backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

9 Manfaat Bunga Matahari, dari Biji dan Minyaknya

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 26/12/2023

9 Manfaat Bunga Matahari, dari Biji dan Minyaknya

Bunga matahari merupakan bunga berwarna kuning cerah dengan ukuran besar. Bunga yang memiliki nama ilmiah Helianthus annuus ini punya banyak manfaat yang bisa didapat dari kandungan minyak dan bijinya. Apa saja manfaat bunga matahari?

Berbagai manfaat bunga matahari

ad iconIklan

Manfaat bunga matahari dapat Anda peroleh dari bagian bunganya yang diolah sebagai minyak, serta bagian bijinya. Berikut berbagai khasiatnya untuk kesehatan.

1. Menjaga kesehatan jantung

Biji bunga matahari mengandung asam lemak tak jenuh, yakni asam oleat dan asam linoleat.

Asam lemak ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik). Khasiat ini mendukung kesehatan jantung. 

Biji bunga matahari juga membantu menurunkan tekanan darah. Tingkat kolesterol dan tekanan darah yang normal dapat menjaga kesehatan jantung, sehingga menurunkan risiko berbagai penyakit jantung.

2. Mengobati diabetes

Manfaat bunga matahari khusus bagian bijinya baik untuk mengobati diabetes tipe 2. Hal ini tertulis dalam salah satu studi dalam jurnal Journal of Chemical and Pharmaceutical Research yang meneliti efek penggunaan minyak biji bunga matahari pada pasien diabetes tipe 2.

Hasil studi menunjukkan bahwa kelompok penderita diabetes yang mengonsumsi biji bunga matahari setiap hari dapat menurunkan gula darah puasa dalam waktu 6 bulan dibandingkan dengan pola makan sehat saja.

Efek ini diduga karena kandungan asam klorogenat yang berperan dalam regulasi metabolisme gula darah.

3. Menjaga kesehatan mata

Bunga matahari, termasuk biji dan minyaknya juga mengandung berbagai zat gizi yang baik untuk kesehatan mata. Kandungan vitamin E di dalamnya dapat membantu memperlambat proses penuaan sel dan mencegah kerusakan pada lensa mata.

Selain itu, vitamin E dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke mata sehingga menjaga kesehatan mata secara keseluruhan. Sementara itu, kandungan  zeaxanthin dan lutein dapat membantu mencegah rabun senja, serta penyakit mata terkait penuaan, seperti degenerasi makula. 

4. Menjaga kesehatan otak

Kandungan asam lemak omega-6 dan vitamin E yang tinggi pada biji dan minyak bunga matahari bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak. Asam lemak omega-6 merupakan komponen penting dalam pembentukan membran sel saraf dan berperan dalam fungsi otak.

Selain itu, asam lemak ini baik untuk fungsi kognitif, termasuk kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat. Bahkan, salah satu penelitian dalam jurnal Alzheimer’s & dementia menunjukkan bahwa konsumsi asam lemak omega-6 dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer.

5. Sumber antioksidan

Bunga matahari bermanfaat sebagai sumber antioksidan yang baik karena mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki efek melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. 

Kandungan antioksidan tersebut yaitu tokoferol, flavonoid, dan asam fenolik. Ketiga senyawa antioksidan ini bekerja dengan cara menghentikan reaksi radikal bebas. Karena itulah, ketiga antioksidan ini dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit seperti kanker dan neurodegeneratif. 

6. Bersifat antimikroba

Manfaat bunga matahari lainnya yaitu memiliki sifat antimikroba berkat kandungan asam linoleat.

ad iconIklan

Sifat ini dapat membantu melawan pertumbuhan bakteri, jamur, dan mikroorganisme patogen lainnya.

Menurut salah satu penelitian dalam jurnal Food science & nutrition beberapa jenis bakteri yang dapat diatasi oleh minyak biji bunga matahari adalah Staphylococcus aureus, S. epidermidis, Escherichia coli, Proteus vulgaris, dan Pseudomonas aeruginosa.

7. Kaya akan omega-6

Setiap 1 sendok makan minyak biji bunga matahari mengandung setidaknya 8,9 gram asam linoleat, yang merupakan enam asam lemak tak jenuh ganda (omega-6).

Untuk mendapatkan manfaat omega-6 harian, Anda membutuhkan 11 – 14 gram omega-6 per hari.

Bersama dengan asam lemak omega-3, asam lemak omega-6 memainkan peran penting untuk fungsi otak, pertumbuhan dan perkembangan, baik untuk pertumbuhan kulit dan rambut, menjaga kesehatan tulang, dan menjaga sistem reproduksi.

8. Mencegah dan mengatasi kanker

Manfaat bunga matahari baik biji maupun minyaknya dapat mengurangi risiko dan berpotensi mengatasi kanker.

Hal ini berkat kandungan selenium yang dapat meningkatkan aktivitas sel kekebalan terhadap kanker. Selenium diduga dapat memicu perbaikan produksi DNA pada sel-sel yang mengalami kerusakan.

Dalam pengobatan kanker, selenium juga dapat menghambat perkembangan sel kanker sehingga mengurangi keparahan gejala penderita kanker.

9. Mempercepat penyembuhan luka

manfaat minyak biji bunga matahari untuk kulit

Biji bunga matahari mengandung asam linoleat yang penting untuk pembentukan membran sel dan regulasi respons peradangan.

ad iconIklan

Selain itu, kandungan antiradang alami dalam biji bunga matahari dapat membantu mengurangi peradangan di sekitar area luka. Alhasil, rasa sakit dan pembengkakan pada luka berkurang.

Kulit pun lebih mudah meregenerasi sel-sel kulit baru sehingga mempercepat proses penyembuhan luka.

Catatan akhir

  • Untuk mendapatkan manfaat bunga matahari, Anda dapat memperoleh dari biji maupun minyaknya. Penggunaannya pun dilakukan berdasarkan tujuannya. 
  • Biji bunga matahari dapat dimakan sebagai camilan atau topping makanan, misalnya untuk smoothies atau overnight oat
  • Minyak bunga matahari juga banyak tersedia di pasaran. Anda dapat menggunakannya sebagai pengganti minyak sawit untuk menggoreng atau menumis.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Apakah artikel ini membantu?



Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 26/12/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan