Biji Rami

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/03/2018
Bagikan sekarang

Manfaat

Apa manfaat biji rami?

Biji rami adalah salah satu jenis biji-bijian utuh yang sering dijadikan tepung untuk mengolah makanan. Namun, biji rami juga biasa diolah sebagai suplemen herbal untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan, seperti:

Selain itu, biji ini juga bisa digunakan untuk mengatasi gangguan jantung dan pembuluh darah, termasuk kolesterol tinggi, penyumbatan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung koroner.

Punya masalah dengan jerawat? Suplemen berbahan flax seed ini mampu mengatasinya. Beberapa orang juga mengonsumsi suplemen herbal ini untuk mengatasi:

  • Gangguan attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD)
  • Masalah ginjal pada orang dengan systemic lupus erythematosus (SLE)
  • Gejala menopause
  • Nyeri payudara
  • Diabetes yang tak terkendali
  • Obesitas
  • Depresi
  • Infeksi kandung kemih

Kegunaan lain termasuk pengobatan yaitu untuk sakit tenggorokan, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), dan batuk.

Beberapa orang menggunakan suplemen ini untuk menurunkan risiko terkena tulang lemah (osteoporosis) dan untuk melindungi terhadap kanker payudara, kanker paru-paru, kanker usus, dan kanker prostat.

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup mengenai bagaimana cara kerja suplemen herbal ini. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa biji jenis ini punya zifat antikanker dan tinggi serat, sehingga baik bagi kesehatan tubuh.

Serat yang tinggi pada biji rami membuat Anda akan tahan lapar dalam waktu yang lebih lama.

Dosis

Informasi yang disediakan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum menggunakan pengobatan ini.

Berapa dosis  yang biasa digunakan untuk biji rami?

Sebenarnya, tidak ada anjuran dosis yang pasti untuk suplemen herbal ini. Namun beberapa penelitian menyatakan bahwa:

  • Untuk diabetes tipe 2: 600 mg ekstrak lignan biji rami tertentu tiga kali sehari, sediakan 320 lignan mg, selama 12 minggu.
  • Untuk kolesterol tinggi: Panggang dengan pangan lain seperti muffin atau roti yang mengandung biji rami dan biji rami tanah dengan memberikan dosis harian 40-50 gram biji rami.
  • Untuk meningkatkan fungsi ginjal pada orang dengan lupus eritematosus sistemik (SLE): 15 gram biji rami tanah dua kali sehari dengan sereal, atau jus jeruk atau tomat.
  • Untuk mengatasi gejala menopause ringan: 40 gram biji rami dihancurkan atau dicampur dalam adonan roti setiap hari.
  • Untuk meningkatkan fungsi ginjal pada orang dengan lupus eritematosus sistemik (SLE): 15 gram biji rami tanah dua kali sehari dengan sereal, atau jus jeruk atau tomat.
  • Untuk mengatasi gejala menopause ringan: 40 gram biji rami dihancurkan atau dicampur dalam adonan roti setiap hari.

Dosis dari suplemen herbal dapat berbeda pada tiap pasien. Dosis yang Anda perlukan tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Suplemen herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter untuk dosis yang cocok untuk Anda.

Dalam bentuk apa saja biji rami tersedia?

Suplemen herbal ini dapat tersedia dalam bentuk dan dosis sebagai berikut: kapsul, minyak, serbuk, atau biji-bijian.

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh biji rami?

Ekstrak biji rami dapat menyebabkan beberapa efek samping, termasuk kematian. Beberapa gejala efek sampingnya:

  • Mual dan muntah
  • Anoreksia
  • Diare
  • Perut kembung
  • Obstruksi saluran pencernaan
  • Reaksi hipersensitivitas
  • Kelemahan

Tak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan di sini. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi biji rami?

Simpan rami di kulkas untuk mencegah pecahnya asam lemak. Rami yang mentah mungkin tidak aman, karena dianggap beracun.

Selalu pantau apakah Anda mengalami hipersensitivitas dan reaksi overdosis. Jika ada, hentikan penggunaan herbal ini dan minumlah antihistamin atau terapi lain yang sesuai.

Biji rami dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat meningkatkan efek penurunan gula darah pada beberapa obat yang digunakan untuk diabetes. Jika Anda memiliki diabetes dan mengonsumsi suplemen herbal ini, maka awasi kadar gula darah Anda dengan cermat.

Karena biji rami mungkin bertindak  seperti hormon estrogen, maka ia dapat membuat beberapa kondisi hormon-sensitif memburuk. Beberapa kondisi ini meliputi kanker payudara, kanker rahim, kanker ovarium, endometriosis, dan fibroid rahim.

Suplemen herbal ini juga dapat menurunkan tekanan darah diastolik. Jadi suplemen ini hanya akan membuat tekanan darah semakin turun jika Anda punya tekanan darah rendah.

Distribusi dan penggunaan suplemen herbal tidak diatur ketat oleh BPOM layaknya obat medis. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanannya. Sebelum menggunakan, konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut untuk memastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya.

Seberapa amankah biji rami?

Rami sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan dan menyusui. Herbal ini tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan tidak boleh digunakan oleh orang-orang dengan obstruksi usus atau dehidrasi, atau oleh orang dengan hipersensitivitas.

Suplemen ini juga mampu memperlambat pembekuan darah. Jangan menggunakannya jika Anda memiliki gangguan perdarahan.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi biji rami?

Suplemen herbal ini dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan. Beri tahu dokter dan apoteker tentang obat dan suplemen yang Anda gunakan.

Interaksi dapat terjadi jika suplemen ekstrak rami dikonsumsi bersamaan dengan:

  • Semua obat-obatan oral. Penyerapan obat mungkin akan menurun jika dikonsumsi bersamaan dengan rami.
  • Antikoagulan, antiplatelet. Rami dapat meningkatkan risiko perdarahan
  • Obat antidiabetes, obat pencahar. Rami dapat meningkatkan tindakan obat pencahar, mengakibatkan diare, dan antidiabetik
  • Kolesterol, trigliserida. Rami dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan trigliserida
  • glukosa: rami dapat menurunkan glukosa darah

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Penderita Hipertensi Melakukan HIIT (High-Intensity Interval Training)?

Olahraga HIIT (high-intensity interval training) memang bermanfaat bagi jantung dan peredaran darah, tapi bolehkah penderita hipertensi melakukannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Mengadaptasi Pola Asuh yang Dapat Mencegah Anak Melakukan Bullying

Pola asuh orang tua berpengaruh pada perilaku bullying yang dilakukan anak.Ikutlah penerapan pola asuh yang dapat mencegah anak melakukan bullying ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

5 Sumber Serat Selain Buah dan Sayur untuk Anak

Pilih makanan berikut ini sebagai makanan alternatif sumber serat ketika anak menolak atau sulit untuk makan buah dan sayur.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Mengingat sakit perut cukup sering terjadi, ketahui gejala lain yang menyertainya sebagai tanda bahwa sudah waktunya anak untuk mendapat pertolongan dokter.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

turun berat badan naik setelah diet

3 Penyebab Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
Waktu istirahat untuk anak

Tak Melulu Bermain, Waktu Istirahat Juga Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
keterampilan sosial anak gadget

Gadget Tidak Buruk bagi Keterampilan Sosial Anak, Tapi Orangtua Harus Cermati Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020