home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yang Perlu Anda Tahu Sebelum Menjalani Scan Tulang

Yang Perlu Anda Tahu Sebelum Menjalani Scan Tulang

Bone scan atau scan tulang adalah sebuah metode pencitraan yang digunakan untuk berbagai keperluan diagnostik. Prosedur pencitraan ini menggunakan sedikit bahan radioaktif untuk membantu memperlihatkan kelainan pada tulang.

Secara spesifik, scan tulang biasanya dilakukan untuk melihat ada tidaknya masalah pada metabolisme tulang. Yang dimaksud dengan metabolisme tulang adalah proses penghancuran tulang dan pembentukannya kembali. Saat tulang rusak atau patah, maka tulang baru akan terbentuk sebagai proses penyembuhan. Bone scan merupakan teknik yang baik untuk melihat apakah aktivitas ini berjalan baik atau tidak.

Selain itu, bone scan juga biasa digunakan untuk melihat apakah suatu kanker sudah menyebar ke tulang dari bagian lain tubuh, seperti prostat atau payudara.

Kapan scan tulang perlu dilakukan?

Dokter biasanya akan menganjurkan prosedur ini jika berpikir bahwa Anda memiliki masalah pada tulang. Prosedur ini juga dapat membantu mencari tahu nyeri tulang yang tidak dapat diketahui sebabnya. Bone scan dapat memperlihatkan masalah tulang akibat kondisi medis seperti:

  • arthritis
  • nekrosis avaskular (matinya jaringan tulang akibat kekurangan suplai darah)
  • kanker tulang
  • kanker yang menyebar ke tulang dari bagian tubuh lain
  • fibrous dysplasia (suatu kondisi yang menyebabkan jaringan bekas luka yang abnormal tumbuh di bagian tulang yang sehat)
  • patah tulang
  • infeksi yang mengenai tulang
  • paget’s disease (penyakit yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan berubah bentuk)

Risiko scan tulang

Risiko bone scan diketahui tidak lebih besar daripada rontgen x-ray biasa. Bahan radioaktif yang digunakan pada prosedur ini hanya menghasilkan sedikit paparan radiasi. Bahkan, risiko mengalami alergi terhadap bahan radioaktifnya sangat rendah.

Walaupun demikian, prosedur ini mungkin tidak dianjurkan bagi wanita hamil atau wanita yang sedang menyusui karena terdapat risiko yang membahayakan bagi janin dan kemungkinan kontaminasi ASI. Pastikan Anda memberitahu dokter Anda jika sedang hamil atau sedang menyusui.

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum menjalani bone scan

Prosedur scan tulang tidak membutuhkan persiapan khusus. Sebelum prosedur, Anda akan diminta untuk melepas semua perhiasan dan aksesoris metal Anda. Prosedur akan berlangsung selama kurang lebih satu jam. Anda mungkin akan diberikan obat penenang ringan oleh dokter untuk membantu Anda agar lebih nyaman selama Anda harus diam dalam jangka waktu yang lama.

Seperti apa prosedur scan tulang?

Sebelum prosedur dimulai, Anda akan disuntikkan zat radioaktif melalui lengan. Zat ini akan bersirkulasi di dalam tubuh Anda melalui aliran darah selama dua hingga empat jam ke depan. Begitu, zat radioaktif menyebar ke seluruh tubuh Anda, sel-sel dari tulang yang rusak akan menarik zat radioaktif sehingga berkumpul di tempat-tempat tersebut.

Setelah menunggu beberapa saat, dokter akan menggunakan kamera khusus untuk memindai tulang Anda. Bagian tulang yang rusak—tempat zat radioaktif berkumpul, akan muncul sebagai titik-titik yang gelap pada gambar. Jika hasil yang keluar kurang baik, dokter mungkin akan mengulang injeksi dan memindai tulang Anda sekali lagi.

Yang harus dilakukan setelah prosedur bone scan

Bone scan biasanya tidak menimbulkan efek samping maupun komplikasi. Sebagian besar zat radioaktif di dalam tubuh Anda akan terbuang dengan sendirinya dalam waktu 24 jam, sementara sebagian kecil lainnya dapat bertahan selama tiga hari.

Hasil bone scan dianggap normal jika pewarnaan dari zat radioaktif merata di seluruh tubuh. Akan tetapi, jika hasil Anda memperlihatkan bagian yang lebih gelap (hot spot) dan bagian yang lebih terang (cold spot), maka hasil Anda dapat dikatakan tidak normal. Anda harus menemui dokter Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut jika mendapat hasil yang tidak normal. Dokter Anda akan menjelaskan kondisi Anda, dan mungkin akan meminta Anda melakukan prosedur pemeriksaan lain jika memang dibutuhkan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bone scan. http://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/test_procedures/orthopaedic/bone_scan_92,P07663/ [diakses pada 21 Januari 2017]

Krans B. 2015. Bone Scan. http://www.healthline.com/health/bone-scan – Overview1 [diakses pada 21 Januari 2017]

Bone scans. 2015. http://www.breastcancer.org/symptoms/testing/types/bone_scans.jsp [diakses pada 21 Januari 2017]

Mayo Clinic Staff. 2014. Bone scan. http://www.mayoclinic.com/print/bone-scan/MY00306/[diakses pada 21 Januari 2017]

Foto Penulis
Ditulis oleh Priscila Stevanni
Tanggal diperbarui 08/02/2017
x