home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Membedakan Keracunan Makanan dan Penyakit Bawaan Makanan

Membedakan Keracunan Makanan dan Penyakit Bawaan Makanan

Merasa sakit perut, mual, muntah, atau pusing setelah makan? Mungkin Anda mencurigainya sebagai keracunan makanan. Namun, belum tentu juga ini disebabkan keracunan makanan. Bisa jadi penyebabnya ternyata adalah penyakit bawaan makanan. Kadang, kita menganggap keracunan makanan dan penyakit bawaan makanan sebagai hal yang sama, tapi nyatanya berbeda. Apa perbedaannya?

Apa bedanya keracunan makanan berbeda dengan penyakit bawaan makanan?

Ya, istilah keracunan makanan mempunyai arti yang berbeda dengan penyakit bawaan makanan, walaupun semua orang terbiasa menggeneralisasikan semua hal ini menjadi keracunan makanan. FDA atau Food and Drug Administration Amerika Serikat pun menyatakan ini sebagai sesuatu yang berbeda.

Menurut FDA, keracunan makanan adalah bentuk dari penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh tertelannya racun yang ada dalam makanan. Sedangkan, penyakit bawaan makanan adalah infeksi atau keracunan yang dihasilkan dari makanan yang terkontaminasi mikroorganisme hidup atau racunnya. Penyakit bawaan makanan termasuk reaksi alergi dan kondisi lain di mana makanan bertindak sebagai pembawa alergen (agen yang menyebabkan alergi).

BACA JUGA: Apa yang Harus Dilakukan Saat Keracunan Makanan?

Berbeda penyebabnya

Perbedaan keracunan makanan dengan penyakit bawaan makanan bisa terletak pada hal yang menyebabkannya. Apa yang menyebabkan makanan tersebut membuat Anda menjadi sakit? Infeksi atau racun? Apakah karena mikroorganisme yang ada dalam makanan tersebut, atau karena racun yang terkandung dalam makanan tersebut (bisa dari mikroorganisme atau dari lingkungan)? Ini memang sangat sulit dibedakan. Sehingga, Anda tidak salah jika menyebutkan semua hal ini menjadi keracunan makanan.

Istilah keracunan makanan mengacu pada penyakit yang disebabkan oleh racun dalam makanan yang Anda makan. Racun ini bisa dihasilkan dari bakteri yang ada dalam makanan; bisa dari bahan kimia, logam berat, atau zat lain yang menempel di makanan; atau bisa juga karena dalam daging ikan, kerang, atau hewan lainnya telah terkandung racun yang berasal dari lingkungan mereka.

Sedangkan, penyakit bawaan makanan biasanya disebabkan oleh infeksi patogen (seperti bakteri, parasit, atau virus). Biasanya, patogen yang menyebabkan penyakit bawaan makanan adalah:

  • Escherichia coli, biasanya terdapat di air yang kotor
  • Salmonella, biasanya ada dalam telur, ayam, daging, susu mentah, keju, serta sayuran dan buah-buahan yang terkontaminasi
  • Norovirus, ada di makanan mentah, air yang terkontaminasi, kerang yang terkontaminasi
  • Listeria, bisa ada di susu mentah (susu yang tidak dipasteurisasi), keju dari susu mentah

Berbeda waktu dalam menunjukkan gejala

Karena disebabkan oleh racun, gejala keracunan makanan bisa terjadi segera setelah Anda makan makanan yang terkontaminasi tersebut. Biasanya Anda akan menunjukkan gejala seperti muntah tiba-tiba dan diare.

Sedangkan, gejala penyakit bawaan makanan biasanya dapat muncul lebih lama dan juga dapat berlangsung lebih lama daripada gejala keracunan makanan. Gejala ini bahkan bisa saja baru muncul sampai 10 hari setelah Anda makan makanan yang terkontaminasi. Selain itu, penyakit bawaan makanan juga lebih mudah ditularkan ke orang sekitar Anda.

Gejala yang muncul mungkin bervariasi, namun beberapa gejala yang dapat terjadi saat Anda keracunan atau mengalami penyakit bawaan makanan adalah:

BACA JUGA: Mual Setelah Minum Vitamin, Apa Penyebabnya?

Bagaimana cara mencegah keracunan makanan maupun penyakit bawaan makanan?

Makanan bisa menyebabkan keracunan maupun membawa penyakit bawaan makanan jika:

  • Makanan tidak matang atau mentah
  • Makanan tidak diproses dengan baik
  • Makanan tidak disimpan dengan baik
  • Makanan terkontaminasi patogen dari lingkungan, bisa dari air, pestisida, atau peralatan yang dipakai

Jadi, Anda perlu menangani keempat hal tersebut untuk mencegah keracunan makanan atau penyakit bawaan makanan. Memang, kadang makanan yang kita makan sebenarnya mengandung patogen yang berbahaya secara alami, namun patogen ini akan mati saat Anda memasak makanan tersebut dengan benar.

Beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mencegah penyakit yang berhubungan dengan makanan adalah:

  • Cuci tangan Anda dan peralatan masak yang akan Anda gunakan sebelum memasak. Pastikan tangan Anda dan segala peralatan yang kontak dengan makanan terjamin kebersihannya. Cuci juga bahan-bahan makanan yang akan Anda gunakan sebelum memasaknya.
  • Pisahkan bahan-bahan makanan sesuai jenisnya, juga pisahkan alat-alat yang kontak dengan bahan makanan tersebut. Misalnya, Anda menggunakan talenan untuk daging yang berbeda dengan talenan untuk sayuran. Juga, pisahkan makanan mentah dengan makanan matang. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi makanan.
  • Masak bahan-bahan makanan sampai benar-benar matang. Antara satu bahan makanan dengan lainnya biasanya mempunyai waktu untuk matang yang berbeda-beda. Pastikan makanan benar-benar matang sebelum Anda memakannya.
  • Jika terdapat sisa makanan, sebaiknya simpan di lemari es. Jangan lupa untuk menghangatkannya sebelum Anda memakannya lagi.

BACA JUGA: Makanan yang Jatuh “Belum Lima Menit”, Benarkah Aman Dikonsumsi?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Branch, C. (2016). NC DPH: Food Poisoning & Food-Borne Illnesses. [online] Epi.publichealth.nc.gov. Available at: http://epi.publichealth.nc.gov/cd/diseases/food.html [Accessed 8 Dec. 2016].

Marylandfoodhandler.com. (2012). Food Poisoning vs. Foodborne Illness | Inside Sue’s Kitchen. [online] Available at: http://marylandfoodhandler.com/blog/food-poisoning-vs-foodborne-illness/ [Accessed 8 Dec. 2016].

FDA. (2016). Foodborne Illnesses: What You Need to Know. [online] Available at: http://www.fda.gov/Food/FoodborneIllnessContaminants/FoodborneIllnessesNeedToKnow/default.htm [Accessed 8 Dec. 2016].

Michon, K. (2016). Food Poisoning and Foodborne Illnesses | Nolo.com. [online] Nolo.com. Available at: http://www.nolo.com/legal-encyclopedia/food-poisoning-foodborne-illnesses-30015.html [Accessed 8 Dec. 2016].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 10/08/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x