backup og meta

Apakah Pemanis Buatan Bisa Digunakan untuk Memasak?

Apakah Pemanis Buatan Bisa Digunakan untuk Memasak?

Saat ini, banyak orang beralih dari menggunakan gula murni menjadi pemanis buatan. Produk ini memang dinilai lebih aman untuk penderita diabetes dan orang-orang yang sedang membatasi asupan gula sambil tetap ingin menikmati makanan manis. Namun, apakah pemanis buatan juga aman digunakan untuk memasak?

Apa bedanya memasak dengan pemanis buatan dan gula?

Aspartam

Penderita diabetes dan orang-orang yang berisiko tinggi mengalami diabetes dianjurkan untuk membatasi atau bahkan menghindari konsumsi gula. Berbekal dari ini, pemanis buatan lantas hadir sebagai alternatif yang lebih aman.

Anda mungkin tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman manis dengan porsi yang sama seperti sebelumnya. Namun, Anda tetap bisa menikmati berbagai makanan dan minuman favorit tanpa mengalami kenaikan gula darah yang berbahaya.

Terdapat berbagai jenis pemanis buatan dan hampir semuanya dapat Anda pakai untuk memasak makanan atau memanggang kue. Meski demikian, produk ini mungkin dapat memengaruhi hidangan yang Anda buat.

Berikut beberapa perubahan yang bisa Anda amati saat memasak.

  • Makanan yang dipanggang akan berwarna kurang cokelat karena pemanis buatan membutuhkan waktu lebih lama untuk membentuk karamel.
  • Kue bolu, muffin, dan sejenisnya tidak akan mengembang sempurna seperti saat Anda menggunakan gula biasa.
  • Pemanis buatan mungkin bisa mengubah tekstur makanan, khususnya kue.
  • Makanan mungkin meninggalkan sisa rasa tertentu yang berbeda dengan gula biasa.
  • Waktu yang Anda perlukan untuk memasak dengan pemanis buatan mungkin berbeda dengan makanan yang menggunakan gula biasa.
  • Makanan yang menggunakan pemanis buatan mungkin tidak tahan lama, sebab gula alami juga bisa berperan sebagai pengawet makanan.

Jenis pemanis buatan yang bisa digunakan untuk memasak

Hampir semua jenis gula buatan dapat digunakan untuk memasak. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa beberapa pemanis buatan tidak begitu tahan panas. Suhu panas saat memasak justru dapat merusak kualitas pemanis buatan yang Anda gunakan.

Aspartam merupakan pemanis buatan yang paling tidak stabil bila dipanaskan dengan suhu tinggi. Jadi, pemanis ini tidak cocok digunakan untuk memasak. Selain kualitasnya bisa menurun, aspartam juga dapat mengubah rasa makanan menjadi kurang sedap.

Sementara itu, sakarin dan sukralosa merupakan gula buatan yang paling bisa Anda andalkan untuk memasak. Pasalnya, kedua produk tersebut lebih tahan terhadap panas dan mudah menyatu dengan makanan yang Anda masak.

Selain berbagai produk tersebut, berikut beberapa pemanis buatan lain yang bisa Anda gunakan untuk memasak.

  • Acesulfame K: bisa digunakan untuk memanggang, tapi mungkin menyisakan rasa pahit.
  • Neotam:  bisa digunakan untuk memasak karena rasa manisnya tahan panas tanpa menyisakan rasa pahit atau logam.
  • Stevia: meski bisa digunakan untuk memanggang, stevia tidak mengalami karamelisasi sehingga makanan tidak akan berwarna kecokelatan.

Risiko konsumsi gula buatan bagi kesehatan

bahaya aspartam

Dengan kandungan gula dan kalorinya yang nol, pemanis buatan tampak seperti solusi ajaib bagi penderita diabetes dan orang yang ingin menjaga berat badan. Sayangnya, Anda tetap tidak luput dari efek negatif konsumsi pemanis buatan.

Dr. David Ludwig, seorang ahli obesitas di Boston Children’s Hospital, AS, menyatakan bahwa pemanis buatan mungkin bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Gula buatan mengandung nol kalori, tapi ini justru bisa memancing Anda untuk makan lebih banyak.

Ketika Anda menggunakan pemanis buatan untuk memasak, Anda menganggap bahwa masakan Anda rendah kalori. Setelah itu, menurut Ludwig, kebanyakan orang akan berpikir bahwa tidak masalah untuk mengonsumsi makanan manis lainnya.

Pemanis buatan mungkin juga dapat mengubah kemampuan Anda dalam mengecap rasa. Produk ini jauh lebih manis daripada gula pasir dan sirup jagung tinggi fruktosa. Rasa manis yang terlalu kuat ini akan merangsang indera perasa secara berlebihan.

Rangsangan manis yang berlebihan dapat mengurangi fungsi lidah dalam mengecap rasa yang lebih kompleks. Ini berarti orang yang terbiasa makan makanan manis akan semakin tidak menyukai sayuran atau makanan lain yang lebih tawar.

Beberapa penelitian terhadap hewan yang dimuat dalam Journal of Pharmacology & Pharmacotherapeutics juga menemukan risiko lain dari pemakaian gula buatan. Mereka menemukan risiko kenaikan berat badan, tumor, dan kanker kandung kemih.

Meski begitu, sebagian besar pemanis buatan yang ada saat ini telah diatur pemakaian dan keamanannya. Anda tetap dapat memakai pemanis buatan dengan aman asalkan mengikuti aturan penggunaan yang tertera, begitu pun untuk memasak.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Baking with Sugar Substitutes: Which Ones are Good for Baking – American Council on Exercise. (2016). Retrieved 17 June 2021, from https://www.acefitness.org/education-and-resources/lifestyle/blog/6193/baking-with-sugar-substitutes-which-ones-are-good-for-baking/

The truth about sweeteners – NHK. (2018). Retrieved 17 June 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/are-sweeteners-safe/

Pros and cons of artificial sweeteners – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 17 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/artificial-sweeteners/art-20046936

Artificial sweeteners: sugar-free, but at what cost? – Harvard Health. (2012). Retrieved 17 June 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/artificial-sweeteners-sugar-free-but-at-what-cost-201207165030

Tandel, K. (2011). Sugar substitutes: Health controversy over perceived benefits. Journal Of Pharmacology And Pharmacotherapeutics, 2(4), 236. doi: 10.4103/0976-500x.85936

Versi Terbaru

17/06/2021

Ditulis oleh Nimas Mita Etika M

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro

Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari


Artikel Terkait

6 Pengganti Gula untuk Diet Anda, Apa Saja?

Adakah Pengganti Gula yang Lebih Sehat untuk Pasien Diabetes?


Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Nimas Mita Etika M · Tanggal diperbarui 17/06/2021

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan