backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Pilihan Menu Sahur yang Kaya Zinc dan Vitamin C

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Andisa Shabrina · Tanggal diperbarui 18/12/2020

Pilihan Menu Sahur yang Kaya Zinc dan Vitamin C

Saat puasa, Anda diharuskan menahan makan dan minum selama 13 jam sehari. Dalam waktu tersebut, fungsi tubuh akan mengalami perubahan, salah satunya adalah penurunan sistem kekebalan tubuh. Tubuh memerlukan vitamin dan mineral seperti vitamin C dan zinc untuk menjaga tubuh tetap kuat dan sehat selama menjalani puasa dalam sebulan penuh. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin dan zinc dalam makanan yang Anda konsumsi selama puasa, seperti saat sahur. Menu sahur yang mengandung banyak vitamin C dan zinc dapat membantu Anda menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh saat puasa.

Fungsi vitamin C dan zinc untuk tubuh

Fungsi vitamin C

Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air. Vitamin C dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan di seluruh bagian tubuh Anda. Vitamin C digunakan untuk:

  • Menguatkan kekebalan tubuh.
  • Menyembuhkan luka dan membentuk jaringan parut.
  • Memperbaiki dan mempertahankan kesehatan tulang, dan gigi.
  • Membantu penyerapan zat besi.
  • Sebagai antioksidan yang baik untuk mencegah radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit kronis.
  • Fungsi zinc

    Zinc adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat, karena dapat mempertahankan kesehatan sistem kekebalan tubuh. Zinc ditemukan di seluruh sel-sel dalam tubuh Anda, yaitu dalam pembelahan sel, pertumbuhan sel, penyembuhan luka, dan karbohidrat.

    Zinc juga dibutuhkan untuk indera penciuman dan pengecap, serta meningkatkan kerja insulin.

    Mengonsumsi vitamin C dan zinc selama puasa

    Beberapa orang mungkin merasa lemas dan tidak bersemangat saat puasa. Jika itu terjadi pada Anda, ini mungkin tanda bahwa sistem kekebalan tubuh Anda menurun. Perubahan waktu dan pola makan saat menjalani puasa bisa menjadi penyebabnya.

    Saat puasa, Anda hanya bisa makan sebanyak dua kali yaitu saat sahur dan berbuka puasa. Jadi Anda hanya akan mendapatkan asupan nutrisi hanya di waktu itu saja. Oleh karena itu, pergunakan waktu tersebut untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh selama puasa.

    Asupan nutrisi selama puasa yang tidak tercukupi bisa menyebabkan tubuh mengalami kekurangan nutrisi dan akhirnya menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

    Untuk menghindarinya, Anda bisa mengonsumsi sumber vitamin C dan zinc yang dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sehingga Anda bisa menjalani puasa dengan tetap kuat dan tidak mudah terserang penyakit.

    Menu sahur yang kaya akan vitamin C dan zinc

    Vitamin C dapat Anda temukan pada beberapa buah dan sayuran. Buah-buahan yang mengandung vitamin C tinggi antara lain blewah, jeruk, kiwi, mangga, pepaya, nanas, buah beri (stroberi dan raspberi), tomat, cabai, paprika, dan semangka. Sayuran yang kaya akan vitamin C seperti brokoli, kubis, kembang kol, bayam, kentang, dan labu.

    Sementara zinc dalam protein hewani merupakan sumber makanan yang baik. Daging sapi dan daging ayam mengandung lebih banyak zinc daripada ikan. Sumber makanan lain yang mengandung zinc yaitu kacang almond, kacang almond, sereal dan oatmeal yang telah ditambahkan zinc.

    Menambahkan sumber-sumber makanan tersebut ke dalam menu sahur Anda dapat membantu mencukupi asupan vitamin C dan zinc selama puasa. Dengan begitu, Anda bisa menjalani ibadah puasa dengan lancar dan kuat selama satu bulan penuh.

    Berikut beberapa menu sahur yang tinggi vitamin C dan zinc yang bisa Anda terapkan di rumah.

    • Oatmeal dengan tambahan buah-buahan.
    • Sup wortel, buncis, dan kembang kol .
    • Tumis brokoli dengan paprika.
    • Sereal dan susu.
    • Tumis kentang dengan potongan kasar cabai sebagai perasa.
    • Salad buah.

    Selain itu, jika diperlukan Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C dan zinc untuk membantu mencukupi kebutuhan zat gizi Anda, setelah makan sahur.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Andisa Shabrina · Tanggal diperbarui 18/12/2020

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan