Lemak Trans vs Lemak Jenuh: Mana yang Lebih Buruk untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu faktor risiko terbesar dari penyakit jantung adalah pola makan tinggi lemak jahat: lemak trans dan lemak jenuh. Sumber lemak ini terdapat pada lemak daging, mentega, margarin, santan, hingga makanan yang serba digoreng. Namun pernahkah Anda penasaran, sebenarnya mana yang lebih bahaya antara lemak jenuh dan lemak trans?

Apa akibatnya pada tubuh kalau kebanyakan makan lemak jenuh?

Lemak jenuh terdapat pada makanan, seperti daging merah, ayam, produk susu, seperti keju dan es krim, santan, mentega dan margarin, serta krim susu yang mengandung asam lemak jenuh. Lemak jenuh juga dapat Anda temukan pada minyak kelapa, kepala sawit serta minyak lainnya yang sudah pernah dipakai untuk menggoreng (jelantah) meskipun pada mulanya termasuk lemak tidak jenuh.

Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Terlalu banyak kolesterol LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah arteri. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya aliran darah ke jantung dan otak sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kebanyakan kolesterol LDL dalam tubuh juga meningkatkan risiko Anda terhadap diabetes tipe 2.

Apa akibatnya pada tubuh kalau kebanyakan makan lemak trans?

Asam lemak trans atau trans fat terbentuk saat cairan minyak menjadi lemak padat. Ada dua jenis dari trans fat yang ditemukan di dalam makanan: trans fat alami dan trans fat buatan. Trans fat alami dihasilkan di dalam usus beberapa hewan dan makanan yang dihasilkan dari hewan-hewan tersebut. Misalnya, susu dan produk daging.

Lemak trans buatan (atau asam lemak trans) dihasilkan dari proses industri yang menambahkan hidrogen pada cairan minyak sayur untuk membuatnya lebih padat. Sebagian besar lemak trans buatan dapat ditemukan dalam makanan yang digoreng. Makanan yang melalui proses penggorengan mengandung lemak trans karena minyak sayur yang dipakai untuk menggoreng mengalami proses hidrogenasi yang menghasilkan lemak trans pada makanan tersebut.

Lemak trans buatan dari hidrogenasi ini juga dapat ditemukan di banyak makanan yang sama dengan lemak jenuh, termasuk:

  • Biskuit
  • Makanan beku olahan siap pakai
  • Makanan ringan (seperti keripik kentang, dan keripik lainnya)
  • Gorengan
  • Fast food (ayam goreng, kentang goreng, burger)
  • Krimer kopi
  • Margarin
  • HVO (Hydrogenated Vegetable Oil)
  • Shortening

Sama seperti lemak jenuh, lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Terlalu banyak kolesterol LDL dalam darah dapat menyebabkan lemak menumpuk di pembuluh darah arteri dan menyumbat aliran darah ke jantung dan otak. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kebanyakan kolesterol LDL dalam tubuh juga meningkatkan risiko Anda terhadap diabetes tipe 2.

Kalau begitu, mana yang lebih jahat antara lemak trans dan lemak jenuh?

Yang membuat lemak trans dan lemak jenuh sedikit berbeda adalah pengaruhnya terhadap kolesterol baik HDL. Lemak jenuh tidak memengaruhi kadar kolesterol baik dalam darah. Sementara itu lemak trans meningkatkan kadar kolestrol jahat dan juga menurunkan kadar kolestrol baik. Efek penurunan kadar kolesterol baik inilah yang menjadikan lemak trans 2 kali lipat lebih berbahaya dari asam lemak jenuh.

Di dalam tubuh, kolesterol HDL bertugas mengangkut kolesterol jahat kembali ke dalam hati. Di dalam hati, kolesterol ini akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran. Kolesterol HDL justru sangat dibutuhkan tubuh untuk mencegah penyakit jantung.

Meskipun lemak trans lebih berbahaya, tetapi bukan berarti bahwa Anda harus memperbanyak mengonsumsi lemak jenuh atau mengganti asupan lemak trans Anda dengan lemak jenuh. Risiko kesehatan antara lemak trans dan lemak jenuh tetap sama persis jika dikonsumsi terlalu banyak. Maka, kedua jenis lemak ini sama-sama perlu dikurangi porsinya dalam menu makan harian Anda. 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Susah Dihilangkan, Lemak Perut Atau Paha?

Banyak yang bilang lebih susah menghilangkan lemak perut daripada lemak paha. Apa benar begitu? Simak penjelasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi, Hidup Sehat 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

Doyan camilan dingin yang manis, tapi takut gemuk kalau keseringan makan es krim? Sudahkah Anda mencoba sorbet? Anda bisa membuatnya sendiri di rumah, lho!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Resep Sehat, Nutrisi, Hidup Sehat 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah batu empedu

Terapkan 4 Kebiasaan Ini untuk Mencegah Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit
makanan tinggi lemak lemak nabati lemak hewani

7 Makanan Tinggi Lemak yang Baik untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 4 menit
cepat tua

Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit