Yang Perlu Anda Tahu Sebelum Menjalani Scan Tulang

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bone scan atau scan tulang adalah sebuah metode pencitraan yang digunakan untuk berbagai keperluan diagnostik. Prosedur pencitraan ini menggunakan sedikit bahan radioaktif untuk membantu memperlihatkan kelainan pada tulang.

Secara spesifik, scan tulang biasanya dilakukan untuk melihat ada tidaknya masalah pada metabolisme tulang. Yang dimaksud dengan metabolisme tulang adalah proses penghancuran tulang dan pembentukannya kembali. Saat tulang rusak atau patah, maka tulang baru akan terbentuk sebagai proses penyembuhan. Bone scan merupakan teknik yang baik untuk melihat apakah aktivitas ini berjalan baik atau tidak.

Selain itu, bone scan juga biasa digunakan untuk melihat apakah suatu kanker sudah menyebar ke tulang dari bagian lain tubuh, seperti prostat atau payudara.

Kapan scan tulang perlu dilakukan?

Dokter biasanya akan menganjurkan prosedur ini jika berpikir bahwa Anda memiliki masalah pada tulang. Prosedur ini juga dapat membantu mencari tahu nyeri tulang yang tidak dapat diketahui sebabnya. Bone scan dapat memperlihatkan masalah tulang akibat kondisi medis seperti:

  • arthritis
  • nekrosis avaskular (matinya jaringan tulang akibat kekurangan suplai darah)
  • kanker tulang
  • kanker yang menyebar ke tulang dari bagian tubuh lain
  • fibrous dysplasia (suatu kondisi yang menyebabkan jaringan bekas luka yang abnormal tumbuh di bagian tulang yang sehat)
  • patah tulang
  • infeksi yang mengenai tulang
  • paget’s disease (penyakit yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan berubah bentuk)

Risiko scan tulang

Risiko bone scan diketahui tidak lebih besar daripada rontgen x-ray biasa. Bahan radioaktif yang digunakan pada prosedur ini hanya menghasilkan sedikit paparan radiasi. Bahkan, risiko mengalami alergi terhadap bahan radioaktifnya sangat rendah.

Walaupun demikian, prosedur ini mungkin tidak dianjurkan bagi wanita hamil atau wanita yang sedang menyusui karena terdapat risiko yang membahayakan bagi janin dan kemungkinan kontaminasi ASI. Pastikan Anda memberitahu dokter Anda jika sedang hamil atau sedang menyusui.

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum menjalani bone scan

Prosedur scan tulang tidak membutuhkan persiapan khusus. Sebelum prosedur, Anda akan diminta untuk melepas semua perhiasan dan aksesoris metal Anda. Prosedur akan berlangsung selama kurang lebih satu jam. Anda mungkin akan diberikan obat penenang ringan oleh dokter untuk membantu Anda agar lebih nyaman selama Anda harus diam dalam jangka waktu yang lama.

Seperti apa prosedur scan tulang?

Sebelum prosedur dimulai, Anda akan disuntikkan zat radioaktif melalui lengan. Zat ini akan bersirkulasi di dalam tubuh Anda melalui aliran darah selama dua hingga empat jam ke depan. Begitu, zat radioaktif menyebar ke seluruh tubuh Anda, sel-sel dari tulang yang rusak akan menarik zat radioaktif sehingga berkumpul di tempat-tempat tersebut.

Setelah menunggu beberapa saat, dokter akan menggunakan kamera khusus untuk memindai tulang Anda. Bagian tulang yang rusak—tempat zat radioaktif berkumpul, akan muncul sebagai titik-titik yang gelap pada gambar. Jika hasil yang keluar kurang baik, dokter mungkin akan mengulang injeksi dan memindai tulang Anda sekali lagi.

Yang harus dilakukan setelah prosedur bone scan

Bone scan biasanya tidak menimbulkan efek samping maupun komplikasi. Sebagian besar zat radioaktif di dalam tubuh Anda akan terbuang dengan sendirinya dalam waktu 24 jam, sementara sebagian kecil lainnya dapat bertahan selama tiga hari.

Hasil bone scan dianggap normal jika pewarnaan dari zat radioaktif merata di seluruh tubuh. Akan tetapi, jika hasil Anda memperlihatkan bagian yang lebih gelap (hot spot) dan bagian yang lebih terang (cold spot), maka hasil Anda dapat dikatakan tidak normal. Anda harus menemui dokter Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut jika mendapat hasil yang tidak normal. Dokter Anda akan menjelaskan kondisi Anda, dan mungkin akan meminta Anda melakukan prosedur pemeriksaan lain jika memang dibutuhkan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma atau rabdomiosarkoma adalah kanker yang menyerang jaringan lunak tubuh. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Tumor Mediastinum

Tumor mediastinum adalah jaringan abnornal yang terjadi di bagian mediastinum atau rongga dada. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Glioblastoma

Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Intip pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Adenoma Bronkus

DefinisiApa itu adenoma bronkus? Adenoma bronkus adalah salah satu jenis tumor di trakea atau bronkus (jalan udara yang membawa udara ke paru-paru) yang biasanya menghambat saluran pernapasan Anda. Meski awalnya ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
mengetahui umur tulang manusia

Bagaimana Cara Mengetahui Umur Tulang Anda?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Amiloidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit