Apakah Orang yang Kasar dan Kejam Bisa Berubah Jadi Lebih Baik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dalam hidup Anda, Anda pasti mengenal paling tidak satu orang yang punya sifat keras dan kasar. Atau setidaknya Anda pernah diceritakan oleh teman yang punya pasangan atau anggota keluarga dengan watak seperti itu. Perilaku kekerasan juga tak henti-hentinya mewarnai laman berita nasional di berbagai media. Mulai kekerasan seksual hingga kekerasan fisik yang terjadi dalam hubungan pacaran maupun rumah tangga. Kekerasan biasanya ditunjukkan secara verbal, psikologis, bahkan fisik. Perilaku kekerasan yang dilakukan oleh pihak yang umumnya lebih dominan sering kali berjalan terus menerus tanpa ada rasa bersalah atau penyesalan. Lantas, bisakah orang yang kerap melakukan kekerasan berubah? Ini penjelasannya.

Bisakah orang dengan sifat keras dan kasar berubah?

Nora Fermenia, Ph.D., FIU Mediation & Negotiation Instructor menyatakan bahwa perilaku kekerasan sering kali dilakukan sebagai kunci untuk meraih kekuasaan dan kendali, terutama dalam sebuah hubungan. Banyak orang yang menjadikan kekerasan sebagai senjata untuk membuat orang lain patuh dan tunduk padanya.

Tidak ada yang bisa menjamin apakah seseorang yang punya sifat keras dan kasar bisa berubah sepenuhnya atau tidak. Namun, tidak menutup kemungkinan seseorang itu justru bisa berubah sepenuhnya. Hal tersebut kembali pada pribadi masing-masing. Karena pada dasarnya, tidak ada perubahan yang tidak mungkin. Linda Sapadin, Ph.D., dalam laman PsychCentral menyatakan bahwa setiap orang bisa berubah.

Seseorang dengan watak kasar dan biasa melakukan perilaku kekerasan bisa saja berubah menjadi lebih lembut. Dilansir dari Huffington Post, banyak orang, terutama pria melaporkan perasaan lebih bahagia dan lebih damai saat mereka menyudahi perilaku dominan mereka yang ditunjukkan dengan melakukan kekerasan dan mengendalikan pasangannya. Mereka merasakan kualitas hubungan yang lebih kuat dan tulus. Anak-anak tidak lagi takut pada ayahnya dan keintiman dengan sang istri juga meningkat.

Terkadang, seseorang yang selama hidupnya menunjukkan sifat keras dan kasar benar-benar ingin berubah karena beberapa faktor. Mungkin saja orang tersebut menyesal telah menyakiti orang yang dicintainya. Mungkin juga merasa bosan, merasa sendiri, merasa dijauhi, dan lelah dengan sikap dominannya. Tak jarang, orang yang merasakan hal-hal seperti ini memang benar-benar ingin keluar dari lingkaran setan yang selama ini membelenggunya.

Ciri-ciri orang dengan sifat keras dan kasar sudah mulai berubah

Orang yang melakukan perubahan dalam dirinya biasanya akan menunjukkan beberapa hal yang menandai perubahannya, begitu pula dengan orang yang melakukan kekerasan semasa hidupnya. Berikut ini beberapa ciri yang menunjukkan perubahan, yaitu:

  • Kesadaran untuk berubah datang dari dirinya sendiri, bukan bujukan dari orang lain. Motivasi yang kuat dari dalam diri menjadi modal utama seseorang untuk berubah.
  • Mengakui segala perbuatannya dan tidak lagi menyangkal, menyalahkan orang lain, atau membuat alasan pembelaan atas perilaku kekerasan yang pernah dilakukannya. Bahkan, pelaku akan menebus kesalahannya dengan bertanggung jawab atas kekerasan yang telah dilakukannya di masa lalu, baik dengan meminta maaf atau mengganti kerugian tertentu akibat kekerasan yang telah dilakukannya.
  • Minta bantuan orang lain, terutama tenaga kesehatan mental atau ahli spiritual untuk mengubah sifat keras dan kasar dalam dirinya. Perlu dicatat, orang yang berwatak kasar tidak dapat mengubah dirinya sendiri. Oleh karena itu, kesungguhannya biasanya ditunjukkan dengan meminta bantuan terapis, psikolog, psikiater, atau pemuka agama.
  • Bisa menerima konsekuensi perbuatannya. Orang yang melakukan kekerasan dapat menerima jika orang-orang yang pernah menjadi korbannya menjaga jarak dengannya. Mereka tidak akan justru marah dan melampiaskan kekesalannya, melainkan menghormati keputusan tersebut dan mencoba terus memperbaiki sikapnya untuk menunjukkan bahwa dirinya sedang dalam proses perubahan ke arah yang lebih baik.
  • Punya cara lain untuk mengekspresikan emosi. Adanya perubahan cara menanggapi dan melampiaskan kemarahan, tidak lagi dengan melakukan kekerasan baik verbal maupun fisik, bisa jadi pertanda adanya perubahan nyata.

Pada akhirnya, tidak ada yang bisa menentukan apakah sifat seseorang akan berubah kecuali orang itu sendiri. Pasangan, anak-anak, atau keluarga sekalipun tidak ada yang bisa mengubah sifat dan watak, jika orang tersebut memang tidak sadar dan tidak mau berubah jadi lebih baik. Diingatkan lagi, perubahan juga tidak hanya tampak dari kata-kata atau permohonan maaf, melainkan serangkaian perubahan perilaku seperti yang sudah dijabarkan di atas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Biasanya seseorang akan cenderung mengurung diri ketika dirundung cemas hebat. Padahal, ini cara menghilangkan rasa cemas yang salah. Ada cara yang benar

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati tipes

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
suplemen herbal yang harus dihindari menjelang operasi

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
kayu manis

Konsumsi Kayu Manis Berlebihan, Hati-hati Risikonya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit