home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jenis Makanan Penyebab Berat Badan Cepat Naik

Jenis Makanan Penyebab Berat Badan Cepat Naik

Sudah mengatur pola makan sedemikian rupa, tapi berat badan tak juga turun? Bisa jadi selama ini Anda salah pilih jenis makanan. Ya, ada beberapa makanan yang rasanya lezat, tapi ternyata diam-diam jadi penyebab berat badan cepat naik.

Makanan penyebab berat badan cepat naik

Alih-alih bikin badan jadi sehat, jenis makanan berikut ini justru bikin berat badan cepat naik. Di antaranya.

1. Makanan yang mengandung pati (tepung)

Makanan yang mengandung pati (tepung), seperti nasi putih, roti putih, pasta, atau biskuit, mengandung rendah serat yang dapat menghambat proses pencernaan makanan. Hal ini menyebabkan gula darah dan kadar insulin dalam tubuh jadi meningkat.

Hormon insulin berfungsi untuk memindahkan glukosa dalam darah menuju sel-sel lemak tubuh. Nantinya, sel-sel lemak ini akan mengubah glukosa tadi menjadi energi.

Jika kadar insulinnya meningkat, ditambah lagi dengan asupan karbohidrat yang terlalu banyak, sel-sel lemak akan kesulitan membakar glukosa menjadi energi. Alhasil, lemak dalam tubuh malah makin menumpuk dan menyebabkan berat badan naik.

2. Makanan dan minuman manis

Bagi Anda penikmat makanan manis seperti kue, es krim, soda, atau permen, sebaiknya coba kurangi porsinya. Jenis makanan yang satu ini bisa jadi penyebab berat badan naik, lho!

Menurut Harvard School of Public Health, sebanyak 600 ml atau 1,5 gelas soda mengandung 15-18 sendok teh gula dan 240 kalori. Padahal, batas asupan gula dalam sehari yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah 50 gram gula atau setara dengan 5-9 sendok teh.

Semakin banyak asupan gula, kadar glukosa darah jadi meningkat dan sulit diubah menjadi energi. Maka jangan heran jika nantinya jumlah lemak dalam tubuh jadi bertambah dan berat badan terus naik.

3. Daging merah dan olahannya

daging untuk anak

Sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2010 mengungkapkan bahwa makan daging merah dalam jumlah banyak terbukti dapat meningkatkan berat badan, baik pada orang yang berat badannya normal maupun lebih.

Tak hanya itu, daging merah dan olahannya, misalnya sosis, juga mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat menimbulkan banyak gangguan kesehatan. Mulai dari kolesterol tinggi, hipertensi, hingga penyakit jantung.

4. Kentang goreng termasuk makanan penyebab berat badan naik

makan kentang goreng berbahaya bagi kesehatan

Kentang goreng sering digunakan sebagai camilan andalan saat menonton TV. Namun sayangnya, makanan asin gurih yang bikin ketagihan ini juga bisa menyebabkan berat badan cepat naik.

Pasalnya, setiap 100 gram kentang goreng mengandung 312 kalori yang setara dengan satu porsi sarapan. Terbayang, kan, berapa banyak porsi “sarapan” yang Anda makan setiap kali ngemil kentang goreng?

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Food that Make You Fat Quickly. https://www.livestrong.com/article/186316-food-that-makes-you-fat-fast/. Accessed 24/1/2019.

The 10 Worst Foods that Make You Gain Weight. https://healthyeating.sfgate.com/10-worst-foods-make-gain-weight-2280.html. Accessed 24/1/2019.

Meat Consumption and Prospective Weight Change in Participant of the EPIC-PANACEA Study. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20592131. Accessed 24/1/2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 29/01/2021
x