6 Kunci Penting Memilih Ikan Segar Berkualitas Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ikan menyimpan segudang nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, tapi kandungan nutrisi ini tidak lagi optimal bila Anda mengonsumsi ikan yang kualitasnya telah menurun. Ikan yang tidak lagi segar juga merupakan tempat berkembangbiak ideal bagi berbagai macam bakteri. Bakteri-bakteri ini dapat mengontaminasi makanan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan, bahkan keracunan makanan. Guna menghindari hal tersebut, berikut adalah cara memilih ikan segar yang bisa Anda terapkan.

Cara memilih ikan segar dan kaya nutrisi

Ikan berkualitas rendah memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan ikan segar. Anda mungkin pernah mendapati ikan yang berbau amis dengan tekstur yang lunak, tapi ini bukanlah satu-satunya tanda bahwa kualitas ikan telah menurun. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda cermati.

1. Mata

Mata ikan yang segar tampak terang dan jernih dengan warna hitam di bagian tengahnya. Permukaannya pun terasa menonjol dan kenyal saat diraba. Sebaliknya, mata ikan yang yang sudah tidak segar tampak mengerut dan keruh. Bagian mata yang seharusnya berwarna putih kekuningan juga berubah warna menjadi kemerahan.

2. Insang

Angkatlah penutup insang pada sisi kepala ikan. Ikan yang baru ditangkap memiliki insang berwarna merah yang tampak bersih dan segar. Semakin merah warna insang, maka semakin baik kualitanya. Insang berwarna kecokelatan atau keabuan dengan bagian insang yang tampak terpisah satu sama lain menandakan bahwa kualitas ikan telah menurun.

3. Kulit dan sisik

Salah satu cara mudah memilih ikan segar adalah dengan mengamati warna kulit dan sisiknya. Kulit ikan berkualitas baik tampak mengilat dengan warna yang terang. Sisiknya pun masih menempel dengan kuat pada badan ikan dan tidak mudah lepas saat ditarik. Sementara itu, ikan berkualitas rendah memiliki kulit dan sisik yang tampak kusam. Saat dipegang, sisiknya juga mudah terlepas.

4. Daging ikan

Daging ikan yang segar tampak jernih dengan warna translusen yang cerah. Beberapa jenis ikan memiliki warna daging putih terang, tapi ada pula jenis ikan yang memiliki warna berbeda. Apa pun jenis ikan yang Anda pilih, pastikan bahwa warnanya cerah dan tidak kusam.

Ikan segar memiliki tekstur yang lembut, tapi cukup kenyal sehingga dapat kembali ke bentuknya semula setelah ditekan. Seluruh dagingnya juga menempel kuat pada tulang. Berbeda dengan ikan segar, daging ikan yang kualitasnya menurun berwarna kusam. Teksturnya pun berubah menjadi lebih lunak.

5. Perut

Cara lain untuk memilih ikan segar adalah dengan menekan bagian perutnya. Perut ikan yang segar terasa kenyal saat ditekan dan dapat kembali ke bentuknya semula. Sementara itu, ikan berkualitas rendah memiliki tekstur perut yang lunak. Isi perutnya juga dapat terburai dengan mudah saat Anda menekannya.

6. Bau

Ikan berkualitas baik memiliki bau khas yang segar dan ringan. Bau yang menguar dari ikan segar tidak mengganggu penciuman ataupun terasa aneh. Sebaliknya, bau amis yang menyengat menandakan bahwa ikan tidak lagi segar. Ikan tersebut juga telah dibiarkan terlalu lama dalam suhu ruang dan telah mulai mengalami pembusukan.

Selain bermanfaat untuk menjaga kualitas ikan tetap optimal, mengetahui cara memilih ikan yang segar juga dapat mengurangi risiko kontaminasi makanan. Setelah memilih ikan, jangan lupa untuk segera menyimpannya dalam lemari pendingin atau diolah sesegera mungkin. Anda bisa menjaga kesegarannya dengan memberikan perasan lemon dan rempah-rempah segar sesuai selera.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Bakteri yang Paling Sering Menyebabkan Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, hingga bahkan kematian. Lantas, bakteri apa saja yang bisa menyebabkan hal ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 30 November 2017 . Waktu baca 4 menit

Apa Bedanya Penyakit Tipes dengan Penyakit Tifus?

Tipes atau demam tifoid adalah salah satu penyakit yang sering diderita orang dewasa hingga anak-anak. Tapi, apakah tipes dan tifus itu sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 18 Februari 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya makan kotoran manusia

Bahaya Makan Kotoran Manusia Terhadap Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mencegah muntaber

5 Cara Ampuh Mencegah Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
makanan yang dihinggapi kecoa

Makanan Sudah Dihinggapi Kecoa, Apa Masih Boleh Dimakan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 4 April 2019 . Waktu baca 4 menit
makanan dihinggapi lalat

Makanan yang Sudah Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Boleh Dimakan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2018 . Waktu baca 3 menit