backup og meta

Tips Mengubah Pola Hidup Sehat dengan Memilih Bahan Makanan untuk Diolah Menjadi Santapan Lezat

Tips Mengubah Pola Hidup Sehat dengan Memilih Bahan Makanan untuk Diolah Menjadi Santapan Lezat

Menerapkan pola makan sehat dimulai dari bahan makanan yang bergizi. Agar mendapat manfaat kesehatan dan gizi dari makanan yang dikonsumsi, pemilihan bahan baku makanan yang baik sebelum dimasak sangatlah penting. Oleh karena itu, perlu Anda ketahui berbagai tips memilih bahan makanan agar dapat diolah menjadi masakan yang nikmat dan sehat. Berikut ini ulasannya. 

Pentingnya mengonsumsi makanan sehat bagi tubuh

Makanan sehat adalah makanan yang memenuhi prinsip gizi seimbang, yang berarti beragam jenisnya dan memiliki kandungan yang dapat saling melengkapi, yang juga diolah dari bahan-bahan pilihan.

Semakin beragam jenis bahan makanan yang Anda konsumsi, maka semakin lengkap zat gizi yang masuk ke dalam tubuh.

Tak hanya beragam dan bervariasi, memilih bahan makanan yang berkualitas dari segi kandungan zat gizi juga menjadi salah salah satu alternatif solusi dalam mengonsumsi makanan sehat.

Pasalnya, makanan yang kualitasnya masih terjaga berarti masih memiliki kandungan yang utuh dan bermanfaat bagi tubuh.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai tips memilih bahan makanan sebelum mengolahnya menjadi santapan harian.

Cara memilih bahan makanan yang baik untuk diolah menjadi kudapan sehat

Sebelum mengolahnya menjadi makanan yang sehat, berikut ini beberapa tips memilih bahan makanan yang perlu Anda perhatikan.

1. Bumbu dapur

Tak hanya bahan baku utama yang perlu diperhatikan pemilihannya, bumbu dapur juga tak boleh Anda remehkan.

Saat ini bumbu dapur tidak hanya dalam bentuk pangan tunggal, tapi dapat dibuat dalam bentuk komposit atau campuran.

Contohnya bumbu dapur yang dicampur dengan tepung untuk digunakan sebagai bahan pengisi berbagai makanan.

Bahkan saat ini sudah tersedia dalam bentuk kemasan tepung bumbu yang memudahkan Anda dalam membuat masakan.

Kandungan gizi yang terdapat pada tepung bumbu kaya akan zat gizi yang telah melalui proses fortifikasi zat gizi.

Ada berbagai jenis makanan olahan yang dapat memanfaatkan potensi dari tepung bumbu. Hal ini dikarenakan tepung bumbu memiliki sifat serbaguna. 

Salah satu jenis panganan yang dekat dengan masyarakat Indonesia adalah gorengan.

Makanan ini telah menjadi makanan favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sejak dulu. Bahkan, jenis makanan ini sering dijadikan sebagai menu sehari-hari.

Meski menjadi favorit, masyarakat terkadang khawatir mengonsumsi sajian tersebut. Pasalnya, dibalik kelezatan gorengan, kandungan nutrisinya sering tidak baik bagi tubuh.

Kekhawatiran tersebut memang beralasan. Akan tetapi, jika diolah secara tepat, gorengan bisa jadi makanan sehat untuk dikonsumsi. 

Salah satu caranya adalah dengan menghindari kandungan monosodium glutamate (MSG) dalam tepungnya. Pilihlah tepung bumbu tanpa MSG agar lebih sehat untuk dikonsumsi.

tepung umbi garut

Efek samping konsumsi MSG dalam jumlah berlebih sudah umum diketahui, baik oleh masyarakat luas maupun dunia kedokteran.

Jumlah takaran MSG yang diperbolehkan untuk dikonsumsi setiap harinya dibatasi oleh regulator pangan seperti BPOM.

Dengan memilih produk tanpa MSG, otomatis konsumsi harian MSG akan lebih terkendali dan menjadikan asupan makanan Anda lebih sehat. 

Selain itu, kandungan fortifikasi vitamin pada tepung bumbu dapat menjadikannya pilihan yang lebih sehat.

Ini membuat produk tepung bumbu yang Non MSG dan juga berfortifikasi vitamin menjadi pilihan terbaik.

2. Daging ayam dan daging sapi

Sebelum mengolah ayam dan daging sapi untuk menjadi olahan makanan yang sehat, Anda perlu memperhatikan cara memilih bahan yang baik.

Pastikan Anda memilih ayam dan daging sapi yang segar dan masih memiliki kualitas baik untuk diolah.

Kondisi daging sapi yang segar umumnya ditandai dengan warna merah segar pada permukaannya.

Sementara itu, untuk ayam, pilihlah ayam yang kulitnya berwarna lebih pucat dari bagian dagingnya.

Untuk tekstur ayam dan daging sapi yang berkualitas, pilihlah yang memiliki tekstur yang elastis dan tidak terlalu keras ataupun lembek.

Selain itu, sebaiknya pilih yang memiliki aroma khas dari masing-masing bahan makanan dan tidak berlendir. 

Pastikan Anda juga tidak memilih ayam dan daging sapi yang memiliki bercak kebiruan, karena itu tanda bahan makanan tersebut tidak segar.

Hal ini penting untuk diperhatikan karena bahan-bahan yang sudah tidak segar dan busuk, kemungkinan besar terdapat bakteri dan virus.

Virus bakteri yang sering mencemari bahan makanannya seperti Salmonella dan E. coli karena dapat membahayakan kesehatan.

3. Ikan

Tak hanya daging ayam dan daging sapi, ikan yang tidak segar juga dapat berisiko terkontaminasi oleh bakteri yang dapat menurunkan kadar gizi dan mengganggu kesehatan.

Oleh karena itu, pastikan Anda memperhatikan cara memilih ikan sebagai bahan makanan yang baik sebelum mengolahnya.

Pilihlah ikan dengan kulit yang masih terlihat segar dan berwarna cerah, serta bola mata yang masih menonjol atau tidak cekung ke dalam.

Selain itu, pastikan tekstur ikan yang akan Anda olah masih terasa kenyal dan tidak lembek.

Dalam menerapkan tips memilih bahan makanan satu ini, Anda melakukannya dengan mencubit atau menekan permukaan tubuh ikan. 

Jika terdapat bekas jari dan daging ikan kembali ke bentuk semula, itu berarti ikan tersebut masih segar.

4. Sayur dan buah

Sebelum mengolah masakan berbahan sayur dan buah, Anda juga sebaiknya tidak sembarangan dalam memilih bahan baku yang akan digunakan.

Cara memilih bahan makanan yang baik adalah, ambil sayuran segar yang umumnya ditandai dengan warnanya yang masih segar dan tidak layu.

Sementara dalam memilih buah, pilihlah buah yang terlihat masih utuh, tidak kusam dan tidak keriput.

Dalam memilih bahan makanan satu ini pun, sebaiknya pilihlah yang bebas dari pupuk anorganik ataupun pestisida. Pasalnya, bahan kimia ini tidak baik jika sampai terkonsumsi dan masuk ke dalam tubuh.

Memilih bahan makanan yang baik dan tepat menjadi salah satu “jembatan” menuju pola makan yang lebih sehat. Maka dari itu, cobalah untuk menerapkan cara memilih bahan makanan yang baik dan sehat agar kesehatan ikut terjaga.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Choosing foods for your family. (2013). Retrieved from https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/wecan/eat-right/choosing-foods.htm 

Nutrition: How to make healthier food choices. (2004). Retrieved from https://familydoctor.org/nutrition-how-to-make-healthier-food-choices/ 

Nutrition: How to make healthier food choices. (2018). Retrieved from https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2018/0601/p721-s1.html 

Picking healthy proteins. (2021). Retrieved from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/meat-poultry-and-fish-picking-healthy-proteins 

Selecting, storing, and using fresh herbs. (2021). Retrieved from https://ohioline.osu.edu/factsheet/hyg-5520

Versi Terbaru

25/10/2022

Ditulis oleh Rahmi Dzulhijjah, S.Gz, M.Gz

Diperbarui oleh: Riska Herliafifah


Artikel Terkait

5 Cara Jitu Mengakali Rasa Bosan Makan Makanan Sehat

10 Merek Minyak Zaitun untuk Masak Makanan Sehat


Ditulis oleh

Rahmi Dzulhijjah, S.Gz, M.Gz

Gizi dan Dietetik · Institut Kesehatan Helvetia


Tanggal diperbarui 25/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan