Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Berbagai Efek Samping yang Mungkin Timbul Setelah Minum Obat Pengencer Darah Warfarin

    Berbagai Efek Samping yang Mungkin Timbul Setelah Minum Obat Pengencer Darah Warfarin

    Warfarin adalah obat pengencer darah (antikoagulan) yang bekerja mencegah pembekuan darah. Warfarin terutama diperuntukkan bagi penderita stroke iskemik dan serangan jantung. Obat ini tidak bisa dibeli sembarangan karena harus ditebus dengan resep dokter. Nah sebelum mulai minum dosisnya, ada berbagai efek samping warfarin yang harus Anda ketahui lebih dulu.

    Daftar efek samping warfarin yang tidak boleh disepelekan

    Selama Anda masih diresepkan warfarin, penting untuk mewaspadai risiko perdarahan yang berlebihan karena obat ini mencegah darah membeku dengan mengulur waktu terjadinya penggumpalan darah.

    mimisan saat hamil

    Dilansir dari berbagai sumber, risiko efek samping warfarin yang harus diwaspadai adalah:

    • Muncul memar yang tidak biasa.
    • Keluar darah dari hidung (mimisan).
    • Gusi berdarah.
    • Batuk disertai darah.
    • Urin berwarna merah atau coklat gelap.
    • Mual dan muntah darah.
    • Perdarahan yang sulit berhenti.
    • Menstruasi lebih banyak daripada biasanya.
    • Kelelahan parah.
    • Nyeri dada.
    • Kram perut.
    • Sakit kepala.

    Jika muncul satu atau lebih kondisi di atas, tidak ada salahnya untuk bertanya pada dokter mengenai cara mencegah atau bahkan mengurangi kemunculan efek samping warfarin ini.

    Efek samping warfarin bisa berkembang lebih parah

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, efek samping warfarin termasuk umum terjadi. Efek samping yang timbul dari konsumsi warfarin juga biasanya hanya terjadi sementara selagi tubuh menyesuaikan diri dengan zat obat. Begitu tubuh sudah beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi setelah mengonsumsi warfarin, efek sampingnya akan perlahan mereda dan akhirnya hilang.

    Meski begitu, Anda tetap harus mengonsultasikan keluhan Anda pada dokter bila muncul reaksi yang tidak biasa pada tubuh setelah mengonsumsi warfarin. Terlebih jika efek samping tersebut berlanjut dan berkembang lebih parah, bahkan hingga memperburuk kesehatan Anda. Misalnya saja, kematian jaringan kulit.

    Selain itu, Anda mungkin juga akan mengalami perdarahan abnormal di antara jadwal menstruasi, diare berat, sulit menerima makanan lebih dari 24 jam, dan demam tinggi.

    Perhatikan apa yang Anda makan selama masih minum warfarin

    Sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, brokoli atau kangkung terutama dapat memengaruhi kerja tubuh menyerap obat pengencer darah seperti warfarin.

    Obat-obatan pengencer darah bekerja menurunkan jumlah vitamin K di dalam tubuh yang berfungsi sebagai faktor pembeku darah. Namun, sayuran yang berdaun hijau merupakan salah satu sumber utama vitamin K. Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi sayur berdaun hijau, maka kadar vitamin K akan meningkat dalam tubuh sehingga menghambat kerja obat warfarin untuk mengencerkan darah.

    Meski begitu, jangan khawatir. Kondisi ini hanya akan terjadi jika waktu konsumsi makanan dan obatnya berdekatan. Juga ketika Anda terlalu banyak makan sayuran berdaun hijau.

    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Warfarin Side Effects: Watch for Interactions. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/deep-vein-thrombosis/in-depth/warfarin-side-effects/art-20047592 Diakses pada 20 Agustus 2018.

    Warfarin Side Effects. https://www.drugs.com/sfx/warfarin-side-effects.html Diakses pada 20 Agustus 2018.

    Warfarin, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/warfarin-oral-tablet#important-warnings Diakses pada 20 Agustus 2018.

    Foto Penulis
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui Aug 24, 2018
    Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus
    Next article: