Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Manfaat Minum Teh untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Manfaat Minum Teh untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Pagi hari mungkin terasa kurang lengkap bila belum menyeruput teh tawar hangat. Di restoran, Anda mungkin sering mendapatkan suguhan es teh tawar sebagai pengganti air putih dingin. Siapa sangka minum teh tawar tak sekadar nikmat, ternyata juga memberikan manfaat untuk kesehatan.

Kandungan teh tawar

Sebutan “teh” pada dasarnya minuman yang berasal dari daun teh dengan nama ilmiah Camellia sinensis.

Di Indonesia, jenis teh yang sering digunakan adalah teh hitam dan teh hijau. Berikut kandungan gizi secangkir teh tawar yang setara dengan 237 mililiter (ml).

  • Air: 239 gram (g).
  • Magnesium: 7,2 miligram (mg).
  • Fosfor: 2,4 mg.
  • Kalium: 88,8 mg.
  • Folat: 12 mikrogram (mcg).
  • Kolin: 0,9 mg.
  • Kafein: 49 mg.
  • Teobromin: 4,8 mg.

Tidak hanya itu, daun teh juga mengandung flavonoid atau senyawa khas tanaman yang bersifat antioksidan. Beberapa kandungan flavonoid pada teh terdiri dari:

  • catechin,
  • epigallocatechin-gallate,
  • epicatechin,
  • epigallocatechin,
  • epicatechin-3-gallate,
  • gallocatechins, dan
  • gallocatechin gallate.

Karena tidak mengandung gula tambahan, kalori secangkir teh tawar pun relatif rendah, yakni 2,4 kkal saja.

Manfaat minum teh tawar

manfaat minum teh tawar agar fokus

Berikut manfaat minum teh tawar untuk kesehatan Anda.

1. Mengurangi risiko kanker

Teh hijau dan teh hitam tawar mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan. Sifat ini membantu melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas.

Perlu diketahui, radikal bebas bisa membuat sel tubuh rusak dan tumbuh abnormal hingga berkembang menjadi kanker.

2. Menurunkan berat badan

Manfaat minum teh tawar hangat di pagi hari baik untuk diet. Karena tanpa gula, teh ini rendah kalori sehingga cocok untuk membatasi asupan kalori harian Anda.

Selain itu, kandungan ECGC dan kafein membantu membakar lemak sekaligus kalori yang lebih besar.

Meski begitu, penurunan badan yang dialami ini relatif kecil dan tidak drastis.

3. Memberikan sensasi menenangkan

Mengutip studi terbitan Journal of Food and Drug Analysis (2021), teh mengandung senyawa l-theanine.

Senyawa ini membantu mengatur zat kimia di otak bernama serotonin dan dopamin sehingga memberikan sensasi lebih tenang.

Selain itu, l-theanine memicu aktivitas gelombang otak yang membuat Anda lebih rileks, tetapi tetap terjaga.

Tak heran bila manfaat minum teh tawar hangat bisa memberikan efek tenang.

4. Meningkatkan fokus

Kandungan kafein dan epigallocatechin gallate (EGCG) membantu menjaga kemampuan Anda untuk fokus berkativitas.

Kafein pun membantu meningkatkan senyawa otak yang membuat Anda terus terjaga dan meningkatkan konsentrasi.

Sementara itu, kandungan l-theanine memiliki sifat menenangkan sehingga meningkatkan kemampuan Anda mempelajari sesuatu.

5. Mengendalikan gula darah

Manfaat minum teh tawar ini berasal dari kandungan EGCG.

Dikutip dari tinjauan terbitan Antioxidants (2019), EGCG membantu melindungi sel pankreas dari peradangan dan radikal bebas.

Pankreas merupakan organ penghasil hormon insulin yang mengendalikan kadar gula darah.

Selain itu, EGCG membantu meningkatkan kadar insulin dalam darah. Senyawa gallic acid pada teh membantu juga membantu menyerap gula dari dalam darah menuju otot.

6. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat minum teh tawar juga baik untuk mengurangi risiko penyakit jantung. EGCG pada teh membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang bisa menyumbat pembuluh darah.

Selain itu, senyawa flavonoid pada teh meningkatkan senyawa nitric oxide yang bisa menurunkan tekanan darah.

Penyumbatan pembuluh darah dan hipertensi bisa memicu berbagai jenis penyakit jantung, seperti stroke, gagal jantung, hingga serangan jantung.

7. Melindungi fungsi otak

Manfaat minum teh tawar berpotensi mengurangi risiko pikun, Alzheimer, dan gangguan fungsi kecerdasan.

Pasalnya, senyawa flavonoid bersifat antioksidan yang mengurangi radikal bebas di otak. Radikal bebas ini bisa memicu alzheimer dan pikun.

Flavonoid juga membantu peradangan di otak. ECGC juga menghambat senyawa yang menjadi penanda adanya Alzheimer.

Karena membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah, teh juga melancarkan aliran darah menuju otak sehingga menurunkan risiko stroke.

Ternyata, stroke pun bisa merusak fungsi otak dan memicu pikun.

Cara minum teh tawar

manfaat minum teh tawar dingin

Ada dua cara yang bisa dipilih, yaitu menyeduh teh menggunakan air yang mendidih atau air dingin.

Sifat antioksidan pada teh pada dasarnya tidak berbeda secara signifikan jika Anda menggunakan air dingin atau panas.

Namun jika Anda memilih teh putih, sifat antioksidan akan lebih lebih tinggi bila menggunakan air dingin daripada dengan air panas.

Selain itu, menyeduh teh dengan air dingin selama lebih kurang 2 jam ternyata menurunkan tingkat kafein, menurunkan rasa pahit, dan membuat aroma lebih menyeruak.

Anda sebaiknya hanya mengonsumsi teh tidak lebih dari tiga cangkir per hari atau maksimal 240 ml.

Anda perlu ingat bahwa teh mengandung kafein yang jumlahnya harus dibatasi per hari.

Bila terlalu banyak minum teh, kafein pada teh bisa menyebabkan Anda cemas, gelisah, sakit kepala, dan jantung berdebar.

Manfaat minum teh tawar diyakini lebih baik karena tidak menggunakan tambahan gula. Hal ini membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus asupan kalori harian Anda.

Teh pun mengandung antioksidan yang memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis penyakit. Meski begitu, sebaiknya Anda tidak menggunakan teh sebagai satu-satunya obat.

Rangkuman

  • Teh mengandung senyawa ECGC yang memberikan sejumlah manfaat kesehatan.
  • Antioksidan pada teh melindungi tubuh dari paparan radikal bebas penyebab penyakit kronis.
  • Teh tawar menjaga kondisi mental karena memberikan efek tenang sekaligus meningkatkan fokus.
  • Teh tawar dingin memiliki kafein yang lebih rendah.
  • Selain teh putih, menyeduh teh dengan air panas dan dingin tidak mengubah sifat antioksidan secara drastis.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved July 24, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1104260/nutrients

Camellia sinensis pdf. Dr. Duke’s Phytochemical and Ethnobotanical Databases at NAL. (n.d.).https://phytochem.nal.usda.gov/phytochem/plants/show/322?qlookup=camellia+sinensis&offset=0&max=20&et=#

Khan, N., & Mukhtar, H. (2018). Tea Polyphenols in Promotion of Human Health. Nutrients, 11(1), 39. doi: 10.3390/nu11010039

Perini, M., Pianezze, S., Ziller, L., & Camin, F. (2021). Characterization of L-theanine in tea extracts and synthetic products using Stable Isotope Ratio Analysis. Journal of Food and Drug Analysis, 29(2), 312-319. doi: 10.38212/2224-6614.3349

Shirakami, Y., & Shimizu, M. (2018). Possible Mechanisms of Green Tea and Its Constituents against Cancer. Molecules, 23(9), 2284. doi: 10.3390/molecules23092284

Meng, J., Cao, S., Wei, X., Gan, R., Wang, Y., & Cai, S. et al. (2019). Effects and Mechanisms of Tea for the Prevention and Management of Diabetes Mellitus and Diabetic Complications: An Updated Review. Antioxidants, 8(6), 170. doi: 10.3390/antiox8060170

Xu, R., Yang, K., Ding, J., & Chen, G. (2020). Effect of green tea supplementation on blood pressure. Medicine, 99(6), e19047. doi: 10.1097/md.0000000000019047

Xu, R., Yang, K., Li, S., Dai, M., & Chen, G. (2020). Effect of green tea consumption on blood lipids: a systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Nutrition Journal, 19(1). doi: 10.1186/s12937-020-00557-5

Kakutani, S., Watanabe, H., & Murayama, N. (2019). Green Tea Intake and Risks for Dementia, Alzheimer’s Disease, Mild Cognitive Impairment, and Cognitive Impairment: A Systematic Review. Nutrients, 11(5), 1165. doi: 10.3390/nu11051165

Dietz, C., & Dekker, M. (2017). Effect of Green Tea Phytochemicals on Mood and Cognition. Current Pharmaceutical Design, 23(19), 2876-2905. doi: 10.2174/1381612823666170105151800

Damiani, E., Bacchetti, T., Padella, L., Tiano, L., & Carloni, P. (2014). Antioxidant activity of different white teas: Comparison of hot and cold tea infusions. Journal of Food Composition and Analysis, 33(1), 59-66. doi: 10.1016/j.jfca.2013.09.010

Venditti, E., Bacchetti, T., Tiano, L., Carloni, P., Greci, L., & Damiani, E. (2010). Hot vs. cold water steeping of different teas: Do they affect antioxidant activity?. Food Chemistry, 119(4), 1597-1604. doi: 10.1016/j.foodchem.2009.09.049

Caffeine: MedlinePlus. (2021). Retrieved 30 August 2022, from https://medlineplus.gov/caffeine.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Next article: