Tetani

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tetani?

Tetani adalah sekelompok gejala yang ditandai dengan kram otot, kejang, atau tremor. Gerakan otot yang mengulang ini terjadi akibat kontraksi otot yang tidak terkendali. Kram otot akibat tetani bisa berlangsung lama dan terasa menyakitkan.

Tetani terjadi secara spontan dalam berbagai bentuk dan dapat juga dihasilkan oleh penghancuran kelenjar paratiroid. Hubungan intim antara berbagai bentuk tetani dan kelenjar paratiroid ditemukan melalui beberapa penelitian.

Kondisi tersebut umumnya dianggap disebabkan oleh kadar kalsium yang sangat rendah dalam darah. Namun, kondisi ini juga dapat dihasilkan dari pengurangan fraksi kalsium plasma terionisasi tanpa hipokalsemia, sama seperti pada alkalosis parah (ketika darah sangat basa).

Ada beberapa kondisi kesehatan yang tidak bisa Anda identifikasi. Masuk angin adalah kondisi yang jelas, begitu juga gangguan pencernaan setelah makan yang tidak menyenangkan. 

Tetani adalah gejala. Seperti kebanyakan gejala kondisi lainnya, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Secara umum, tetani melibatkan aktivitas saraf yang terlalu terstimulasi. 

Ini berarti terkadang sulit menemukan apa yang menyebabkan gejala-gejala tersebut muncul. Pencegahan untuk kondisi ini sangat tergantung pada apa yang menyebabkannya.

Seperti apa bentuk kondisi ini?

Saraf yang terlalu terstimulasi menyebabkan kram dan kontraksi otot secara tak sadar. Hal ini paling sering terjadi di tangan dan kaki. Namun, kejang ini dapat meluas ke seluruh tubuh, bahkan ke laring dan menyebabkan masalah pernapasan.  

Dalam episode yang parah, hasil dari tetani adalah:

  • Muntah
  • Kejang
  • Rasa sakit yang serius
  • Disfungsi jantung.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kondisi ini?

Kondisi ini mungkin muncul bersamaan dengan gejala lain, yang sangat tergantung pada sebuah penyakit, gangguan, atau kondisi. Gejala tersebut biasanya memengaruhi otot dan sistem tubuh yang lain. 

Gejala umum yang mungkin muncul bersama kondisi ini

Gejala lain tetani adalah:

  • Sakit perut atau kram perut
  • Diare kronis atau sulit sembuh
  • Distorsi ekspresi wajah (mengernyit, cemberut)
  • Kelelahan atau kelesuan
  • Nyeri otot
  • Mati rasa
  • Napas cepat atau napas pendek
  • Sensasi kesemutan di tangan atau kaki
  • Jari berkedut atau gemetaran

Gejala yang mungkin mengindikasikan kondisi serius

Pada beberapa kasus, kondisi ini mungkin muncul bersama gejala lain yang mungkin mengindikasikan kondisi serius. Kalau sudah begini, Anda harus segera menghubungi dokter. Mungkin mengindikasikan kondisi serius, gejala tetani adalah:

  • Pingsan atau hilang kesadaran; kelemahan tubuh makin memburuk
  • Hilang koordinasi otot
  • Hilang penglihatan atau perubahan penglihatan
  • Paralisis
  • Kejang
  • Sakit kepala parah
  • Bicara menyeret/bicara cadel
  • Tiba-tiba sulit mengingat, berbicara, memahami teks atau pembicaraan, menulis, atau membaca
  • Kelemahan yang tiba-tiba atau salah satu sisi tubuh mati rasa
  • Muntah-muntah

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab tetani?

Penyebab kondisi ini yang paling umum adalah ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, terutama disebabkan oleh hipokalsemia (kekurangan kalsium dalam tubuh). Namun kondisi ini juga dapat diakibatkan oleh kekurangan magnesium atau kalium.

Misalnya, hipoparatiroidisme adalah kondisi di mana tubuh tidak membuat hormon paratiroid yang cukup. Hal ini dapat menurunkan kadar kalsium secara dramatis, yang dapat memicu tetani. 

Terkadang, gagal ginjal atau masalah pada pankreas dapat mengganggu kadar kalsium dalam tubuh. Protein darah rendah, syok septik, dan beberapa transfusi darah juga dapat memengaruhi kadar kalsium dalam darah. 

Terkadang, racun juga dapat menyebabkan tetani. Sebagai contoh, toksin botulinum yang ditemukan dalam makanan busuk atau bakteri di tanah yang masuk ke dalam tubuh melalui luka atau cedera. 

Kondisi asidosis (kadar asam darah tinggi) atau alkalosis (kadar basa darah tinggi) juga dapat menyebabkan tetani.

Penyebab umum lainnya dari tetani adalah:

  • Ketergantungan alkohol
  • Hiperventilasi
  • Hipoparatiroid
  • Malnutrisi
  • Efek obat samping tertentu
  • Pankreatitis
  • Kehamilan dan menyusui
  • Defisiensi vitamin D

Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menjadi tanda dari kondisi serius yang bisa berakibat fatal. Maka, perlu penanganan secepat mungkin di UGD rumah sakit terdekat. Hal ini termasuk:

Komplikasi apa yang mungkin saya alami dengan kondisi ini?

Karena kondisi ini dapat mengindikasikan kondisi serius, pengobatan yang gagal dapat menyebabkan komplikasi serius dan kerusakan permanen. 

Saat penyebabnya didiagnosis, Anda perlu mengikuti rencana perawatan yang diajukan dokter dengan baik. Hal ini berguna untuk mengurangi risiko komplikasi. Komplikasi tetani adalah:

Diagnosis

Tetani didiagnosis dokter dengan pemeriksaan fisik dasar dan memeriksa riwayat kesehatan Anda. Dokter mungkin menanyakan sejumlah hal ini pada Anda:

  • Sudah berapa lama kondisi ini Anda alami?
  • Seberapa parah gejalanya?
  • Bagian tubuh mana saja yang terpengaruh oleh tetani?
  • Apakah kondisi Anda bersifat kambuhan?
  • Adakah gejala lainnya? 

Menurut artikel yang dipublikasikan Journal of Anaesthesiology Clinical Pharmacology, tetani dapat menjadi wujud dari berbagai gangguan, seperti hipokalsemia, hipokalemia, dan sindrom HV. 

Dokter harus kritis dalam mendiagnosis kondisi ini dan mengobati penyebab yang mendasarinya, daripada hanya mengobati wujud penyakit tersebut. 

Pengobatan

Bagaimana tetani diobati?

Dokter biasanya dapat langsung mengetahui apa penyebab dari tetani Anda lewat gejala yang tampil, sehingga ia dapat segera memulai pengobatan. Langkah paling pertama yang mungkin dilakukan adalah upaya mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh, misalnya dengan asupan suplemen kalsium atau magnesium baik lewat suntikan atau secara oral (diminum). 

Begitu diagnosis penyebab tetani diresmikan, dokter dapat melanjutkan pengobatan sesuai penyebabnya. Jika tetani disebabkan oleh tumor kelenjar paratiroid, misalnya, dokter dapat mengangkat tumor tersebut lewat pembedahan.

Pada beberapa kasus, seperti gagal ginjal, suplementasi kalsium rutin secara oral dapat ditambahkan ke terapi pengobatan utamanya.

Seperti sebagian besar kondisi serius lainnya, deteksi dan perawatan dini akan membuat perubahan signifikan terhadap kesembuhan Anda. Mengobati ketidakseimbangan mineral dapat mencegah timbulnya gejala kondisi parah, seperti kejang dan masalah jantung. 

Mengonsumsi suplemen kalsium tidak akan cukup mengatasi kondisi ini. 

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Memilih Air Mineral yang Berkualitas untuk Dukung Kesehatan

Agar Anda dan keluarga mendapat manfaat optimalnya, intip lima cara mudah memilih air mineral yang baik dan sehat. Selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
air mineral yang sehat
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Tambal gigi digunakan untuk memperbaiki kerusakan pada gigi. Berikut ini, merupakan jenis-jenis tambalan pada gigi dan proses pemasangannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bernapas Lewat Hidung Atau Mulut, Apa Bedanya?

Meski biasanya bernapas dengan hidung, kadang kita bernapas lewat mulut saat pilek atau karena ngos-ngosan habis olahraga. Apa efeknya berbeda pada tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pernapasan 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Banyak orang yang mengonsumsi obat penambah tinggi badan yang dianggap bisa membuat mereka tinggi. Tapi, benarkah klain tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaginismus

Bisakah Penetrasi Vagina Tanpa Merobek Selaput Dara?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
mata bengkak menangis

Mata Jadi Bengkak Setelah Menangis, Ternyata Ini Penjelasan Medisnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
kesalahan cara suntik insulin salah

4 Cara Suntik Insulin yang Salah dan Sering Kali Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit