluh darah besar dengan aliran darah yang baik.

Asam fusidat obat tetes mata: 1% obat tetes mata, teteskan sekali ke dalam mata yang terpengaruh setiap 12 jam selama 7 hari.

Asam fusidat salep dan krim: 2% salep/krim/gel, oleskan di area yang terpengaruh 3-4 kali sehari sampai mulai membaik. Jika kain kasa dibalutkan, frekuensi penggunaan mungkin berkurang menjadi 1-2 kali per hari.

Bagaimana dosis asam fusidat untuk anak-anak?

Oral: anak di bawah 1 tahun: sekitar 15 mg/kg; anak 1-5 tahun: 250 mg; anak 5-12 tahun: 500 mg. Diatur dalam tid.

Intravena: 20 mg/kg per hari dalam 3 dosis terpisah. Diberikan melalui infus IV dengan lambat selama setidaknya 2 jam; harus diberikan melalui pembuluh darah besar dengan aliran darah yang baik.

Obat tetes mata: ≥2 tahun: 1% obat tetes mata, teteskan sekali pada mata yang terpengaruh setiap 12 jam selama 7 hari.

Salep dan krim: 2% salep/krim/gel: oleskan di area yang terpengaruh 3-4 kali sehari sampai mulai membaik. Jika kain kasa dibalutkan, frekuensi penggunaan mungkin berkurang menjadi 1-2 kali per hari.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Setiap 5 ml cairan mengandung 250 mg asam fusidat. Obat ini tersedia dalam bentuk:

  • Salep asam fusidat: 20 mg/g
  • Tablet asam fusidat: 250 mg
  • Bubuk untuk suntikan: 500 mg

Dosis Asam Fusidat (Fusidic Acid)

Efek samping apa yang dapat dialami karena asam fusidat?

Berikut efek samping akibat obat tetes mata asam fusidat:

  • mata terasa tersengat atau panas selama beberapa saat setelah penggunaan
  • reaksi alergi (hipersensitivitas)

Efek samping akibat krim dan salep asam fusidat:

  • ruam
  • rasa tersengat dan iritasi
  • gatal dan radang

Efek samping akibat cairan asam fusidat:

  • sakit perut

Jika Anda merasa tidak membaik atau semakin parah, Anda harus memberitahu dokter atau apoteker.

Beri tahu dokter segera jika Anda memiliki gejala alergi parah (anafilaktik) saat Anda sedang menggunakan obat tetes mata atau krim/salep asam fusidat:

  • sulit bernapas
  • wajah membengkak, khususnya di sekitar mata atau kelopak mata
  • ruam parah
  • rasa terbakar atau tersengat dalam mata yang tidak hilang

Beri tahu dokter segera jika Anda memiliki gejala berikut saat menggunakan cairan asam fusidat:

  • kulit atau bagian putih mata menguning
  • anuria
  • mulai mudah memar atau pendarahan tanpa penjelasan
  • ulkus mulut, sakit tenggorokan, atau infeksi lain yang berkali-kali dan sulit hilang

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak tercantum di atas.

Jika Anda ingin tahu informasi lebih lanjut tentang efek samping obat ini, konsultasikan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping Asam Fusidat (Fusidic Acid)

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan asam fusidat?

Sebelum menggunakan obat, beritahu dokter jika Anda:

  • hamil atau menyusui (walaupun obat ini tidak berbahaya bagi kesehatan janin dalam kandungan, Anda perlu memberitahu dokter jika Anda mengira Anda sedang hamil)
  • pernah mengalami reaksi alergi obat atau persiapan kulit

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan asam fusidat pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko,
  • B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,
  • C=Mungkin berisiko,
  • D=Ada bukti positif dari risiko,
  • X=Kontraindikasi,
  • N=Tidak diketahui

Peringatan dan Perhatian Obat Asam Fusidat (Fusidic Acid)

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan obat ini?

Interaksi obat mungkin mengubah cara obat bekerja atau meningkatkan risiko efek samping serius.

Catat semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat resep/tanpa resep dan produk herbal) dan beritahu kepada dokter dan apoteker. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat tanpa persetujuan dokter.

Menurut Drugs.com, berikut adalah obat-obatan yang mungkin berinteraksi dengan asam fusidat:

  • Atorvastatin
  • Pravastatin
  • Ritonavir
  • Saquinavir
  • Simvastatin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan dengan ahli penyedia layanan kesehatan profesional tentang penggunaan obat Anda bersama makanan, alkohol, atau rokok.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah medis lainnya mungkin memengaruhi penggunaan obat. Pastikan Anda memberitahu dokter jika Anda memiliki masalah medis lainnya, terutama gangguan atau penyakit hati.

Interaksi Obat Asam Fusidat (Fusidic Acid)

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis untuk menggantikan dosis yang terlewatkan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

    Teknik box breathing bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan stres yang melanda. Seperti apa dan bagaimana cara melakukannya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . 4 menit baca

    Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

    Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 03/07/2020 . 6 menit baca

    Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

    Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Batuk, Health Centers 02/07/2020 . 7 menit baca

    Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

    Mimpi buruk bisa datang kapan saja di setiap malam Anda. Ini bisa sangat mengganggu Anda jika sering terjadi. Temukan cara mengatasi mimpi buruk di sini.

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Tips Sehat 02/07/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    covid-19 menular lewat ac

    Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
    gejala penyakit yang diacuhkan

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
    protein soya

    Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca

    Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca