Siapa yang Lebih Jago Multitasking, Pria atau Wanita?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Multitasking. Kita semua melakukannya. Membalas pesan di grup sambil berjalan, mengirim email pesanan barang diskon online shop langgangan di tengah-tengah rapat, membalas notifikasi media sosial sambil memasak. Multitasking adalah kondisi saat Anda mampu melakukan banyak hal sekaligus dalam satu waktu. Tunggu dulu, apakah contoh-contoh di atas lebih cenderung menggambarkan wanita? Apakah wanita lebih jago multitasking daripada pria?

Penelitian mengungkapkan bahwa…

Penelitian yang dilakukan oleh dokter Svetlana Kuptsova, dengan melakukan scan MRI kepada otak pria dan wanita saat diperhadapkan dengan beberapa pekerjaan sekaligus, mengungkapkan bahwa, otak kedua gender ini meresponi dengan reaksi yang sangat berbeda, di mana otak pria membutuhkan lebih banyak energi untuk mengatasi pekerjaan-pekerjaan yang datangnya tiba-tiba keroyokan, dibandingkan dengan otak wanita.

Penelitian tersebut lalu didukung dengan lebih spesifik oleh penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Glasgow, Leeds, dan Hertfordshire University dengan mengadu keterampilan pria dan wanita dalam menghadapi sejumlah masalah dan kondisi yang berbeda-beda dan terus mengalami peningkatan di setiap tahapannya.

Pada tahapan pertama, saat para partisipan diperhadapkan dengan suatu permainan komputer yang didesain dengan fokus perhatian yang dengan cepat berubah-ubah, performa wanita ternyata sedikit mengungguli pria.

Begitu pula dengan tahapan kedua, saat para partisipan diminta untuk menyelesaikan sejumlah soal matematika, mencari lokasi suatu restoran tertentu pada peta, mencari suatu barang yang hilang serta sesekali menjawab sejumlah pertanyaan wawasan umum melalui telepon yang sesekali berdering. Meskipun baik pria maupun wanita mampu membuat perencanaan dengan baik, namun perhatian pria seketika terganggu tatkala situasi-situasi tersebut datang dalam waktu yang nyaris bersamaan (multitasking).

Penelitan juga mengungkapkan bahwa wanita lebih mampu dalam mencari barang yang hilang, dibandingkan dengan pria. Para peneliti menyimpulkan bahwa wanita lebih mampu tetap mengolah dan menginterpretasikan informasi meski dalam kondisi apapun (spasial).

Mengapa wanita lebih jago multitasking daripada pria?

Banyak teori yang dipakai untuk menjelaskan hasil penelitian di atas. Kondisi ini bisa terjadi karena wanita yang terbiasa multitasking, terlebih bila wanita tersebut merupakan seorang ibu sekaligus seorang wanita karir. Keadaan membentuk dia jadi terbiasa dan akhirnya wanita lebih jago multitasking daripada pria.

Sedangkan teori lain, yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh University of Stockholm, mengungkapkan kemampuan spasial seseorang akan memicu kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan ruang, seperti mencari barang yang hilang dan mencari lokasi pada peta.

Tetapi kemampuan ini juga dipengaruhi oleh hormon reproduksi yang ada dalam tubuh manusia. Seorang professor psikologi, Doreen Kimura, mengungkapkan bahwa otak kanan manusia berpengaruh terhadap kemampuan spasial seseorang dan kemampuan spasial tersebut akan meningkat saat hormon estrogen menurun (bukan saat masa ovulasi).

Apakah multitasking itu berdampak baik?

Tergantung. Beberapa literatur menyarankan untuk tidak tetap melanjutkan kebiasaan multitasking tersebut. Beberapa di antaranya menjelaskan bahwa nyatanya, saat Anda mengira Anda telah menyelesaikan beberapa pekerjaan dengan multitasking, Anda justru hanya menukar pekerjaan satu dengan yang lain, meninggalkan pekerjaan untuk mengerjakan pekerjaan lain, tanpa lebih dulu menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Hal ini didukung oleh Guy Winch, seorang psikolog, yang mengatakan bahwa nyatanya otak manusia memiliki keterbatasan saat itu berhubungan dengan perhatian dan produktivitas. Suatu penelitian yang dilakukan oleh University of Utah mengungkapkan bahwa seorang sopir justru membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tujuannya, saat ia melakukannya disertai sesekali membalas pesan pada telfon genggamnya. Beberapa orang mungkin memiliki kemampuan untuk melakukan multitasking dengan menyelesaikannya sampai benar-benar selesai lebih dulu, tapi tidak semua.

Apakah Anda bisa multitasking?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Kalori adalah asupan penting yang dibutuhkan tiap orang, bahkan saat sedang diet. Namun, sebenarnya apa itu kalori dan berapa kebutuhan yang harus dipenuhi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tak ada yang mau punya pacar posesif yang membatasi segala gerak-gerik sehari-hari. Namun, bagaimana bila justru Anda yang posesif? Atasi dengan cara ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat buah stroberi

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cacing pita

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit