Biji Kakao

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Manfaat

Untuk apa biji kakao?

Biji kakao adalah tanaman penghasil cokelat. Dikenal sejak lama sebagai makanan, kini biji kakao juga digunakan oleh beberapa orang sebagai obat. Biji kakao diketahui dapat membantu mengatasi infeksi usus, diare, asma, bronkitis, dan sebagai ekspektoran untuk paru-paru yang tersumbat. 

Sementara kulit bijinya diketahui membantu pengobatan penyakit hati, kandung kemih, penyakit ginjal, dan diabetes. Selain itu, krim kakao juga digunakan secara oles untuk mengobati kerutan dan mencegah stretch mark pada kehamilan.

Beberapa penelitian juga menyebutkan jika cokelat mampu menurunkan risiko tekanan darah tinggi, arteri yang tersumbat, gagal jantung kongestif, stroke, dementia, sampai hipotensi.

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup mengenai bagaimana cara kerja suplemen herbal ini. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa manfaat biji kakao berada pada kandungan senyawa flavanol di dalamnya. Flavanol berfungsi mengaktifkan gen dalam tubuh untuk memproduksi nitrit oksida. Nitrit oksida bekerja dengan cara melemaskan pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah beserta oksigen ke organ-organ tubuh.

Selain nitrit oksida, kandungan antioksidan dalam cokelat juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit. Antioksidan membantu tubuh menangkal efek buruk dari radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk biji kakao untuk orang dewasa?

Tidak ada rekomendasi dosis tertentu. Dosis untuk tanaman herbal ini mungkin berbeda untuk setiap pasien. Dosis yang dipakai tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Suplemen herbal tidak selalu aman. Silakan berdiskusi dengan herbalis atau dokter untuk dosis yang tepat bagi Anda.

Dalam bentuk apa saja biji kakao tersedia?

Biji kakao dapat tersedia dalam bentuk dan dosis sebagai berikut:

  • Ekstrak
  • Bubuk
  • Sirup
  • Krim

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh biji kakao?

Kakao umumnya dapat ditoleransi dengan baik ketika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Namun, bagi beberapa orang, herbal satu ini dapat menyebabkan reaksi alergi seperti:

  • Ruam atau kemerahan
  • Gatal
  • Sensasi panas
  • Iritasi

Selain itu, orang yang memiliki masalah pencernaan seperti refluks asam lambung (GERD) juga mungkin bisa memicu gejala penyakit tersebut. Pasalnya, cokelat termasuk di antara makanan yang diyakini dapat memicu kenaikan asam lambung dengan menyebabkan otot sfingter melemas dan asam lambung pun naik.

Meski begitu, tak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan di sini. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi biji kakao?

  • Berhati-hatilah jika Anda sensitif terhadap cokelat. Individu dengan hipersensitivitas pada cokelat tidak dianjurkan menggunakan kakao.
  • Perhatikan penggunaan jika Anda memiliki penyakit jantung, radang usus, dan irritable bowel syndrome (IBS). Anda tidak dianjurkan mengonsumsi kakao dalam jumlah yang besar.
  • Pantaulah tekanan darah Anda sebelum dan sesudah mengonsumsi cokelat. Pasalnya, tekanan darah mungkin meningkat.
  • Simpan kakao di tempat yang sejuk dan kering, jauhkan dari panas dan kelembapan.
  • Jauhkan produk yang mengandung kakao dari hewan peliharaan.

Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah kakao?

Gunakan kakao secukupnya saja pada anak-anak atau mereka yang hamil atau menyusui sampai penelitian lebih lanjut tersedia.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi biji kakao?

Herbal satu ini mungkin dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan.

  • MAOIs. Kandungan tiramin dalam kakao dapat meningkatkan efek vasopressor dari MAOIs; jangan digunakan secara bersamaan.
  • Teofilin. Cacao dapat menurunkan metabolisme xanthines seperti teofilin, sehingga meningkatkan kadar teofilin; jangan gunakan secara bersamaan.
  • Ephedra, guarana, yerba mate. Kakao dapat meningkatkan efek samping dari produk tersebut.
  • Kopi, teh, dan minuman soda. Kakao dapat meningkatkan rangsangan sistem saraf pusat bila digunakan dengan makanan dan minuman berkafein.
  • Konsumsi kakao dalam jumlah besar dapat menyebabkan peningkatan katekolamin dalam darah sewaktu terjadi perdarahan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alih-Alih Bikin Gemuk, Makan Cokelat Bisa Turunkan Berat Badan. Kok Bisa?

Katanya, cokelat bisa bikin gemuk dan menaikkan gula darah. Namun, ada juga yang bilang kalau cokelat bisa bikin berat badan turun. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 7 September 2018 . Waktu baca 5 menit

10 Cara Menyenangkan untuk Bisa Hidup Lebih Panjang Umur

Umur kita di dunia siapa yang tahu. Namun, Anda bisa melakukan 10 aktivitas seru dan menyenangkan ini agar panjang umur dan selalu awet muda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 Juli 2018 . Waktu baca 7 menit

Makan Cokelat Ternyata Baik Bagi Penderita Sindrom Iritasi Usus (IBS)

Cokelat tidak hanya bisa memperbaiki suasana hati, ternyata juga bisa meredakan gejala IBS. Lalu, berapa banyak batasan makan cokelat untuk iritasi usus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Mei 2018 . Waktu baca 3 menit

Rasanya Memang Lezat, Tapi Apakah Selai Cokelat Kacang Benar-Benar Sehat?

Banyak orang suka makan roti dengan olesan selai kacang cokelat saat sarapan. Namun, apa dampaknya untuk kesehatan? Apa benar menyehatkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 4 Mei 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak kebanyakan makan cokelat

Si Kecil Gila Cokelat di Hari Natal? Batasi Asupannya ya, Bu!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
makan cokelat tiap hari

Suka Makan Cokelat Tiap Hari, Bikin Gemuk Atau Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
cokelat menyebabkan jerawat

Benarkah Makan Cokelat Kebanyakan Bisa Bikin Jerawatan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 April 2019 . Waktu baca 3 menit
bubuk kakao biji coklat

10 Khasiat Menakjubkan Kakao Bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2018 . Waktu baca 12 menit