Kenapa Kita Harus Berhenti Minum Softdrink

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Minuman ringan alias softdrink saat ini sudah tersedia dalam berbagai varian dan sangat mudah ditemukan. Tidak jarang minuman ringan juga menjadi salah satu menu wajib yang harus ada saat jam makan siang Anda. Contoh minuman ringan yaitu soda, jus kemasan, teh dan kopi kemasan, minuman berenergi, hingga minuman yang diklaim dapat menggantikan elektrolit tubuh. Saat ini penelitian terkait minuman ringan semakin banyak dilakukan, karena ternyata walaupun terlihat sepele dan beberapa bahwa terkesan “sehat”, minuman ringan terutama yang ditambahkan gula, dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit degeneratif.

Beberapa fakta terkait minuman ringan

  • Kurang lebih 11% dari kalori yang Anda konsumsi bisa berasal dari minuman ringan.
  • Setiap 350 ml minuman ringan yang dikonsumsi oleh anak-anak dapat meningkatkan risiko mereka menderita obesitas hingga 60%
  • Pada anak usia satu hingga lima tahun, konsumsi minuman ringan terutama yang bersoda meningkatkan risiko mereka menderita karies gigi sebesar 80-100%.
  • Untuk membakar kalori yang dihasilkan dari satu kaleng soda, dibutuhkan 25 menit berjalan kaki dengan kecepatan sedang.
  • Suatu penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman ringan cenderung memiliki kualitas pola makan yang buruk secara keseluruhan.
  • Mereka yang mengonsumsi minuman ringan secara rutin setidaknya satu kali atau lebih per harinya berisiko menderita diabetes tipe 2 hingga 26% lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi minuman ringan.
  • Konsumsi satu botol minuman ringan per hari dapat menambah berat badan hingga 11 kg dalam setahun.
  • Berdasarkan penelitian di Amerika, 1 dari 4 orang setidaknya mendapat 200 kalori tambahan dari minuman ringan setiap harinya. Dan 5% orang setidaknya mengonsumsi 567 kalori yang berasal dari minuman ringan, ini setara dengan 4 kaleng soda.

Bahaya minuman ringan untuk kesehatan

Salah satu hal yang layak Anda perhatikan ketika memutuskan mengonsumsi minuman ringan adalah bahan tambahan pangan apa saja yang sudah ditambahkan ke dalam minuman Anda. Pemanis, pewarna, pengawet merupakan beberapa jenis bahan tambahan pangan yang mungkin berada di minuman Anda. Tetapi di antara bahan-bahan tersebut, pemanis adalah yang paling menjadi sorotan jika dikaitkan dengan kesehatan.

Pemanis, baik alami maupun buatan, sama-sama memiliki efek buruk bagi kesehatan Anda. Dan terkadang Anda tidak sadar berapa banyak gula yang Anda konsumsi bersamaan dengan minuman Anda.

Minuman ringan dan obesitas

Konsumsi minuman ringan dapat menyebabkan peningkatan berat badan karena kadar gulanya yang terkadang luput dari perhatian. Sebagai contoh, kebanyakan minuman dalam kemasan ukuran 500 ml memiliki kadar gula 40-50 gram (atau setara dengan 4-5 sendok makan). Menurut Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, anjuran konsumsi gula dalam sehari adalah 4 sendok makan. Dengan meminum satu botol minuman ringan, Anda sudah menggunakan jatah konsumsi gula Anda dalam sehari dan sekaligus menambah asupan kalori Anda sekitar 150-200 kalori. Penambahan kalori tentunya meningkatkan risiko Anda mengalami kenaikan berat badan.

Mudah sekali untuk mengalami kenaikan berat badan yang diakibatkan oleh minuman ringan, karena Anda tidak sadar Anda sedang mengonsmsi kalori tambahan. Berbeda dengan makanan solid atau padat, di mana Anda cenderung ‘sadar’ bahwa Anda sedang mengonsumsi sesuatu. Sebagai perbandingan, satu botol minuman ringan bisa memiliki jumlah kalori yang sama dengan 100 gram nasi putih, atau 100 gram daging segar tanpa lemak. Ketiga jenis pangan tersebut mengandung kalori yang sama, kurang lebih 150-200 kalori.

Minuman ringan dan diabetes

Selain kegemukan, diabetes tipe 2 juga merupakan salah satu jenis penyakit yang sering dikaitkan dengan minuman ringan. Suatu penelitian terkait kesehatan, The Nurses’ Health Study meneliti 90.000 orang wanita selama 8 tahun. Berdasarkan penelitian ini, mereka yang setidaknya mengonsumsi satu atau lebih minuman ringan yang mengandung tambahan gula memiliki risiko dua kali lipat lebih besar mengidap diabetes tipe 2 di masa depan dibanding yang jarang mengonsumsi minuman ringan. Penelitian lain yaitu Framingham Heart Study juga menemukan mereka yang mengonsumsi satu atau lebih minuman ringan, akan berisiko mengalami kesulitan dalam mengatur kadar gula darah serta 50% lebih mungkin mengidap sindrom metabolik.

Alternatif minuman ringan

  • Pilihlah air mineral. Air mineral tidak mengandung kalori dan sudah pasti dapat menghilangkan rasa haus Anda.
  • Jika Anda bosan dengan air mineral yang tidak ada rasanya, maka Anda bisa menambahkan perasan buah (seperti lemon atau jeruk) ke dalam air mineral Anda.
  • Jika Anda ingin mengonsumsi minuman ringan, pilihlah jenis minuman yang rendah kalori atau rendah gula. Perhatikan juga kadar gula per sajiannya.
  • Anda bisa mencoba infused water, campurkan irisan buah ke dalam botol minuman Anda dan taruh di dalam kulkas, Anda akan mendapatkan minuman segar berperisa buah dan nyaris tanpa kalori.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Semua Hal yang Penting Diperhatikan Pasca Operasi Usus Buntu

Pasca operasi usus buntu Anda tidak dianjurkan kembali beraktivitas. Anda juga perlu menghindari beberapa pantangan setelah operasi usus buntu.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidung meler

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pertolongan pertama keracunan makanan

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit