Sering Mual Setelah Minum Kopi? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Meskipun kerap jadi minuman favorit untuk memulai hari, kopi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada sistem pencernaan. Salah satu efek yang sering dikeluhkan setelah minum kopi adalah rasa mual. Apa yang menjadi penyebab rasa mual dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab mual setelah minum kopi

obat perut kembung dan mual

Rasa mual usai minum kopi biasanya berhubungan dengan kafein dan asam lambung. Kafein adalah senyawa alami pada kopi yang merangsang kerja otak dan sistem saraf. Senyawa inilah yang membuat Anda melek setelah minum kopi.

Kafein mungkin membantu Anda mengusir kantuk. Akan tetapi, senyawa ini juga bisa memicu efek samping, termasuk mual. Berikut beberapa hubungan antara kafein, asam lambung, dan rasa mual setelah minum kopi.

1. Kafein memicu produksi asam lambung

Selain merangsang otak dan saraf, kafein juga meningkatkan kerja sistem pencernaan dan produksi asam lambung. Asam lambung yang meningkat bisa mengiritasi dinding lambung dan kerongkongan sehingga menimbulkan rasa mual serta heartburn.

Gejala tersebut biasanya terasa lebih parah bila Anda minum kopi saat perut kosong. Pasalnya, tidak ada makanan di dalam lambung yang dapat melindungi dinding lambung dari asam yang bersifat merusak.

Ini sebabnya Anda tidak hanya merasa mual, tapi juga mulas dan sakit perut setelah minum kopi. Gejalanya bahkan bisa lebih parah bila Anda menderita penyakit asam lambung (GERD). Maka dari itu, orang dengan penyakit asam lambung sebaiknya tidak minum kopi.

2. Anda lebih sensitif terhadap kafein

Rasa mual setelah minum kopi dapat disebabkan karena tubuh lebih sensitif terhadap kafein, sebagaimana disebutkan dalam sebuah studi terbitan jurnal Nutrients. Menurut studi tersebut, sensitivitas terhadap kafein berkaitan dengan kondisi genetik Anda.

Ada dua gen yang paling memengaruhi efek kafein dalam tubuh, yakni CYP1A2 dan ADORA2A. Gen CYP1A2 menentukan penyerapan dan pemecahan kafein, sedangkan gen ADORA2A diyakini berpengaruh pada rasa cemas usai mengonsumsi kafein.

Gen CYP1A2 ditemukan pada hati dan berpengaruh hingga 95% terhadap metabolisme kafein dalam tubuh. Artinya, perubahan tertentu pada gen ini berpengaruh sangat besar terhadap efek kafein pada tubuh Anda.

Para peneliti menemukan banyak variasi (keragaman) pada gen CYP1A2. Ternyata, variasi tertentu pada gen ini membuat tubuh Anda lebih cepat bereaksi setelah mengonsumsi kafein. Salah satu reaksi tersebut tidak lain adalah mual.

3. Anda punya gejala putus kafein

Jika tubuh Anda sudah ketergantungan kafein, Anda mungkin akan mengalami gejala putus kafein bila berhenti minum kopi secara mendadak. Gejala putus kafein antara lain sakit kepala, badan lesu, dan susah berkonsentrasi.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan penurunan mood, mudah marah, gemetar, serta rasa mual setelah Anda mencoba minum kopi kembali. Berbagai gejala tersebut dapat bertahan selama 12-24 jam sejak Anda berhenti minum kopi.

Efek kafein dipengaruhi oleh usia, berat badan, serta kondisi genetik Anda. Oleh sebab itu, tingkat keparahan gejala putus kafein mungkin berbeda pada setiap orang. Kabar baiknya, gejala tersebut bisa diatasi dengan mengurangi kafein sedikit demi sedikit.

Yang harus diperhatikan untuk atasi mual akibat minum kopi

efek minum kopi instan setiap hari

Rasa mual dapat menjadi penghalang bagi pencinta kopi untuk menikmati hangatnya kopi di pagi hari. Namun, Anda tak perlu khawatir. Ada beberapa tips yang dapat Anda coba untuk mengatasi mual dan mencegahnya muncul kembali. Berikut di antaranya.

1. Tidak minum kopi saat perut kosong

Minum kopi saat perut kosong bisa membuat mual terasa lebih parah. Jika Anda belum ingin makan nasi, makanan padat seperti telur, pisang, atau oatmeal dapat membantu mengatasi mual dengan cara menetralisasi asam lambung berlebih.

2. Minum kopi decaf sebagai alternatif

Coba ganti kopi yang Anda minum dengan kopi decaf selama dua minggu. Kopi decaf mengandung lebih sedikit kafein. Kafein yang diminum mungkin tidak akan memicu rasa mual yang sama dibandingkan setelah minum kopi biasa.

3. Makan makanan penetralisasi asam lambung

Kopi bersifat asam, jadi Anda perlu membuatnya netral dengan makanan bersifat basa atau yang mengandung banyak air. Cobalah kacang-kacangan, sayur, dan buah. Anda juga bisa meminum teh herbal atau makan sup kaldu.

4. Minum air putih

Kopi merangsang keluarnya air dari tubuh Anda. Minuman ini juga bersifat asam bagi lambung. Minum air putih dapat membantu menetralkan asam lambung dan mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

Rasa mual adalah satu dari beberapa gangguan pencernaan yang muncul setelah minum kopi. Kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung akibat kafein. Kunci mengatasinya adalah tidak minum kopi saat perut kosong dan mengonsumsi sesuatu yang menetralkan asam lambung.

Namun, jika rasa mual selalu muncul dan bertambah parah, mungkin lebih baik Anda menghindari minuman yang satu ini. Anda bisa mencoba alternatif seperti kopi decaf, teh buah, atau minuman herbal.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Kondisi yang Dapat Menjadi Penyebab Muntah

Semua orang pasti pernah muntah. Lantas, apa saja sebenarnya hal-hal yang bisa menjadi penyebab seseorang mengalami muntah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Pencernaan 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Perbedaan Mual Hamil dan Maag yang Perlu Diperhatikan

Sekilas, mual tanda hamil dan maag memiliki gejala yang hampir serupa. Lantas, apa sih sebenarnya perbedaan mual hamil dan maag?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesuburan, Kehamilan 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta penanganannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Mual Sampai Ingin Muntah Saat Cemas dan Panik? Ini Cara Mengatasinya

Saat cemas, stres, panik, dan gugup muncul, perut bisa terasa mual dan membuat Anda sangat ingin muntah. Kenapa hal ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala asam lambung

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
manfaat es kopi lebih sehat daripada kopi panas

Es Kopi atau Kopi Panas: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
tips dan cara mengatasi mual

15 Cara Mengatasi Mual, dari yang Mudah Hingga Pakai Obat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit