home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Manfaat dan Cara Melakukan Diet Rendah FODMAP

Kenali Manfaat dan Cara Melakukan Diet Rendah FODMAP

Bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan di usus besar seperti sindrom iritasi usus besar (IBS), gejala bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan seumur hidup, hilang dan kambuh. Karena itu, muncullah FODMAP diet yang dapat meringankan gejala penyakit usus besar.

Apa itu FODMAP diet?

diet FODMAP

FODMAP adalah pola makan yang menganjurkan seseorang untuk menghindari makanan sumber karbohidrat yang struktur kimianya berantai pendek.

Nama pola makan ini merupakan dari jenis karbohidrat yang harus Anda hindari, yaitu Fermentable Oligo, Disakarida, Monosakarida, serta Poliol.

Jenis-jenis karbohidrat tersebut jika dicerna oleh tubuh akan menghasilkan gas seperti karbon dioksida, hidrogen, dan gas metana yang menyebabkan perut Anda jadi kembung dan nyeri.

Para ahli percaya bahwa orang-orang yang memiliki masalah pada usus besar akan sangat sulit untuk mencerna karbohidrat ini.

Dengan melakukan FODMAP diet, diharapkan kondisi para pasien dapat membaik secara perlahan. Pola makan ini sudah terbukti efektif dalam meringankan gejala iritasi usus besar.

Pada sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Gastroenterology, 3 dari 4 peserta penelitian yang memiliki penyakit ini berhasil mengurangi atau bahkan menghilangkan beberapa gejala gangguan pencernaan setelah melakukan FODMAP diet selama lebih dari seminggu.

Makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi saat menjalankan FODMAP diet?

fodmap diet
SumberZ: Recovering The Self

Sebenarnya, makanan yang menjadi pantangan dalam pola makan FODMAP tidak semuanya termasuk makanan yang tidak sehat. Bahkan, ada beberapa yang baik untuk Anda konsumsi, seperti fruktans, prebiotik inulin, dan galactoligossaccharides (GOS).

Makanan prebiotik misalnya, dapat merangsang pertumbuhan bakteri usus yang baik. Namun, untuk orang-orang tertentu, makanan ini bisa memicu gejala seperti kembung atau perih di perut.

Maka dari itu, berikut adalah sederet makanan yang harus Anda hindari.

  • Makanan yang mengandung laktosa, yaitu gula alami dalam susu. Tentunya banyak ditemukan dalam minuman susu sapi, keju, yogurt, krim, dan berbagai produk susu lainnya.
  • Fruktosa, yang terkandung dalam buah-buahan seperti apel, pir, mangga, dan semangka, pemanis buatan, serta makanan yang mengandung banyak sirup jagung.
  • Fruktan, terkandung pada sayuran, contohnya brokoli, asparagus, dan bawang-bawangan. Berbagai jenis gandum juga mengandung fruktan.
  • Galaktan, yang biasanya ditemui pada kacang-kacangan serta sayuran seperti brokoli, kembang kol, dan kol.
  • Makanan yang mengandung poliol, seperti buah aprikot, semangka, apel, serta pemanis yang mengandung sorbitol, manitol, dan xylitol.

Sebagai gantinya, berikut makanan yang boleh Anda konsumsi saat menjalani pola makan FODMAP.

Sayuran yang boleh dikonsumsi:

  • Tauge
  • Paprika
  • Wortel
  • Kacang hijau
  • Bok choy
  • Timun
  • Selada
  • Tomat

Buah-buahan yang boleh dikonsumsi:

  • Jeruk
  • Anggur
  • Melon madu
  • Blewah
  • Pisang
  • Jeruk bali

Sumber makanan lain yang boleh dikonsumsi:

  • Susu sapi yang bebas laktosa atau susu berbasis nabati seperti susu almond
  • Keju feta
  • Daging sapi, kambing, domba, ayam, ikan, telur
  • Produk kedelai termasuk tahu dan tempe
  • Biji-bijian

Cara melakukan diet FODMAP

diet eliminasi

Anda tidak harus langsung mengubah pola makan secara seluruhnya. Ada tiga tahapan yang harus dilalui bila Anda ingin menjalankan pola makan FODMAP.

1. Tahap eliminasi

Pada tahap ini Anda dianjurkan untuk membatasi bahkan menghindari makanan yang mengandung FODMAP selama 3-8 minggu.

Di tahap ini juga, Anda diminta untuk melihat apakah gejala gangguan pencernaan yang Anda alami berkurang atau tidak.

2. Tahap pengenalan kembali

Setelah Anda menghindari makanan curigai menyebabkan gejala, maka Anda akan diminta untuk memasukan satu per satu jenis makanan tersebut ke dalam menu Anda kembali.

Hal ini dilakukan selama 3-7 hari untuk satu jenis makanan. Dalam tahap ini, akan terlihat makanan yang selama ini jadi pemicu dari gejala IBS Anda.

3. Tahap akhir

Nah, setelah tahu apa yang bisa membuat gejala IBS Anda muncul, maka Anda akan diminta untuk kembali mengonsumsi makanan dengan normal dan hanya membatasi makanan yang menjadi pemicu saja.

Selebihnya, Anda dapat tetap menerapkan pola makan yang sebelumnya Anda miliki.

Apakah pola makan ini bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan?

Karena FODMAP diet melibatkan eliminasi banyak jenis makanan pada tahap awalnya, maka diet ini termasuk ketat dan tidak boleh dilakukan sembarangan.

Baik bila Anda memang memiliki masalah usus besar atau hanya ingin menurunkan berat badan, berkonsultasi dahulu kepada dokter atau ahli gizi tetaplah penting.

Pola makan ini dikhawatirkan dapat mengurangi kebutuhan nutrisi. Dampaknya, Anda bisa saja mengalami kekurangan gizi jika melakukannya tanpa pengawasan dari dokter.

Bagi Anda yang memiliki masalah usus besar dengan berat badan di bawah rata-rata, baiknya diskusikan pola makan yang sesuai dengan tubuh Anda bersama dokter dan ahlinya gizi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Bestand Worst Food for IBS. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 29 March 2021, from https://health.clevelandclinic.org/take-control-of-ibs-with-low-fodmap-diet/

Try a FODMAP Diet to Manage Irritable Bowel Syndrome. (2019). Harvard Health Publisher. Retrieved 29 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/diet-and-weight-loss/a-new-diet-to-manage-irritable-bowel-syndrome

Magge, S., & Lembo, A. (2012). Low-FODMAP Diet for Treatment of Irritable Bowel Syndrome. Gastroenterology & Hepatology, 8(11), 739–745. Retrieved 29 March 2021.

FODMAP Diet: What You Need To Know. (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved 29 March 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/fodmap-diet-what-you-need-to-know

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 09/12/2017
x