Bagaimana Cara Mengatasi Gizi Kurang Pada Orang Dewasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Gizi kurang adalah kondisi saat seseorang tidak mendapatkan zat gizi dengan cukup sesuai kebutuhannya. Lantas, bagaimana mengatasinya? Dari mana juga bisa tahu kalau orang yang di dalam mengalami kurang gizi? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa tandanya orang dewasa kurang gizi?

  • Kurang nafsu makan atau tidak minat terhadap makanan
  • Kelelahan
  • Kurus
  • Mudah tersinggung
  • Sulit berkonsentrasi
  • Selalu merasa dingin
  • Kehilangan lemak, massa otot (berat badan menyusut)
  • Lebih sering sakit dan lebih lama sembuh
  • Depresi
  • Kelelahan terus menerus

Dalam kondisi yang lebih parah, napas menjadi sesak, muka pucat, kulit sangat kering, rambut kering, dan mudah rontok

Kenapa orang dewasa bisa mengalami kekurangan gizi?

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kurang gizi. Di antaranya adalah:

  • Asupan makanan yang terlalu sedikit dalam jangka waktu panjang.
  • Adanya gangguan psikologis yang memengaruhi kemampuan makan (misalnya anoreksia nervosa).
  • Adanya masalah kesehatan, seperti ada masalah pencernaan yang bisa memengaruhi kemampuan makan atau akibat efek samping kemoterapi pada pasien kanker.

Cara mengatasi gizi kurang pada orang dewasa

Pada dasarnya, penanganan kurang gizi akan berbeda-beda dari satu orang dengan orang lainnya. Ini semua tergantung pada keparahan yang dialami, dan penyakit penyerta (komplikasi) juga yang timbul.

Ahli gizi biasanya akan memberikan rencana penanganan yang sangat spesifik untuk tiap orangnya.

Perubahan pola makan adalah intervensi atau solusi paling utama yang diberikan oleh ahli gizi. Jika Anda kurang gizi, maka akan diminta untuk meningkatkan jumlah makanan bergizi dalam diet Anda, atau menggunakan suplemen tertentu.

Ada beberapa perubahan pola makan yang harus Anda perhatikan:

  • Makan makanan yang lengkap mengandung kalori serta bergizi, bukan hanya tinggi kalori saja.
  • Makan sedikit-sedikit tapi sering.
  • Makan snack di antara waktu makan besar.
  • Minum minuman yang juga mengandung kalori.

Jika kondisi Anda memang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi secara oral (melalui mulut), Anda mungkin akan diberikan:

  • Tabung kecil sebagai saluran untuk memasukan zat gizi langsung ke sistem pencernaan. Ini disebut juga dengan proses nasogastric tube. Tabung ini bisa dipasang di perut atau usus.
  • Infus untuk memberikan zat gizi dan cairan langsung ke pembuluh darah.

Setelah diberikan program khusus, biasanya akan dilakukan monitoring lagi untuk melihat kemajuan berat badan dan kemampuan makannya. Pemantauan rutin dapat membantu memastikan bahwa asupan kalori dan zat gizinya sudah tepat atau belum.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kalau Ingin Berat Badan Ideal, Berapa Kalori yang Harus Dibakar?

Berapa banyak kalori yang harus dibakar per hari? Jika ingin berat badan ideal, olahraga juga perlu untuk membakar kalori, bukan hanya membatasi makanan.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 1 April 2020 . Waktu baca 14 menit

Olahraga Rutin, Benarkah Bisa Lebih Cepat Menurunkan Berat Badan?

Olahraga sering dikaitkan dengan salah satu kunci menurunkan berat badan. Tetapi, apa benar olahraga secara rutin dapat mempercepat prosesnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Olahraga Lainnya, Kebugaran 3 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bab setelah makan

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
ciri-ciri kurang gizi

9 Perubahan yang Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Kurang Gizi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab kurus tak bisa gemuk

4 Penyakit yang Membuat Seseorang Tak Bisa Gemuk

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
berapa banyak makan nasi saat sarapan

Seberapa Banyak Harusnya Porsi Makan Nasi Saat Sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit