home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bunyi 'Krek' Saat Meregangkan Sendi, Apa Artinya?

Bunyi 'Krek' Saat Meregangkan Sendi, Apa Artinya?

Anda pasti pernah mendengar sendi bunyi saat diregangkan. Atau mungkin belakangan Anda jadi nagih mendengar suara ‘krek’ setiap kali Anda meregangkan sendi yang terasa pegal dan kaku. Namun, apakah hal ini diperbolehkan?

Apa itu sendi?

Sendi adalah sambungan dari beberapa tulang. Terdapat 2 jenis sendi: sendi mati dan sendi gerak. Sendi tubuh yang dapat berbunyi adalah sendi gerak, antara lain buku-buku jari, punggung, leher, lutut, pergelangan kaki, dan siku. Sendi manusia terdiri dari tulang rawan (terdiri lagi dari ligamen dan tendon) yang dilindungi oleh suatu kapsul yang dilapisi oleh cairan yang mengandung oksigen, nitrogen, serta karbondioksida.

Dari mana asal bunyi ‘krek’ itu?

Saat meregangkan jari dengan cepat dan dengan gerakan menghentak, ruang dalam sendi akan membesar sehingga tekanan dalam sendi akan menurun. Kondisi ini lalu mendorong keluarnya udara yang terkandung dalam cairan, dan pelepasan gas inilah yang menghasilkan bunyi.

Beberapa orang memang merasa bahwa membunyikan atau mengeretakkan leher atau buku jari, dipercaya dapat mengurangi rasa pegal dan kaku pada persendian. Tak mengherankan bila aktivitas membunyikan sendi ini bahkan telah menjadi kebiasaan beberapa orang.

Apakah sendi berbunyi saat diregangkan memiliki dampak buruk?

Sekali dua kali melakukannya mungkin takkan memberi dampak yang besar. Walaupun rasa pegal hilang, tapi ternyata itu hanya sementara. Namun, bila dijadikan kebiasaan, ini akan melenceng dari aturan sendi yang sebenarnya. Terlebih tulang rawan kita bersifat elastis dan lentur. Kebiasaan ini malah berpotensi menghancurkan yang terdapat di dalamnya

Suatu penelitian dilakukan terhadap 300 orang yang telah terbiasa membunyikan buku-buku jarinya selama kurang lebih 35 tahun. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sendi mereka membesar dan tangan mereka melemah. Kekuatan genggaman tangan mereka hanya seperempat dari kemampuan mereka semestinya.

Berbeda bagian, beda lagi dampak yang akan dirasakan. Seorang pakar kebugaran mengatakan bahwa bila kebiasaan ini sering dilakukan pada area leher, hal tersebut akan mempu meningkatkan risiko terpapar stroke, karena kebiasaan ini diperkirakan mampu memicu kerusakan arteri dan pembuluh nadi. Bila gerakan tersebut dilakukan pada area leher dan mengalami saraf terjepit, dampaknya bisa hingga menghambat komando otak ke organ anggota gerak di tubuh Anda.

Bagaimana mengatasi pegal tanpa membunyikan sendi?

Para ahli menyarankan untuk lebih sering bergerak dan beraktivitas fisik tiap kali merasakan pegal-pegal. Kalaupun kegiatan tersebut telah menjadi kebiasaan, sebaiknya lakukan dengan lembut. Jangan terlalu menghentak dan jangan terlalu berlebihan, seperti terlalu memutar atau menekuk. Hal ini dapat memberikan beban ekstra pada sendi dan meningkatkan risiko terkena radang sendi.

Perlu diperhatikan juga bahwa bila Anda mendengar suara krek yang bervolume kasar kencang saat sedang meregangkan sendi, hingga bunyi gemeretaknya cukup mampu terdengar, bisa jadi itu merupakan salah satu gejala dari osteoartritis, suatu kelainan pada tulang rawan sendi yang menyebabkan sendi terasa kaku dan nyeri. Gejala ini dikenal dengan sebutan krepitasi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Theresia Evelyn
Tanggal diperbarui 18/01/2017
x