home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Daun Kari yang Penting untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat Daun Kari yang Penting untuk Kesehatan Tubuh

Anda yang gemar makan olahan dengan saus telur asin pasti sering menemukan helai daun kari sebagai pelengkapnya. Selain menyedapkan makanan, ternyata daun kari juga memiliki berbagai manfaat yang penting untuk kesehatan tubuh. Simak di sini!

Manfaat daun kari untuk kesehatan

manfaat daun kari curry leaf leaves

Daun kari adalah bagian daun dari tanaman yang telah digunakan sebagai obat tradisional guna mengatasi berbagai masalah kesehatan. Pohonnya banyak tumbuh di bagian utara India. Daun ini dikenal dengan nama latin Murraya koenigii.

Daun kari kaya akan zat-zat seperti alkaloid, glikosida, dan senyawa fenolik. Karena itulah daun ini dipercaya bisa memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan Anda. Di bawah ini berbagai manfaat yang diberikan oleh setiap kandungan dalam daun kari.

1. Membantu melindungi dari paparan penyakit

Berbagai penelitian telah menunjukkan adanya kandungan senyawa seperti inalool, alpha-terpinene, dan myrcene yang bersifat antioksidan. Antioksidan berperan penting dalam menjaga tubuh tetap sehat dengan memerangi radikal bebas.

Bila dibiarkan, radikal bebas bisa menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang akan membuat tubuh rentan terhadap penyakit-penyakit kronis seperti kanker atau penyakit jantung.

Untuk mencegahnya, antioksidan pun dibutuhkan sebagai penetralisir sifat reaktif radikal bebas. Alhasil, senyawa ini bisa mencegah Anda dari risiko berbagai penyakit. Maka itu, konsumsilah makanan sumber antioksidan, termasuk daun kari.

2. Berpotensi menjaga kesehatan rambut

Manfaat yang satu ini diperkirakan berasal dari kandungan zat protein dan beta karoten yang ada dalam daun kari.

Kedua zat tersebut dipercaya dapat membantu mengatasi rambut rontok atau penipisan rambut. Daun kari juga berpotensi untuk menghilangkan sel-sel kulit mati yang ada di kulit kepala.

Kemampuan daun kari dalam menjaga kondisi kulit kepala tetap sehat ini didapatkan dari kandungan antioksidannya. Sayangnya, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Khasiatnya terhadap rambut belum dibuktikan secara medis.

Penggunaan daun kari sebagai salah satu perawatan rambut mungkin akan memberikan hasil yang berbeda-beda pada setiap orang.

3. Bantu mengurangi risiko penyakit jantung

Ternyata, daun kari juga berpotensi untuk mengurangi risiko terhadap penyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi selama dua minggu yang dilakukan dengan tikus percobaan. Terlihat bahwa tikus dengan obesitas yang diberikan ekstrak daun kari setiap harinya berhasil menunjukkan penurunan pada kadar kolesterol dan gliserida.

Hasil tersebut bisa dicapai karena tingginya jumlah alkaloid dalam daun kari. Alkaloid merupakan senyawa yang efektif untuk detoksifikasi tubuh.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan untuk memastikan apakah daun kari akan memberikan dampak yang sama pada tubuh manusia.

4. Bantu mengendalikan gula darah

Daun kari mengandung berbagai mineral, salah satunya zinc. Senyawa zinc merupakan elemen penting dalam metabolisme insulin. Insulin berfungsi sebagai pengendali kadar gula darah dalam tubuh.

Insulin bekerja dengan mengambil gula dari darah untuk diubah menjadi glikogen yang akan digunakan sebagai energi. Bila insulin tidak dihasilkan, maka kadar gula akan melonjak dan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit diabetes.

Kekurangan zinc sudah sering dikaitkan dengan memburuknya gejala diabetes pada beberapa orang. Maka dari itu, Anda sebaiknya mendapatkan asupan makanan yang mengandung zinc.

Memang, kandungan zinc dalam daun kari tidak setinggi pada makanan lainnya. Namun, daun kari juga bisa menjadi penambah untuk asupan zinc harian.

15 Pilihan Makanan dan Minuman untuk Diabetes, Plus Menunya!

5. Membantu menyembuhkan luka

Khasiat daun kari yang satu ini bisa didapatkan berkat adanya kandungan senyawa alkaloid karbazol. Senyawa ini akan membantu proses penyembuhan luka dengan menutup luka dan membantu pertumbuhan rambut di area yang terkena.

Untuk menggunakannya, giling daun kari dengan sedikit air sampai menjadi pasta. Kemudian, oleskan racikan ini di atas luka dan biarkan semalaman. Bila perlu, tutup dengan kain kasa.

Perlu diketahui, penggunaan daun kari sebagai obat luka hanya boleh dilakukan untuk luka kecil seperti memar atau luka lecet karena gesekan permukaan kasar.

Terlepas dari berbagai manfaat yang bisa diberikan, Anda tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu bila ingin menggunakan daun kari sebagai pengobatan. Pastikan juga Anda tidak memiliki reaksi alergi supaya konsumsi dan penggunaannya aman.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Antioxidants. (n.d.). Harvard T. H. Chan School of Public Health. Retrieved 5 March 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/antioxidants/

Vitamins and Minerals for Diabetes. (2019). The Global Diabetes Community. Retrieved 5 March 2021, from https://www.diabetes.co.uk/vitamins-supplements.html

Rajendran, M. P., Pallaiyan, B. B., & Selvaraj, N. (2014). Chemical composition, antibacterial and antioxidant profile of essential oil from Murraya koenigii (L.) leaves. Avicenna journal of phytomedicine, 4(3), 200–214. Retrieved 5 March 2021.

Birari, R., Javia, V. and Bhutani, K., 2010. Antiobesity and lipid lowering effects of Murraya koenigii (L.) Spreng leaves extracts and mahanimbine on high fat diet induced obese rats. Fitoterapia, 81(8), pp.1129-1133. Retrieved 5 March 2021.

Muniandy K, Gothai S, Arulselvan P, Kumar SS, Norhaizan ME, Umamaheswari A, Fakurazi S.Mini Review: Wound healing potential of edible plants. Pak J Pharm Sci. 2019 Mar;32(2):703-707. PMID: 31081786. Retrieved 5 March 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 31/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro