home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Memahami Anatomi Panggul Pria Lebih Dalam, Lengkap Dengan Fungsi dan Bagiannya

Memahami Anatomi Panggul Pria Lebih Dalam, Lengkap Dengan Fungsi dan Bagiannya

Panggul adalah kumpulan tulang yang terletak di bawah pinggang dan berfungsi sebagai penyangga organ di area perut. Panggul juga menjadi penyambung antara tubuh bagian atas dan bawah. Tahukah Anda ternyata panggul wanita dengan panggul pria jauh berbeda? Pria memiliki ukuran panggul yang lebih kecil dibanding wanita. Lantas, apa saja fungsi dan bagian panggul pria? Yuk, simak ulasan anatomi panggul pria berikut ini.

Seperti apa anatomi panggul pria?

Panggul pada pria memiliki fungsi dan ukuran yang berbeda dengan wanita. Ukuran panggul pada wanita umumnya lebih lebar dan dangkal karena berfungsi sebagai alat gerak, serta menjalani kehamilan dan persalinan. Sementara pada pria, panggul lebih dioptimalkan sebagai alat gerak tubuh.

Rongga panggul pria lebih sempit ketimbang wanita dan ruas antara tulang duduknya juga tak selebar wanita. Hal ini disebabkan karena panggul memang dirancang sebagai alat gerak tubuh pada pria, berbeda pada wanita yang menggunakan ruas tersebut sebagai jalan lahir.

Perbedaan antara tulang panggul pria dan wanita dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

sumber: comportho.com

Tulang panggul terdiri dari tiga tulang penyusun, yakni tulang pinggul, sakrum, dan tulang ekor. Tulang pinggul sendiri, terdiri dari tiga bagian komponen yakni ilium, iskium, dan pubis. Ketiga bagian tulang ini terpisah sejak lahir dan kemudian menyatu saat memasuki masa pubertas.

1. Ilium

Di antara ketiga tulang yang menyusun tulang pinggul, ilium merupakan bagian yang paling besar. Jika Anda perhatikan, ilium mengembang dan membentuk seperti sayap yang melengkung, letaknya di bagian atas acetabulum. Ilium memiliki dua permukaan:

  • Permukaan dalam – berbentuk cekung yang dikenal dengan nama fossa iliaka, fungsinya sebagai tempat melekatnya otot iliaka.
  • Permukaan luar – berbentuk cembung yang dikenal sebagai permukaan glutealis, saling terikat dengan otot glutealis.

Selain bentuknya yang melengkung, komposisi penyusun bagian ilium juga menebal yang akan membentuk krista iliaka. Bagian ini memanjang dari depan tulang iliaka ke belakang tulang iliaka.

2. Pubis

Pubis merupakan bagian paling depan pada tulang pinggul. Kedua bagian pubis disatukan oleh simfisis pubis. Posisi simfisis pubis sejajar dengan tulang ekor, meskipun letaknya bisa bervariasi pada sebagian orang. Simfisis pubis cenderung menjadi pusat pada tubuh seseorang.

sumber: comportho.com

3. Iskium

Iskium membentuk bagian posteroinferior pada tulang pinggul. Pada iskium terdapat dua ligamen penting:

  • Ligamen sacrospinous – terletak dari tulang belakang sampai ke sakrum, membentuk foramen skiatik yang besar
  • Ligamen sacrotuberous – terletak dari sakrum samapi ke tuberusitas ischial, membentuk foramen skiatik yang lebih kecil

Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain tulang pinggul terdapat tulang ekor dan sakrum yang juga menyusun tulang pinggul. Letak tulang ekor berada di bawah sakrum. Panggul membentuk tulang belakang serta soket sendi pinggul pada tubuh.

Organ-organ yang dilindungi dalam anatomi panggul pria

Tulang panggul pada pria berfungsi melindung organ-organ penting di dalamnya, seperti organ pencernaan utama dan organ reproduksi.

Di dalam organ pencernaan, terdapat usus halus yang merupakan bagian terpanjang di saluran pencernaan, tugasnya menerima makanan dan mulai mengolahnya sambil menyerap nutrisi untuk tubuh. Usus halus terhubung ke usus besar di bagian kanan bawah rongga perut. Untuk mencegah makanan kembali ke usus halus merupakan tugas dari sfringter otot (katup khusus yang otomatis terbuka dan tertutup ketika ada makanan masuk).

Sementara pada organ reproduksi pria memiliki otot sendiri, otot penis yaitu corpora cavernosa yang terdapat pada sisi penis. Saat terjadi ereksi biasanya corpora cavernosa akan terisi darah dan membuat penis menjadi kencang. Saat penis sedang ereksi, terdapat lapisan dalam yang bernama korpus spongiosum, tetap dalam keadaan kenyal dan lentur.

Lapisan ini melindungi uretra – saluran yang membawa air kencing dan air mani keluar dari tubuh – sejak ereksi hingga air mani keluar saat ejakulasi. Pelepasan urin dari tubuh diatur oleh kelenjar prostat. Letak kelenjar prostat berada di atas kandung kemih, yang merupakan tempat untuk menyimpan urin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Pelvis. http://teachmeanatomy.info/pelvis/bones/hip-bone/ Diakses pada 6 Maret 2018.

Pelvis. https://www.healthline.com/human-body-maps/female-pelvis#1 Diakses pada 6 Maret 2018.

Anatomy and Function of The Male Pelvic Floor. http://www.malepelvicfloor.com/anatomy.html Diakses pada 6 Maret 2018.

Organs  and Inner Muscles. https://www.healthline.com/human-body-maps/male-pelvis-organs#1 Diakses pada 6 Maret 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 17/03/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x