Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Penyebab Jari Tangan Kaku Saat Bangun Tidur, Berbahayakah?

    Penyebab Jari Tangan Kaku Saat Bangun Tidur, Berbahayakah?

    Mengalami jari tangan kaku saat bangun tidur terkadang menyebabkan rasa tidak nyaman. Anda juga mungkin jadi penasaran, apakah menandakan adanya masalah kesehatan yang serius?

    Ketahui apa saja penyebab jari terasa kaku saat bangun tidur dan cara mengatasinya.

    Penyebab jari tangan kaku saat bangun tidur

    Mungkin sesekali mengalami jari terasa kaku dan kesemutan saat bangun tidur dianggap akibat salah posisi tangan saat tidur atau faktor usia lanjut.

    Namun, bila kondisi mulai sering dialami, Anda perlu mewaspadai adanya masalah kesehatan tertentu, seperti gangguan muskuloskeletal yang membutuhkan penanganan.

    Pasalnya, tangan dan jari merupakan organ vital yang Anda gunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

    Bila jari terasa kaku saat bangun tidur terjadi dalam waktu lama, Anda mungkin mengalami banyak kesulitan dalam bekerja ataupun melakukan aktivitas lainnya.

    Untuk memberikan penanganan yang tepat, terlebih dahulu Anda perlu mengetahui apa saja penyebab jari tangan kaku saat bangun tidur berikut.

    1. Osteoartritis

    trapeziectomy

    Osteoartritis atau pengapuran sendi adalah jenis artritis yang ditandai dengan peradangan pada sendi akibat kerusakan tulang rawan yang melindungi bagian ujung tulang.

    Penyakit sendi ini bisa menyerang bagian sendi mana saja pada tubuh, tetapi lebih sering di bagian tangan, jari, lutut, dan punggung.

    Tak heran bila osteoartritis bisa menjadi salah satu penyebab jari terasa kaku saat bangun tidur. Nyerinya bisa terasa hingga ke sendi pergelangan tangan.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penyakit sendi ini merupakan jenis artritis yang paling umum dialami dan menyerang sekitar 32,5 juta orang dewasa di Amerika.

    2. Rheumatoid arthritis

    Anda mungkin sudah tidak asing dengan penyakit sendi yang disebut juga rematik ini.

    Rheumatoid arthritis disebabkan oleh peradangan pada sendi karena gangguan autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh Anda sendiri.

    Kondisi ini tak hanya dapat membuat sendi pada jari dan tangan terasa kaku, tetapi juga menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan pada sendi.

    Pada kasus yang lebih parah, penyakit ini bisa mengakibatkan erosi (pengikisan) sendi dan kelainan tulang.

    Jika terasa nyeri, kaku, dan bengkak pada jari saat bangun tidur, sebaiknya jangan tunda untuk memeriksakan kondisi Anda ke layanan fasilitas kesehatan terdekat.

    3. Tenosinovitis

    Jari terasa kaku saat bangun tidur juga bisa disebabkan oleh tenosinovitis.

    Ini adalah penyakit yang menyerang tendon, yakni jaringan kuat penghubung otot dan tulang.

    Saat mengalami tenosinovitis, Anda mungkin merasakan tangan dan jari yang kaku atau trigger finger karena kesulitan menggerakkan sendi.

    Selain itu, gejala tenosinovitis bisa ditandai dengan pembengkakan di bagian sendi, nyeri, dan terlihat kemerahan di bagian kulit pada area tendon yang sakit.

    Mengompres jari dan tangan atau mengonsumsi obat pereda nyeri mungkin dapat membantu.

    Namun, pastikan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah jari terasa kaku saat tidur yang Anda alami merupakan tanda adanya penyakit tenosinovitis.

    4. Cedera

    penyebab jari bengkak

    Cedera pada bagian tangan yang merupakan sistem gerak penting pada tubuh ini juga bisa menyebabkan jari kaku saat bangun tidur, misalnya dislokasi sendi dan cedera tendon.

    Mengutip dari situs American Society for Surgery of the Hand, cedera sendi dapat menyebabkan pembengkakan dan robeknya ligamen pada sendi.

    Kondisi ini akan membuat jari terasa kaku dan sulit digerakkan, terutama setelah tangan beristirahat lama seperti saat tidur.

    Perdarahan dan kehilangan keluwesan dalam bergerak juga dapat terjadi saat Anda mengalami patah tulang atau cedera sendi.

    Akibatnya, Anda akan merasa kesulitan menggerakkan jari dan tangan Anda untuk beraktivitas.

    5. Dupuytren’s contracture

    Kontraktur dupuytren atau dupuytren’s contracture merupakan penebalan lapisan jaringan di bawah kulit yang menyebabkan jaringan tersebut memendek.

    Kondisi ini bisa mengakibatkan posisi jari tertekuk karena lapisan jaringan yang menebal dan memendek tersebut dapat menarik jaringan jari lainnya.

    Umumnya, kontraktur dupuytren dialami oleh orang yang berusia lanjut dan terjadi pada jari manis dan kelingking.

    Meski tidak berbahaya, hal ini lama-kelamaan dapat membuat tangan Anda sulit digerakkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Jari terasa kaku saat bangun tidur juga dapat diakibatkan oleh penyakit ini.

    Penting Anda ketahui

    Tidak semua kondisi jari yang terasa kaku saat bangun tidur merupakan masalah kesehatan yang serius. Namun, Anda perlu berhati-hati jika kondisi ini terjadi cukup sering dan dalam waktu lama.

    Cara mengatasi jari terasa kaku saat bangun tidur

    Cara mengatasi kondisi jari kaku saat bangun tidur biasanya bergantung pada penyebabnya.

    Dokter spesialis ortopedi mungkin akan merekomendasikan berbagai metode pengobatan, seperti pengobatan di rumah hingga obat jari tangan kaku saat bangun tidur.

    Berikut ini cara mengatasi jari kaku dan kesemutan saat bangun tidur.

    1. Perawatan di rumah

    testosteron pada janin

    Jika penyebab jari terasa kaku saat bangun tidur adalah posisi tidur dan cedera ringan, Anda bisa menggunakan perawatan di rumah.

    Cobalah untuk mengompres dengan air hangat, mengurangi aktivitas pada tangan yang kaku, dan buat posisi tidur nyaman.

    Selain itu, menurut jurnal Reumatologia Clinica (2016), mengoleskan krim capsaicin topikal dapat meredakan jari kaku yang disebabkan oleh osteoartritis.

    2. Pengobatan medis

    Mengutip studi dari jurnal Post-Traumatic Hand Stiffness (2021), obat anti-inflamasi nonsteroid dapat digunakan untuk mengurangi peradangan pada sendi yang meningkatkan risiko jari kaku.

    Selain itu, Anda mungkin akan diresepkan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit karena peradangan, seperti ibuprofen dan aspirin.

    3. Stretching

    Stretching atau peregangan pada tangan dapat membantu mencegah atau mengurangi jari kaku terutama saat bangun tidur.

    Anda bisa mencoba beberapa gerakan olahraga tangan sederhana seperti gentle fist membuka dan menutup jari), grip strengtheners (menguatkan cengkeraman), dan finger touches (jari saling menyentuh bergantian).

    4. Prosedur operasi

    Jika perawatan di rumah dan obat radang sendi untuk jari tangan kaku saat bangun tidur belum membuahkan hasil, dokter mungkin akan menyarankan tindakan operasi.

    Setelah itu, pergerakan tangan Anda mungkin akan dibantu dengan belat atau gips saat sembuh.

    Anda kemudian perlu melakukan latihan untuk membantu memulihkan kekuatan dan rentang gerak ke tangan yang sakit.


    Cari tahu olahraga yang cocok untukmu!

    Ayo tanya dokter atau berbagi tips bersama di Komunitas Olahraga Hello Sehat!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Osteoarthritis (OA).(2020). Retrieved 2 September 2022 from https://www.cdc.gov/arthritis/basics/osteoarthritis.htm

    Trigger Finger – Trigger Thumb – OrthoInfo – AAOS. (2022). Retrieved 2 September 2022, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/trigger-finger/

    Crane, E., & Wimsey, S. (2021). Post-Traumatic Hand Stiffness. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK565851/

    10 Causes of Stiff Fingers | The Hand Society. (2022). Retrieved 2 September 2022, from https://www.assh.org/handcare/blog/10-causes-of-stiff-fingers

    Trigger finger – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 2 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigger-finger/symptoms-causes/syc-20365100

    Merry, S., O’Grady, J., & Boswell, C. (2020). Trigger Finger? Just Shoot!. Journal Of Primary Care &Amp; Community Health, 11, 215013272094334. doi: 10.1177/2150132720943345

    Guedes, V., Castro, J., & Brito, I. (2018). Topical capsaicin for pain in osteoarthritis: A literature review. Reumatología Clínica, 14(1), 40-45. doi: 10.1016/j.reuma.2016.07.008

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui 2 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
    Next article: