Nama Generik: Metoclopramide Merek: Damaben, Enakur, Meclam, Opram, Piralen, Sotatic, Vertivom, Vomitrol, Clopramel, Emeran, Ethiferan, Lexapram, Metoclopramide Indo Farma, Metoclopramide OGB Dexa, Nilatika, Nofoklam, Plasil, Praminal, Primperan, Raclonid, Tivomit, Tomit, Topram, Vilapon, Vomidex, Vomiles, Vomipram, Vosea, Zumatroldanmetoclopramide obat mual muntah sakit perut ibu hamil.

Kegunaan

Untuk apa Metoclopramide?

Metoclopramide adalah obat untuk mengobati beberapa masalah di perut dan usus, seperti rasa panas di perut (heartburn), asam lambung, dan maag yang tak kunjung sembuh. Metoclopramide biasanya digunakan untuk maag yang muncul setelah makan atau di siang hari.

Metoclopramide juga digunakan pada pasien diabetes yang memiliki kesulitan dalam mengosongkan perut (gastroparesis). Metoclopramide bekerja dengan menghambat substansi natural (dopamine). Ia mempercepat pengosongan perut dan pergerakan usus atas.

Metoclopramide mungkin juga digunakan untuk mencegah mual/muntah akibat kemoterapi atau radiasi untuk pengobatan kanker.

Dosis metoclopramide dan efek samping metoclopramide akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana aturan minum Metoclopramide?

Konsumsilah metoclopramide dari mulut 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur, biasanya 4 kali sehari atau sesuai instruksi dokter. Untuk memastikan Anda menakar dosis yang tepat jika akan mengonsumsi obat cair, gunakan sendok atau gelas khusus obat yang disediakan. Tidak dianjurkan untuk menakar dosis menggunakan sendok makan. Jika Anda tidak memiliki sendok obat, mintalah kepada apoteker Anda.

Jika Anda menggunakan versi tablet larut, jangan keluarkan tablet dari kemasannya hingga sesaat sebelum Anda meminumnya. Keringkan tangan Anda sebelum memegang obat ini. Jangan konsumsi jika tablet pecah atau hancur. Setelah mengeluarkan tablet dari kemasannya, langsung masukkan ke dalam mulut dan biarkan larut sepenuhnya, kemudian telan dengan ludah. Tak perlu menggunakan air untuk menelan obat dengan bentuk ini.

Dosis selalu diberikan berdasarkan berat badan, kondisi kesehatan, dan bagaimana Anda merespon terapi. Jika heartburn hanya muncul di waktu tertentu saja (misalnya setelah makan malam), dokter mungkin akan meminta Anda untuk meminum satu dosis sebelum waktu tersebut daripada meminumnya sepanjang hari. Ini akan mengurangi risiko efek samping.

Berhubung ada risiko tardive dyskinesia, jangan minum obat ini lebih sering atau dengan dosis lebih banyak dari yang diresepkan dokter. Menurut produsen obat ini, pengobatan tidak boleh melebihi 12 minggu.

Untuk mengobati diabetic gastroparesis, obat ini biasanya dikonsumsi 2-8 minggu sampai perut berfungsi normal kembali. Kondisi ini dapat muncul lagi dari waktu ke waktu. Dokter mungkin meminta Anda untuk meminum obat ini lagi saat gejala muncul kembali, dan berhenti setelah Anda merasa lebih baik. Tanya dokter Anda mengenai kapan Anda harus memulai dan berhenti menggunakan obat ini.

Gunakan obat ini secara rutin sesuai instruksi untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Untuk membantu Anda mengingat, minumlah di waktu yang sama setiap hari sebelum makan.

Jika obat ini sudah digunakan secara rutin dalam waktu cukup lama atau dengan dosis tinggi, gejala kecanduan (seperti pusing, grogi, sakit kepala) mungkin muncul jika Anda tiba-tiba menghentikan penggunaan obat ini. Untuk mencegahnya, dokter mungkin akan menurunkan dosis secara perlahan-lahan. Konsultasilah pada dokter atau apoteker untuk detail selanjutnya, dan laporkan semua gejala kecanduan secepatnya.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan Metoclopramide?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Metoclopramide untuk orang dewasa?

Dosis metoclopramide untuk mengobati mual/muntah sehabis operasi

10 mg sebagai dosis tunggal melalui suntikan intramuskular atau suntikan intravena lambat selama 3 menit.

Dosis metoclopramide untuk mengobati refluks asam lambung

Oral: 10-15 mg sampai 4 kali sehari, tergantung gejala yang diobati dan respon klinis. Bila gejala parah, boleh diberikan 20 mg sebelum pencetus. Pengobatan tak boleh melebihi 12 minggu.

 

Dosis metoclopramide untuk mengobati gastroparesis

Parenteral: 10 mg 4 kali sehari, IV (perlahan-lahan dengan periode 1-2 menit) atau IM hingga maksimum 10 hari.

Oral: 10 mg 4 kali sehari, selama 2-8 minggu tergantung pada respon klinis.

Dosis metoclopramide untuk intubasi usus kecil

10 mg IV sebagai dosis tunggal, diberikan selama 1-2 menit.

Dosis metoclopramide untuk mengobati mual/muntah akibat kemoterapi

Oral: 10 mg tiga kali sehari. Durasi maksimal 5 hari.

 

Bagaimana dosis Metoclopramide untuk anak-anak?

 

Dosis metoclopramide untuk intubasi usus kecil pada anak

  • Usia di bawah 6 tahun: 0.1 mg/kg IV sebagai dosis tunggal
  • 6 sampai 14 tahun: 2.5 sampai 5 mg IV sebagai dosis tunggal

 

Dosis metoclopramide untuk profilaksis mual/muntah setelah operasi pada anak (parenteral)

  • 1-3 tahun, 10-14 kg: 1 mg, 3 kali sehari
  • >3 – 5 tahun, 15-19 kg: 2 mg, 3 kali sehari
  • >5 – 9 tahun, 20-29 kg: 2.5 mg, 3 kali sehari
  • >9 – 18 tahun, 30-60 kg: 5 mg, 3 kali sehari
  • Durasi maksimal: 48 hari.

Dalam dosis apakah Metoclopramide tersedia?

Solution, Injeksi: 5 mg/mL.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Metoclopramide?

Efek samping metoclopramide yang umum terjadi adalah:

  • Perasaan lelah, mengantuk, lemas, atau pusing
  • Sakit kepala, sulit tidur (insomnia)
  • Mual, muntah, diare
  • Payudara sakit atau membengkak
  • Perubahan pada siklus menstruasi
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya

Hentikan pengobatan dengan metoclopramide dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius dari metoclopramide, yang mungkin muncul dalam 2 hari pertama sejak dimulainya pengobatan, seperti:

  • Tangan atau kaki gemetar atau tremor
  • Pergerakan otot muka yang tak dapat dikontrol (mengunyah, mengecap, cemberut, lidah bergerak-gerak, berkedip, dan gerakan bola mata)
  • Pergerakan otot yang baru dan tak biasa, yang tak bisa Anda kontrol

Hentikan penggunaan metoclopramide dan hubungi dokter segera jika Anda mengalami salah satu efek samping serius berikut ini:

  • Gerakan otot yang perlahan atau tiba-tiba, masalah dengan keseimbangan atau saat berjalan
  • Wajah terlihat seperti memakai topeng
  • Otot sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, kebingungan, detak jantung cepat dan tak teratur, tremor, perasaan seperti akan pingsan
  • Depresi, pemikiran ingin bunuh diri atau melukai diri sendiri
  • Halusinasi, kegugupan, gelisah, perasaan grogi, tak bisa duduk diam
  • Pembengkakan, napas pendek, kenaikan berat badan secara cepat
  • Jaundice (kulit atau mata menguning)
  • Kejang

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Metoclopramide?

Sebelum menggunakan metoclopramide:

  • Informasikan dokter dan apoteker jika Anda alergi pada metoclopramide, obat-obatan lain, atau salah satu bahan di dalam metoclopramide baik yang berbentuk tablet maupun cairan. Tanya dokter atau apoteker, atau cek label panduan obat untuk melihat daftar bahan
  • Informasikan dokter dan apoteker obat-obatan apa saja yang sedang atau akan Anda konsumsi, baik dengan maupun tanpa resep, termasuk vitamin, suplemen nutrisi, dan produk herbal. Pastikan obat-obatan di bawah ini tidak terlewat: acetaminophen (Tylenol, dll); antihistamines; aspirin; atropine (di dalam Lonox, di dalam Lomotil); cyclosporine (Gengraf, Neoral, Sandimmune); barbiturates seperti pentobarbital (Nembutal), phenobarbital (Luminal), dan secobarbital (Seconal); digoxin (Lanoxicaps, Lanoxin); haloperidol (Haldol);insulin; ipratropium (Atrovent); lithium (Eskalith, Lithobid); levodopa (in Sinemet, in Stalevo); obat-obatan untuk kegugupan, tekanan darah, penyakit usus, motion sickness, mual, penyakit Parkinson’s, tukak lambung, atau masalah kemih; monoamine oxidase (MAO) inhibitors, termasuk isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelapar), dan tranylcypromine (Parnate); obat-obatan narkotika untuk rasa sakit; obat penenang; obat tidur; tetracycline (Bristacycline, Sumycin); atau tranquilizers. Doktor mungkin harus mengubah dosis pengobatan Anda atau memonitor Anda dengan lebih cermat untuk tanda-tanda munculnya efek samping
  • Informasikan dokter jika Anda sedang atau pernah menderita perut atau usus tersumbat, berdarah, atau robek, pheochromocytoma (tumor di kelenjar kecil dekat ginjal); atau kejang-kejang. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk tidak mengonsumsi metoclopramide
  • Informasikan dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit Parkinson (PD; kelainan sistem saraf yang menyebabkan kesulitan dalam bergerak, mengontrol otot, dan menjaga keseimbangan); tekanan darah tinggi, depresi, kanker payudara; asma; kekurangan glucose-6-phosphate dehydrogenase (G-6PD) (penyakit kelainan darah turunan); kekurangan NADH cytochrome B5 reductase (penyakit kelainan darah turunan); atau penyakit jantung, hati, atau ginjal
  • Informasikan dokter jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda sedang dalam pengobatan metoclopramide dan kemudian hamil, hubungi dokter Anda
  • Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter dan dokter gigi bahwa Anda sedang dalam pengobatan metoclopramide
  • Ketahuilah bahwa obat ini mungkin membuat Anda mengantuk. Jangan menyetir mobil atau menjalankan mesin sampai Anda tahu bagaimana efek obat ini pada tubuh Anda
  • Konsultasikan dokter Anda mengenai konsumsi alkohol yang aman selama Anda berada dalam pengobatan ini. Alkohol dapat membuat efek samping metoclopramide memburuk

Apakah Metoclopramide aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan metoclopramide pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B (menurut beberapa penelitian tidak berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A= Tidak berisiko
  •  B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C= Mungkin berisiko
  •  D= Ada bukti positif dari risiko
  •  X= Kontraindikasi
  •  N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Metoclopramide?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Sebelum menggunakan metoclopramide, jelaskan kepada dokter jika Anda rutin menggunakan obat-obatan lain yang membuat Anda mengantuk (seperti obat flu atau alergi, obat penenang, narkotika penahan rasa sakit, pil tidur, pelemas otot, dan obat-obatan untuk kejang-kejang, depresi, atau kecemasan). Obat-obatan ini akan menambah efek mengantuk yang ditimbulkan metoclopramide.

Informasikan dokter tentang obat-obatan lain yang Anda gunakan, terutama:

  • Acetaminophen (Tylenol)
  • Cyclosporine (Gengraf, Neoral, Sandimmune)
  • Digoxin (digitalis, Lanoxin)
  • Glycopyrrolate (Robinul)
  • Insulin
  • Levodopa (Larodopa, Atamet, Parcopa, Sinemet)
  • Mepenzolate (Cantil)
  • Tetracycline (Ala-Tet, Brodspec, Panmycin, Sumycin, Tetracap)
  • Atropine (Donnatal, and others), benztropine (Cogentin), dimenhydrinate (Dramamine), methscopolamine (Pamine), atau scopolamine (Transderm-Scop)
  • Obat-obatan terkait gangguan saluran kandung kemih atau sistem urinary, seperti darifenacin (Enablex), flavoxate (Urispas), oxybutynin (Ditropan, Oxytrol), tolterodine (Detrol), atau solifenacin (Vesicare)
  • Obat-obatan tekanan darah
  • Bronchodilators seperti ipratroprium (Atrovent) atau tiotropium (Spiriva)
  • Obat-obatan penyakit pencernaan seperti dicyclomine (Bentyl), hyoscyamine (Anaspaz, Cystospaz, Levsin), or propantheline (Pro-Banthine)
  • MAO inhibitor seperti furazolidone (Furoxone), isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), rasagiline (Azilect), selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelapar), atau tranylcypromine (Parnate)
  • Obat-obatan untuk menangani kelainan psikiatris, seperti chlorpromazine (Thorazine), clozapine (Clozaril, FazaClo), haloperidol (Haldol), olanzapine (Zyprexa, Symbyax), prochlorperazine (Compazine), risperidone (Risperdal), thiothixene (Navane), dll

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Metoclopramide?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Metoclopramide?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Perdarahan abdomen atau perut
  • Usus tersumbat atau berlubang
  • Pheochromocytoma (tumor kelenjar adrenal)
  • Kejang-kejang atau epilepsi– Obat tak boleh digunakan oleh pasien dengan kondisi ini
  • Asma
  • Sirosis (penyakit hati)
  • Gagal jantung kongestif
  • Diabetes
  • Masalah ritme jantung (contohnya ventricular arrhythmia)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Depresi mental atau memiliki riwayatnya
  • Neuroleptic malignant syndrome atau memiliki riwayatnya
  • Penyakit Parkinson atau memiliki riwayatnya–Gunakan dengan hati-hati. Obat ini dapat membuat kondisi memburuk
  • Defisiensi Glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) (masalah enzim)
  • Defisiensi nicotinamide adenine dinucleotide (NADH) cytochrome reductase (masalah enzim)—Dapat meningkatkan risiko efek samping yang memengaruhi darah
  • Penyakit ginjal—Gunakan dengan hati-hati. Efek samping dapat meningkat karena obat lebih lama dikeluarkan dari tubuh

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis, meliputi:

  • Mengantuk
  • Kebingungan
  • Kejang-kejang
  • Gerakan tak terkontrol dan tak biasa
  • Kekurangan energi
  • Kulit kebiruan
  • Sakit kepala
  • Napas pendek

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juni 17, 2017 | Terakhir Diedit: Juni 17, 2017