Apakah Diet Soda Lebih Sehat Dari Soda Biasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah melihat beberapa minuman ringan merek ternama yang memiliki produk dengan embel-embel “Diet” di kemasannya. Diklaim, soda jenis ini lebih sehat dibanding dengan soda biasa, dan tidak akan bikin gemuk. Benarkah seperti itu? Menurut, Keri Gans, pembicara untuk American Dietetic Association dan penulis  The Small Change Diet, yang dikutip situs Livescience, soda biasa tidak memiliki keuntungan nutrisi apa-apa bagi tubuh, lalu bagaimana dengan diet soda?

Apa itu diet soda?

Diet soda adalah minuman berkarbonasi bebas kalori, namun memiliki pemanis berupa aspartame, suclarose, acesulfame-kalium, dan pemanis lainnya yang tidak berkalori. Secara umum, minuman soda jenis ini tidak berbahaya bagi kesehatan, keseimbangan tubuh, atau komposisi tubuh. Namun, penelitian baru-baru ini  menyebutkan diet soda memiliki kaitan dengan masalah kesehatan. Memang belum ada penelitian yang membuktikan bahwa diet soda memiliki risiko kesehatan jangka panjang, namun ada berbagai penyakit yang dikaitkan dengan efek dari diet soda.

Kandungan seperti pemanis buatan, yang ditemukan pada diet soda, memiliki rasa manis yang lebih kuat dibandingkan dengan gula. Brooke Alpert, RD, penulis The Sugar Detox, yang dikutip situs Health, menyebutkan bahwa pemanis ini dapat menyebabkan memudarnya indra pengecap kita terhadap makanan yang mengandung pemanis alami, seperti buah.

Benarkah diet soda dapat menurunkan berat badan?

Diet soda yang diminum secara berlebihan dapat menyebabkan bertambahnya berat badan. Mengapa demikian? Katanya tadi diet soda bebas kalori?

Bebas kalori tidak menjamin berat badan Anda akan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena diet soda dapat memicu insulin yang dapat mempengaruhi penyimpanan lemak di tubuh Anda, sehingga menyebabkan peningkatan pada berat badan. Peneliti dari University of Texas menemukan peminum diet soda mengalami 70% peningkatan pelebaran lingkar pinggang, jika dibandingkan dengan yang tidak meminumnya.

Adanya pengaruh psikologis juga menjadi salah satu alasan diet soda malah membuat berat badan naik. Ketika Anda mengonsumsi sesuatu yang rendah kalori, secara tidak sadar, Anda pun menambah asupan makanan lain, seperti satu burger atau beberapa potong pizza. Menurut dr. John Spangler, dosen keluarga dan kedokteran komunitas di Wake Forest University Baptist Medical Center North Carolina, yang dikutip Livescience, masyarakat menjadi sangat terobsesi dengan mengonsumsi diet soda, sehingga ada kaitannya dengan populasi yang mengalami kenaikan berat badan.

Apa dampak dari minum diet soda?

1. Mengganggu kesehatan tulang dan gigi

Meski bebas kalori, diet soda tidak termasuk ke dalam minuman sehat. Diet soda merupakan minuman dengan kandungan bahan kimia, beberapa di antaranya mungkin dapat merusak tubuh. Contohnya kandungan asam fosfat, kandungan ini dapat menurunkan kepadatan mineral tulang dan mengikis enamel gigi – hal ini dapat menyebabkan gigi berlubang. Peneliti Tufts University menemukan perempuan yang meminum soda cenderung mengalami  rendahnya kepadatan tulang di pinggang dibanding dengan perempuan yang tidak meminum soda sama sekali.

2. Mungkin memicu sakit kepala

Pun dengan kandungan pemanis buatan dalam soda diet, seperti aspartame dan suclarose. Biarpun diklaim aman untuk tubuh, penggunaan pemanis buatan memang masih diperdebatkan. Penelitian yang dikutip situs Health, menyebutkan bahwa aspartame dapat menimbulkan sakit kepala seperti migrain, namun seperti yang sudah dijelaskan di atas, bukti tersebut anekdotal alias belum jelas.

3. Peningkatan risiko diabetes dan sindrom metabolik

Dampak lainnya dari mengonsumsi diet soda adalah terjadinya peningkatan risiko sekitar 36% untuk sindrom metabolik dan diabetes. Sindrom metabolik adalah kondisi yang membuat seseorang berisiko tinggi terhadap sakit jantung, stroke, dan diabetes. Kondisi-kondisi tersebut adalah tekanan darah tinggi, kadar glukosa, peningkatan kolesterol, dan pelebaran lingkar pinggang. Peneliti dari University of Miami and Columbia University yang dikutip oleh situs Health juga mengungkapkan risiko yang sama dari efek dari minum diet soda. Namun, peneliti juga mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menarik kesimpulan yang pasti tentang dampak diet soda terhadap kesehatan.

4. Bahaya jika dicampur minuman beralkohol

Pemanis buatan dapat diserap lebih cepat oleh aliran darah daripada gula, sehingga ketika soda diet dikonsumsi sebagai campuran alkohol, dapat menyebabkan efek berbahaya. Pendapat ini didasarkan pada peneliti dari Northern Kentucky University yang dikutip oleh situs Health. Penelitian ini membuktikan bahwa partisipan yang mengonsumsi alkohol yang dicampur dengan minuman diet memiliki konsentrasi alkohol lebih tinggi dibandingkan dengan alkohol yang dicampurkan dengan minuman yang mengandung gula.

5. Meningkatkan risiko depresi

Penelitian lain yang ditampilkan pada pertemuan American Academy of Neurology menemukan bahwa orang-orang yang meminum lebih dari empat gelas kemasan soda 30% rentan mengalami risiko depresi lebih tinggi daripada mereka yang menjauhi minuman manis. Jadi, jika Anda ingin mengonsumsi minuman yang rendah kalori, jawabannya adalah air putih.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rangka Tubuh Sendiri, Bagaimana Cara Menghitung Ukurannya?

Katanya, orang yang tubuhnya bongsor punya rangka tubuh yang besar. Apakah benar? Berikut adalah cara menghitung ukuran rangka tubuh masing-masing.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

Buah memang baik untuk kesehatan, tetapi ada buah yang perlu Anda hindari pada waktu tertentu. Apa saja buah yang perlu dihindari saat sarapan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Tips Makan Sehat, Nutrisi 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Tubuh Gemuk Akibat Berat Air Tinggi, Apa Penyebabnya?

Apakah Anda pernah dengar gemuk air atau kegemukan akibat air? Apakah benar minum air terlalu banyak bisa membuat Anda gemuk dan berat badan naik?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 15 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Mengatasi “Kecanduan” Minuman Ringan

Anda pasti sudah tahu minuman ringan nan manis sangat buruk bagi kesehatan. Tapi bagaimana kalau Anda sudah terbiasa minum softdrink setiap hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Makan Sehat, Nutrisi 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
bab setelah makan

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara memanggang

Cara Memanggang Makanan Agar Nutrisinya Tidak Hilang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit