Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

8 Potensi Manfaat Buah Berenuk untuk Kesehatan

8 Potensi Manfaat Buah Berenuk untuk Kesehatan

Manfaat buah berenuk memang masih asing bagi beberapa orang, padahal khasiatnya cukup melimpah.

Buah dengan nama lain buah atau calabash ini terbukti mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Anda pun bisa mendapatkan berbagai khasiat dari bagian tanaman berenuk lainnya, seperti kulit kayu dan daunnya.

Untuk itu, kenali kandungan gizi dan khasiat buah berenuk lebih lanjut di sini.

Kandungan buah berenuk beserta daun dan kulit batangnya

manfaat buah berenuk

Dalam 100 gram, buah dengan nama ilmiah Crescentia cujete ini mengandung komposisi zat gizi sebagai berikut.

  • Air: 95,54 gram
  • Serat: 0,5 gram
  • Karbohidrat total: 3,4 gram
  • Protein: 0,6 gram
  • Kalsium: 26 mg
  • Zat besi: 0,2 mg
  • Kalium: 150 mg
  • Vitamin A: 4,8 mcg
  • Vitamin C: 10,1 mg
  • Magnesium: 11 mg
  • Fosfor: 13 mg
  • Zinc: 0,7 mg
  • Natrium: 2 mg
  • Folat: 6 gram
  • Vitamin B3: 0,32 mg
  • Vitamin B5: 0,152 mg

Selain itu, buah berenuk kaya akan senyawa tanaman atau fitokimia. Berikut ini adalah jenis fitokimia yang ada pada buah berenuk.

  • Flavonoid
  • Saponin
  • Tanin
  • Alkaloid
  • Fenol
  • Hidrogen sianida
  • Cardenolides
  • Fitosterol
  • Terpenoid
  • Tartaric acid
  • Citric acid
  • Crescentic acid

Manfaat buah berenuk untuk kesehatan

Dari kandungan gizinya, buah berenuk memiliki berbagai potensi manfaat untuk kesehatan. Buah yang satu ini diketahui dapat menekan risiko kanker hingga mengatasi bisa ular.

1. Meningkatkan kualitas kesehatan jantung

Buah berenuk kaya akan mineral kalium yang berguna untuk mengelola tekanan darah. Kalium membantu mengeluarkan natrium berlebih yang diketahui memicu peningkatan tekanan darah.

Tidak hanya itu, kalium juga berpotensi menghambat penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan kalsium. Oleh karena itu, risiko penyakit jantung hingga stroke berkurang.

2. Mengurangi risiko kanker

Imunoterapi untuk kanker

Riset menemukan bahwa khasiat buah berenuk berpotensi mengurangi risiko kanker dan tumor. Manfaat ini tentu tak lepas dari berbagai jenis kandungan flavonoidnya, yakni quercetin dan anthraquinone.

Berkat kandungan tersebut, buah berenuk memiliki sifat angiogenik, yakni mampu menghambat kemunculan dan pertumbuhan pembuluh darah baru pada sel tumor.

Sel tumor akan terus berkembang saat mendapatkan nutrisi dari pembuluh darah di sekitarnya. Terhambatnya pembentukan pembuluh darah tentunya akan mengganggu kelangsungan hidup sel ganas.

Namun, perlu Anda ingat bahwa manfaat ini baru diteliti pada sel di dalam telur bebek. Jadi, efektivitas khasiat ini memerlukan penelitian skala besar yang diujicobakan pada manusia.

3. Mencegah infeksi cacing

Buah yang satu ini ternyata bersifat anthelmintic. Hal ini berarti buah berenuk berpotensi bisa membunuh cacing yang ada di dalam tubuh.

Ternyata, khasiat buah ini didapat dari kandungan tanin. Senyawa ini terbukti melemahkan kemampuan cacing untuk bertahan hidup di dalam tubuh.

Sifat anthelmintic ini bergantung dengan konsentrasi tanin di dalam tubuh. Artinya, semakin banyak kandungan tanin, waktu yang diperlukan untuk melumpuhkan dan membunuh cacing semakin singkat.

Namun, riset baru pada tahap uji laboratorium. Jadi, perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya pada manusia.

4. Mengendalikan kadar gula darah

tes gula darah

Temuan yang terbit pada jurnal Davao Medical School Foundation (2018) membuktikan bahwa manfaat buah berenuk berpotensi mengendalikan kadar gula darah puasa pada pasien prediabetes.

Lagi-lagi, manfaat buah berenuk ini didapat dari berbagai jenis senyawa tanaman dan zat gizi lainnya yang terkandung, yakni:

  • alkaloid,
  • iridoid,
  • pektin,
  • asam sitrat, dan
  • dan cyanhyndric acid.

Studi ini menemukan bahwa efek ini terlihat signifikan saat mendapatkan ekstrak rebusan buah berenuk selama 7–14 hari berturut-turut.

Tidak ada efek samping yang muncul pada riset ini. Hanya saja, temuan ini masih diuji pada orang dengan skala kecil sehingga masih butuh riset lebih lanjut.

5. Menurunkan efek bisa ular

Manfaat buah berenuk rupanya mampu mengurangi risiko kematian akibat bisa ular Vipera russelli atau bisa ular viper Rusia.

Riset terbitan International Journal of Phytomedicine (2012) menemukan bahwa buah ini mampu meningkatkan kemungkinan hidup hingga seratus persen.

Studi ini menyatakan buah berenuk diberikan sebanyak 200–400 mg/kg berat badan. Peneliti juga memperkirakan khasiat buah berenuk ini berasal dari senyawa flavonoid, tanin, dan alkaloid yang terkandung.

Meski demikian, studi ini masih dilakukan pada hewan dan cara kerjanya masih belum dipahami. Oleh karena itu, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya.

Manfaat kulit kayu dan daun berenuk

Merawat luka

Tidak hanya buahnya, ada pula potensi manfaat kesehatan yang bisa didapat dari bagian tanaman berenuk.

Sejak dulu, orang-orang telah memanfaatkan kulit kayu dan daun berenuk. Berikut ini potensi khasiat kulit kayu dan daun berenuk.

1. Bersifat anti-inflamasi

Berdasarkan studi di laboratorium, ekstrak daun dan kulit kayu tanaman berenuk berpotensi mengurangi peradangan atau bersifat anti-inflamasi.

Dalam hal ini, kedua ekstrak daun dan kulit kayu bisa membantu mencegah munculnya reaksi peradangan di dalam tubuh.

Efek anti-inflamasi ini didapat dari kandungan quercetin dan tanin. Kedua ini telah dikenal sebagai senyawa yang mampu mengurangi peradangan akut.

Namun, riset ini baru sekadar mengecek potensinya, bukan efektivitasnya pada manusia langsung. Oleh karena itu, butuh penelitian lebih lanjut untuk membuktikan khasiatnya pada manusia.

2. Menghambat bakteri

Rupanya, daun dan kulit batang berenuk juga mampu mencegah pertumbuhan bakteri.

Riset menemukan bahwa kandungan fenolik dan polifenol yang terkandung mampu membunuh berbagai jenis bakteri, seperti:

  • Staphylococcus aureus,
  • Salmonella typhi,
  • Shigella dysenteriae,
  • Salmonella paratyphi,
  • Escherichia coli,
  • Bacillus subtilis, dan
  • Bacillus cereus.

Akan tetapi, khasiat ini masih diuji di dalam laboratorium dalam skala kecil.

Meskipun mengandung senyawa yang baik untuk menghambat pertumbuhan bakteri, hasil penelitian masih belum menunjukkan pola yang stabil.

Terlebih, keamanan ekstrak daun dan kulit batang berenuk pada riset ini belum dites pada manusia, baik jika ditelan, dioles, maupun dengan cara lainnya.

3. Mempercepat penyembuhan luka

Rupanya, efek antibakteri dan antioksidan pada daun berenuk mampu mempercepat penyembuhan luka. Ekstrak daunnya mampu mempercepat perdarahan pada bagian luar tubuh.

Dalam hal ini, sifat antibakterinya melindungi kulit dari infeksi yang mampu memperparah kondisi luka.

Sementara itu, kandungan quercetin-nya bekerja melindungi sel-sel tubuh yang rusak akibat radikal bebas yang turut memperlambat proses penyembuhan luka.

Meski tampak menjanjikan, potensi ini baru diteliti pada tikus. Lagi-lagi, tetap membutuhkan riset lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya pada manusia.

Cara mengonsumsi buah berenuk

sirup maltosa

Anda harus memasak buah berenuk yang satu ini. Pasalnya, daging buah atau biji putihnya bisa jadi beracun untuk Anda. Anda bisa mengolah buahnya menjadi acar.

Selain itu, Anda bisa mengambil daging buahnya, campurkan dengan air, lalu rebus. Setelah itu, Anda bisa menghancurkan buahnya untuk menjadi olahan jus.

Anda pun bisa mengambil biji buah berenuk untuk olahan sirup. Inilah cara membuat sirup dari buah berenuk.

  • Hancurkan biji buah berenuk hingga halus.
  • Tambahkan biji buah yang sudah digerus, gula pasir, dan, sedikit air.
  • Rebus semua bahan hingga matang.

Efek samping mengonsumsi buah berenuk

obat alergi kulit

Memang, ada banyak potensi manfaat buah berenuk yang bisa Anda dapatkan. Namun, ada pula efek samping yang bisa mengintai Anda.

Umumnya, ada risiko alergi buah yang bisa muncul, terutama jika Anda baru mengonsumsinya pertama kali. Pasalnya, tubuh masih mengira buah berenuk merupakan benda asing yang harus dilawan.

Akibatnya, muncul reaksi alergi buah dengan gejala sebagai berikut.

  • Gatal pada bagian mulut, tenggorokan, dan telinga.
  • Kulit ruam dan gatal dengan bentol yang meluas di sekujur tubuh.
  • Pembengkakan pada bagian wajah, mata, bibir, lidah, dan langit-langit mulut.
  • Muntah.

Meski demikian, jika reaksi alergi semakin parah, ada risiko mengalami anafilaksis. Kondisi ini bisa mengancam nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan. Gejala anafilaksis terdiri dari:

  • kulit pucat,
  • sesak napas,
  • detak jantung cepat dan melemah,
  • pusing dan pingsan, dan
  • tekanan darah turun.

Selain itu, tunda konsumsi buah, daun, serta kulit kayu berenuk pada ibu hamil, terutama pada trimester awal. Tanaman ini bisa memicu kontraksi sehingga berpotensi memicu persalinan prematur.

Ada banyak potensi manfaat buah berenuk. Akan tetapi, sebagian besar masih membutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui kepastian khasiatnya pada orang banyak.

Perlu Anda ingat, pastikan juga untuk tidak mengonsumsi buah berenuk menjadi satu-satunya obat berbagai penyakit. Tetap ikuti pengobatan yang telah dianjurkan dokter.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gourd, raw, white-flowered (calabash) nutrition facts and analysis. (2022). Retrieved 20 January 2022, from https://www.nutritionvalue.org/Gourd%2C_raw%2C_white-flowered_%28calabash%29_nutritional_value.html?size=100+g

Calabash Fruit | Nutrition facts-Calabash Fruit | Health benefits. (2022). Retrieved 20 January 2022, from https://www.fruitsinfo.com/calabash-fruit.php

calabashtree | nutrients, facts, uses, recipes, health benefits, Calabash Fruit Mousse. (2022). Retrieved 21 January 2022, from https://www.fruitsinfo.com/calabash-tree-tropical-fruits.php

Balogun, F., & Sabiu, S. (2021). A Review of the Phytochemistry, Ethnobotany, Toxicology, and Pharmacological Potentials of Crescentia cujete L. (Bignoniaceae). Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2021, 1-15. doi: 10.1155/2021/6683708

Calabash contains active ingredients potential for cancer treatment. (2022). Retrieved 20 January 2022, from https://www.pchrd.dost.gov.ph/index.php/14-r-d-updates/3132-calabash-contains-active-ingredients-potential-for-cancer-treatment

Billacura, M. P., & Laciapag, G. C. R. (2017). Phytochemical screening, cytotoxicity, antioxidant, and anthelmintic property of various extract from Crescentia cujete Linn. fruit. Science International, 29(2), 31-35.

Tupas, G. D., Guariño, D. V., Martinez, C., Marundan, J. A., Mascardo, K., Melanio, A., … & Montojo, M. D. Effect of ED 90 dose of Calabash (Crescentia cujete) Decoction on the Blood Sugar Levels of Pre-Diabetic Individuals. Davao Medical School Foundation

Shastry, C. S., & Aswathanarayana, B. J. (2012). Antivenom activity of ethanolic extract of Crescentia cujete fruit. International Journal of Phytomedicine, 4(1), 108.

How too little potassium may contribute to cardiovascular disease. (2017). Retrieved 20 January 2022, from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/how-too-little-potassium-may-contribute-cardiovascular-disease

How Potassium Can Help Control High Blood Pressure. (2022). Retrieved 20 January 2022, from https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/how-potassium-can-help-control-high-blood-pressure

Food allergy. (2017). Retrieved 20 January 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/food-allergy/

Anaphylaxis – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 20 January 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anaphylaxis/symptoms-causes/syc-20351468

Allergic reactions. (2022). Allergic reactions: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 20 January 2022, from https://medlineplus.gov/ency/article/000005.htm

Crescentia cujete – Plant Finder. (2022). Retrieved 21 January 2022, from https://www.missouribotanicalgarden.org/PlantFinder/PlantFinderDetails.aspx?taxonid=277886&isprofile=0&

Parvin, M., Das, N., Jahan, N., Akhter, M., Nahar, L., & Islam, M. (2015). Evaluation of in vitro anti-inflammatory and antibacterial potential of Crescentia cujete leaves and stem bark. BMC Research Notes, 8(1). doi: 10.1186/s13104-015-1384-5

Mackenzie Theis, M. R., Bell, K., & DeGolier, T. (2017). Crescentia cujete (calabash tree) seed extract and fruit pulp juice contract isolated uterine smooth muscle tissues from Mus musculus. Journal of Medicinal Plants, 5(5), 10-15.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Jan 31
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan