home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Nutrigenomik: Mengonsumsi Makanan Sesuai Dengan Gen Anda

Nutrigenomik: Mengonsumsi Makanan Sesuai Dengan Gen Anda

Ada orang yang sering makan banyak namun tidak mudah gemuk, ada juga yang sebaliknya. Atau ada orang yang sering mengonsumsi suatu bahan makanan kemudian tidak mengalami efek samping akibat makan makanan tersebut, tapi ada juga yang baru makan sedikit saja langsung merasakan efek sampingnya. Mengapa hal itu terjadi?

Setiap manusia berbeda-beda, tidak hanya sifat dan bentuk fisiknya, namun juga gen dan bahkan metabolisme yang terjadi. Oleh karena itu, masing-masing orang memiliki sensitivitas serta daya pencernaan yang berbeda-beda. Suatu ilmu baru yang muncul, mengaitkan diet atau apa yang kita makan, dan hubungannya dengan gen dan DNA yang mengatur fungsi tubuh. Ilmu tersebut disebut dengan nutrigenomik.

Apa itu nutrigenomik?

Nutrigenomik adalah ilmu yang mempelajari respon gen terhadap makanan yang Anda makan, yang bertujuan untuk mengetahui secara dini perubahan apa yang akan terjadi setelah makanan itu masuk ke dalam tubuh. Nutrigenomik juga dikaitkan dengan kejadian berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh makanan.

Pada tahun 2001, ilmuwan yang melakukan Human Genome Project menyatakan bahwa gen manusia telah berhasil dipetakan, sehingga dapat diketahui interaksi antara gen dengan makanan dan lingkungan, serta interaksi gen yang berhubungan dengan berbagai penyakit kronis. Nutrigenomik dianggap sebagai kebutuhan zat gizi setiap individu berdasarkan gen yang dimilikinya. Terdapat 5 prinsip yang melandasi ilmu ini, yaitu

  • Zat makanan berpengaruh pada gen manusia, walaupun pengaruhnya terjadi langsung maupun tak langsung.
  • Pada kondisi tertentu, diet atau zat makanan yang dimakan adalah faktor risiko penyebab timbulnya suatu penyakit.
  • Zat gizi yang terdapat pada makanan mempunyai pengaruh besar untuk membuat tubuh sehat atau pun sakit, hal ini tergantung dengan susunan genetik masing-masing individu.
  • Beberapa gen dalam tubuh, yang jumlah serta strukturnya diatur dan dipengaruhi oleh diet, dapat mempengaruhi tingkat keparahan suatu penyakit kronis.
  • Konsumsi makanan yang didasarkan dari kebutuhan masing-masing individu, ternyata dapat digunakan untuk mencegah, mengatasi, serta menyembuhkan berbagai penyakit kronis.

Setiap orang memiliki gen yang berbeda-beda, setidaknya satu dengan yang lain memiliki perbedaan gen sebesar 0,1%. Dalam nutrigenomik, makanan yang masuk ke dalam tubuh dianggap sebagai sinyal yang dapat mempengaruhi aktivitas gen pada tubuh. Selain itu, makanan juga diketahui bisa mengubah struktur gen sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan pada tubuh jika gen berubah.

Hubungan makanan dan gen pada metabolisme lemak

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa terdapat hubungan dan interaksi antara zat gizi dengan gen saat melakukan metabolisme lemak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang memiliki gen tertentu (gen alel APOA1*A) memiliki kadar kolesterol jahat (LDL) lebih tinggi dibandingkan dengan individu yang memiliki gen lain (gen alel APOA1*G) setelah mengonsumsi makanan yang tinggi lemak tidak jenuh tunggal, seperti alpukat, minyak kanola, minyak zaitun, dan beberapa kacang-kacangan.

Pada awalnya, kadar LDL pada orang yang memiliki gen alel APOA1*A hanya 12% kemudian setelah mengonsumsi sumber makanan tersebut, kadar LDLnya meningkat menjadi 22%. Peningkatan kadar LDL pada tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, dan penyakit jantung lainnya.Penelitian lain juga membuktikan bahwa dengan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh ganda, seperti minyak ikan, kacang kedelai, dan minyak kelapa, pada individu dengan gen tertentu dapat menurunkan tingkat kolesterol baik (HDL) dalam tubuh, sedangkan pada individu lainnya malah meningkatkan kadar HDL.

Hubungan makanan dan gen pada penderita diabetes melitus tipe 2

Banyak penelitian yang menyebutkan hubungan makanan dan gen pada penderita diabetes, seperti penelitian yang dilakukan di Belanda. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa anak yang lahir dengan kondisi ‘kelaparan’ yang ditandai oleh berat badan lahir rendah, cenderung mempunyai kadar gula darah post prandrial lebih tinggi. Penelitian lain di India juga menunjukkan hal yang sama yaitu, bayi dengan indeks massa tubuh yang di bawah normal pada dua tahun pertama kehidupan akan memiliki risiko tinggi terkena diabetes. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keadaan gizi buruk pada kehamilan dan pada masa awal kehidupan menimbulkan pengaruh buruk pada metabolisme karbohidrat dan gula darah, yang akan berakibat pada diabetes melitus tipe 2.

Nutrigenomik sebenarnya masih menjadi kontroversi dalam bidang medis, karena melibatkan gen masing-masing individu. Hal ini bisa menjadi suatu terobosan baru yang dapat membantu serta mengatasi berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes melitus. Namun di sisi lain, nutrigenomik masih harus diteliti lebih lanjut apakah dapat diterapkan dengan baik, karena masing-masing individu yang berbeda maka kebutuhannya berbeda pula. Walaupun begitu, untuk saat ini menerapkan pola hidup sehat seperti mengatur waktu, jenis, serta porsi makan, melakukan olahraga rutin, serta istirahat yang cukup merupakan saran yang terbaik dan dapat dilakukan oleh semua orang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Simopoulos, A. (2010). Nutrigenetics/Nutrigenomics. Annu. Rev. Public Health, 31(1), pp.53-68.

National Academy of Sciences. (2007). Nutrigenomics and Beyond. Washington:The National Academies Press.

Chavez A, Munos de Chavez. (2003). Nutrigenomics in Public Health Nutrition. European Journal of Clinical Nutrition.vol.57 (suppl.1): 97-100.

Muller M, Kersten S. (2003). Nutrigenomics Goals and Perspectives. Nature Review Genetic. Vol.4:315-22.

Trayhurn P. (2003). Nutritional Genomics. British Journal Nutrition. vol.89:1-2

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x