home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bagaimana Cara Mengatasi Gizi Kurang Pada Orang Dewasa?

Bagaimana Cara Mengatasi Gizi Kurang Pada Orang Dewasa?

Gizi kurang adalah kondisi saat seseorang tidak mendapatkan zat gizi dengan cukup sesuai kebutuhannya. Lantas, bagaimana mengatasinya? Dari mana juga bisa tahu kalau orang yang di dalam mengalami kurang gizi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa tandanya orang dewasa kurang gizi?

  • Kurang nafsu makan atau tidak minat terhadap makanan
  • Kelelahan
  • Kurus
  • Mudah tersinggung
  • Sulit berkonsentrasi
  • Selalu merasa dingin
  • Kehilangan lemak, massa otot (berat badan menyusut)
  • Lebih sering sakit dan lebih lama sembuh
  • Depresi
  • Kelelahan terus menerus

Dalam kondisi yang lebih parah, napas menjadi sesak, muka pucat, kulit sangat kering, rambut kering, dan mudah rontok

Kenapa orang dewasa bisa mengalami kekurangan gizi?

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kurang gizi. Di antaranya adalah:

  • Asupan makanan yang terlalu sedikit dalam jangka waktu panjang.
  • Adanya gangguan psikologis yang memengaruhi kemampuan makan (misalnya anoreksia nervosa).
  • Adanya masalah kesehatan, seperti ada masalah pencernaan yang bisa memengaruhi kemampuan makan atau akibat efek samping kemoterapi pada pasien kanker.

Cara mengatasi gizi kurang pada orang dewasa

Pada dasarnya, penanganan kurang gizi akan berbeda-beda dari satu orang dengan orang lainnya. Ini semua tergantung pada keparahan yang dialami, dan penyakit penyerta (komplikasi) juga yang timbul.

Ahli gizi biasanya akan memberikan rencana penanganan yang sangat spesifik untuk tiap orangnya.

Perubahan pola makan adalah intervensi atau solusi paling utama yang diberikan oleh ahli gizi. Jika Anda kurang gizi, maka akan diminta untuk meningkatkan jumlah makanan bergizi dalam diet Anda, atau menggunakan suplemen tertentu.

Ada beberapa perubahan pola makan yang harus Anda perhatikan:

  • Makan makanan yang lengkap mengandung kalori serta bergizi, bukan hanya tinggi kalori saja.
  • Makan sedikit-sedikit tapi sering.
  • Makan snack di antara waktu makan besar.
  • Minum minuman yang juga mengandung kalori.

Jika kondisi Anda memang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi secara oral (melalui mulut), Anda mungkin akan diberikan:

  • Tabung kecil sebagai saluran untuk memasukan zat gizi langsung ke sistem pencernaan. Ini disebut juga dengan proses nasogastric tube. Tabung ini bisa dipasang di perut atau usus.
  • Infus untuk memberikan zat gizi dan cairan langsung ke pembuluh darah.

Setelah diberikan program khusus, biasanya akan dilakukan monitoring lagi untuk melihat kemajuan berat badan dan kemampuan makannya. Pemantauan rutin dapat membantu memastikan bahwa asupan kalori dan zat gizinya sudah tepat atau belum.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nordqvist Christian. 2017. Malnutrition: What you Need to Know. [Online] Tersedia pada: https://www.medicalnewstoday.com/articles/179316.php (Diakses 2 Oktober 2018)

NHS. treatment Malnutrition. [Online] Tersedia pada: https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/treatment/ (Diakses 2 Oktober 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x