backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Pilihan Buah yang Kaya Kandungan Vitamin A

Ditinjau secara medis oleh Fandi Imran Pattisahusiwa S.Tr.Gz · Gizi dan Dietetik · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 23/02/2024

10 Pilihan Buah yang Kaya Kandungan Vitamin A

Vitamin A merupakan zat gizi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan mata dan kekebalan tubuh. Salah satu sumber vitamin A yang terkenal adalah wortel. Namun, tahukah Anda bahwa ada banyak buah yang mengandung vitamin A, apa saja?

Daftar buah yang mengandung vitamin A

Menurut Angka Kecukupan Gizi di Indonesia, kebutuhan vitamin A harian pada pria dewasa sebanyak 650 mcg dan wanita dewasa sebesar 600 mcg.

Kebutuhan ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin A. 

Penting diketahui, vitamin A yang berasal dari sumber nabati lebih tepatnya disebut sebagai beta-karoten, yakni provitamin A. Ketika Anda makan buah tinggi beta-karoten, provitamin A ini akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A yang larut lemak.

Berikut daftar buah-buahan yang tinggi provitamin A.

1. Pepaya

Buah dengan bentuk memanjang dan berwarna kemerahan ini mengandung vitamin A yang tinggi. Kandungan vitamin A pada satu buah pepaya berukuran kecil sebesar 73,8 mcg.

Vitamin A ini didapat dari warna alami pada pepaya, yakni karotenoid, tepatnya beta karoten.

Pepaya juga kaya vitamin C dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan. Ini membantu melawan radikal bebas yang meningkatkan risiko penyakit kronis.

2. Mangga

Satu buah mangga sebesar 336 g mengandung vitamin A yang cukup tinggi, yakni sebesar 181 mcg. 

Artinya, mengonsumsi buah ini bisa memenuhi lebih dari seperempat kebutuhan vitamin A harian Anda.

Buah ini juga kaya gula alami yang membantu menambah energi dengan cepat pada saat Anda beraktivitas fisik.

Mangga juga kaya serat dan air yang membantu melancarkan BAB Anda.

3. Blewah

blewah merupakan buah yang mengandung vitamin a

Buah yang identik dengan bulan Ramadan ini mengandung vitamin A yang tak kalah tinggi.

Dalam secangkir blewah yang sudah dipotong dadu, vitamin A yang terkandung sebesar 270 mcg atau setara dengan 41 – 45 % dari kebutuhan vitamin A harian.

Tak hanya vitamin A, blewah juga tinggi folat yang diperlukan ibu hamil untuk mengurangi risiko cacat tabung saraf atau spina bifida.

4. Semangka

Sebagai buah yang mengandung banyak air, semangka juga kaya vitamin A. Secangkir melon yang dipotong dadu mengandung vitamin A sebanyak 42,6 mcg.

Semangka juga kaya likopen yang membantu menjaga kulit dari kerusakan akibat paparan matahari.

Buah ini pun mengandung citrulline atau asam amino yang bisa meningkatkan kadar nitrit oksida di tubuh. 

Perlu diketahui, nitrit oksida adalah senyawa yang bisa menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah.

Tips memilih semangka

Sebaiknya, pilih semangka dengan daging buah berwarna merah karena mengandung likopen yang lebih tinggi. Likopen berperan sebagai pewarna alami pada semangka.

5. Jeruk bali merah

Bila sedang mencari buah kaya vitamin A, Anda bisa mencoba jeruk bali. 

Kandungan vitamin A dalam 100 g jeruk bali merah sebesar 58 mcg. Sama seperti pepaya, vitamin A pada buah ini berasal dari kandungan beta karoten.

Jeruk bali merah juga mengandung vitamin C dan kalsium yang saling bekerja untuk menjaga kepadatan tulang. Jadi, risiko terkena osteoporosis pun berkurang.

Jeruk bali juga tinggi likopen yang berperan sebagai antioksidan pada tubuh.

6. Jeruk keprok

jeruk keprok merupakan buah yang mengandung vitamin a

Vitamin A terdapat pada buah-buahan sitrun, seperti jeruk keprok. Satu buah jeruk keprok besar seberat 120 g mengandung vitamin A sebesar 40,8 mcg.

Mirip dengan jeruk bali, jeruk keprok juga tinggi kalsium dan mineral lain yang diperlukan tubuh, seperti magnesium, fosfor, dan kalium.

Tak hanya itu, jeruk keprok juga kaya akan berbagai senyawa yang bersifat antioksidan, seperti vitamin C, tangeretin, dan beta-cryptoxanthin.

7. Labu

Buah mengandung vitamin A sangat tinggi bisa Anda jumpai pada labu. Satu cangkir labu yang diiris dadu bahkan mengandung vitamin A sebanyak 494 mcg. 

Hal ini berarti bahwa secangkir labu bisa memenuhi hampir seluruh keperluan vitamin A harian, tepatnya sebanyak 76 – 82 persen.

Labu juga kaya akan lutein dan zeaxanthin yang bisa menyerap cahaya blue light sehingga tidak jatuh ke mata dan menimbulkan kerusakan. 

Kandungan ini juga melindungi mata dari paparan radikal bebas dan mengurangi peradangan di mata.

8. Melon kuning

Melon kuning merupakan buah yang mengandung provitamin A lebih banyak daripada melon biasa.

Pasalnya, warna kuning ini berasal dari beta-karoten yang akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.

Selain itu, buah ini baik untuk mengontrol tekanan darah. Melon kaya akan kalium yang bisa membuang kelebihan natrium. 

Nah, natrium merupakan mineral yang bisa meningkatkan tekanan darah.

9. Jambu biji merah

Jambu biji merah juga merupakan buah yang mengandung vitamin A. Dalam 100 g, vitamin A yang terkandung sebesar 31 mcg.

Warna merah pada jambu biji berasal dari pewarna alami lutein. Kadar lutein pada jambu biji sangat tinggi, yaitu 5.200 mcg.

Buah ini juga kaya akan jenis serat tak larut air yang membantu melancarkan BAB.

Hal ini bisa mencegah sembelit, bahkan mengurangi risiko ambeien hingga divertikulitis.

10. Aprikot

Aprikot relatif sulit ditemukan di Indonesia. Meski begitu, Anda bisa membelinya di supermarket besar yang menjual buah impor.

Aprikot terkenal sebagai buah yang mengandung provitamin A tinggi, yakni sebesar 149 mcg dalam 1 cangkir.

Buah ini juga mengandung vitamin C dan vitamin E yang bersifat antioksidan.

Aprikot juga merupakan sumber serat larut air dan tak larut air.

Serat larut air membantu mencegah penyerapan lemak di tubuh sehingga bisa menurunkan kadar kolesterol. 

Selain itu, serat juga membantu menjaga keseimbangan bakteri atau mikrobiota usus.

Vitamin A terdapat pada buah-buahan yang berwarna merah dan kekuningan.  Warna tersebut berasal dari kandungan beta-karoten yang akan diolah tubuh menjadi vitamin A.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

Fandi Imran Pattisahusiwa S.Tr.Gz

Gizi dan Dietetik · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 23/02/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan