Alasan Biologis Kenapa Anda Merasa Waktu Terasa Cepat Berlalu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

“Wah, hari ini sudah hari Senin lagi, ya? Cepat sekali waktu berlalu!” Anda pasti pernah mengalami momen-momen seperti ini. Tanpa terasa waktu sehari, seminggu, sebulan, hingga setahun lewat begitu saja. Padahal sepertinya terakhir melihat kalender, kemarin masih hari Rabu atau Kamis.

Sedangkan ketika Anda masih kanak-kanak, waktu justru terasa sangat lambat. Anda menanti-nanti terus saatnya liburan sekolah. Bahkan ketika ada rencana berdarma wisata bersama teman-teman sekolah, Anda merasa hari itu tak kunjung tiba juga.

Namun, semakin bertambahnya usia, Anda merasa bahwa waktu cepat berlalu. Bagaimana fenomena ini bisa terjadi, ya? Simak jawabannya berikut ini!

Mengapa waktu cepat berlalu ketika beranjak dewasa?

Pada dasarnya, jalannya waktu akan tetap sama apapun yang terjadi. Hanya saja, manusia memiliki cara yang istimewa untuk merasakan waktu. Para ahli menemukan dua teori kuat yang bisa menjelaskan mengapa waktu cepat berlalu semakin bertambahnya usia. Inilah penjelasan kedua teorinya.

1. Jam biologis tubuh berubah

Anda punya sistem sendiri supaya segala fungsi tubuh berjalan dengan baik, bahkan tanpa perlu Anda kendalikan. Misalnya pernapasan, detak jantung, dan aliran darah. Semua sistem ini diatur oleh jam biologis. Jam biologis sendiri pusat kendalinya ada di otak, tepatnya oleh saraf suprachiasmatic (SCN).

Pada jam biologis anak-anak, ada lebih banyak aktivitas fisik yang berlangsung selama rentang waktu tertentu. Sejumlah riset menemukan bahwa dalam semenit misalnya, anak-anak menunjukkan jumlah detak jantung dan tarikan napas yang lebih banyak daripada orang dewasa. Semakin Anda bertambah tua, aktivitas fisik yang terjadi dalam rentang waktu semenit pun akan berkurang.

Karena jam biologis orang dewasa lebih santai, Anda pun merasakan waktu cepat berlalu. Misalnya dalam semenit jantung anak berdetak sebanyak 150 kali. Sedangkan dalam semenit jantung orang dewasa mungkin berdetak hanya 75 kali. Ini berarti orang dewasa membutuhkan waktu dua menit untuk mencapai jumlah detak jantung yang sama dengan zaman Anda masih kecil dulu. Maka, meskipun waktu sudah berjalan selama dua menit, otak Anda mengira ini masih satu menit lantaran Anda dulu cuma butuh waktu semenit untuk mencapai 150 detak jantung.

2. Semakin terbiasa dengan lingkungan sekitar

Teori kedua berhubungan dengan daya ingat dan bagaimana otak mengolah informasi yang diterima. Semasa kecil, dunia adalah tempat yang sangat menarik dan sarat pengalaman baru. Anda seolah haus untuk menyerap beragam informasi yang tak terpikirkan sebelumnya. Hidup sepertinya tidak bisa diprediksi dan Anda bebas berbuat apapun.

Hal ini tentu berubah ketika Anda menginjak usia dewasa. Dunia sudah bisa ditebak dan tak menawarkan pengalaman baru lagi. Sehari-hari Anda juga tinggal menjalani rutinitas seperti biasa dari bangun pagi hingga tidur di malam hari. Anda tahu kalau harus sekolah, mencari pekerjaan, mungkin akan membangun keluarga, dan akhirnya pensiun. Selain itu, beragam informasi yang diterima sudah tidak mengejutkan lagi karena Anda sudah belajar banyak. Misalnya Anda tahu kalau mendung artinya mau hujan.

Ketika menerima stimuli (informasi) dengan mempelajari hal-hal baru, otak akan berproses lebih keras untuk memahami dan menyimpannya ke dalam ingatan. Proses ini tentu memakan waktu dan tenaga. Maka, seolah-olah waktu berputar lebih lama waktu Anda kecil dan banyak menerima stimuli baru. Sedangkan memasuki usia 20-an, Anda sudah jarang menerima stimuli sehingga Anda merasa waktu cepat berlalu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pertajam Daya Ingat Dengan Berolahraga Ringan 10 Menit Saja, Yuk!

Tak hanya menyehatkan tubuh, olahraga ternyata bisa menjadi salah satu cara mempertajam ingatan. Fakta ini telah dibuktikan para ahli melalui penelitian.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Otak dan Saraf 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit