Suka Menunda-nunda Pekerjaan? Bisa Jadi Anda Mengidap ADHD

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang pasti pernah menunda-nunda suatu pekerjaan atau urusan. Menunda suatu hal memang wajar saja, apalagi jika pekerjaan tersebut tidak Anda sukai. Akan tetapi, jika Anda sangat suka menunda-nunda sampai segala pekerjaan jadi terhambat, Anda perlu waspada. Bisa jadi Anda mengidap ADHD (attention-deficit hyperactivity disorder) pada orang dewasa.   

Mengenal ADHD

ADHD adalah gangguan perilaku yang bisa terjadi pada anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Gangguan perilaku ini membuat pengidapnya menjadi impulsif atau sulit menahan diri, hiperaktif, dan mudah kehilangan fokus. Perlu diingat, ADHD bukan kecacatan karakter, melainkan sebuah kelainan genetik yang terjadi pada sirkuit otak seseorang.

Apa hubungannya suka menunda-nunda dan ADHD?

Salah satu ciri-ciri ADHD yang paling menonjol pada orang dewasa adalah suka menunda-nunda. Banyak pengidap ADHD dewasa menunjukkan kebiasaan menunda yang sangat parah dan tidak wajar. Pekerjaan yang ingin dilakukan pun tidak pernah selesai. Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan menunda mungkin menandakan gejala ADHD. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. “Harus mulai dari mana?”

Gangguan perilaku ADHD bisa membuat seseorang kesulitan membuat rencana dan melaksanakannya. Orang dewasa yang mengidap ADHD merasa sangat bingung harus mulai dari mana, bagaimana cara menentukan prioritas, dan apa saja yang harus dilakukan. Ini karena ADHD membuat pikiran Anda campur aduk. Akibatnya, Anda mungkin lebih memilih untuk menunda saja pekerjaan tersebut.

2. Tidak bisa fokus

Ketika Anda sudah berhasil memulai suatu pekerjaan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Anda harus menjaga konsentrasi dan dorongan batin supaya bisa mengerjakan tugas tersebut tanpa gangguan. Akan tetapi, orang dengan ADHD sangat kesulitan mempertahankan fokus. Maka pekerjaan yang penting pun sering kali terbengkalai sementara Anda justru sibuk melakukan hal-hal yang sifatnya remeh.

3. Semakin mepet semakin baik

Pengidap ADHD suka menunda-nunda karena mengira bahwa semakin mepet tenggat waktunya, motivasi Anda pun akan semakin kuat. Padahal tak seperti orang pada umumnya, Anda tidak bisa semudah itu menuntaskan suatu pekerjaan. Pasalnya, mengerjakan tugas yang sudah mepet tenggat waktu justru membuat pengidap ADHD jadi stres, cemas, dan tidak bisa tenang. Kecemasan ini semakin memperparah gejala ADHD seperti susah fokus dan mengatur prioritas.

4. Gugup dan tertekan

Bukan berarti pengidap ADHD menganggap enteng segala pekerjaannya. Anda tahu betul bahwa Anda harus menyelesaikannya, tetapi Anda malah merasa kalut karena takut salah, takut mengecewakan diri sendiri dan orang lain, dan tertekan dengan tanggung jawab yang diberikan. Tak seperti kebanyakan orang, pengidap ADHD kesulitan mengendalikan gejolak emosi tersebut. Akhirnya tugas-tugas tersebut pun tidak tuntas.

5. Tidak bisa mengukur waktu dan kemampuan

Anda mungkin berencana untuk mengerjakan sesuatu dua jam dari sekarang. Namun, pemahaman Anda soal waktu kurang tajam sehingga ketika sudah lewat dua jam, Anda merasa tidak terima karena waktu begitu cepat berlalu. Atau Anda merasa yakin bisa beres-beres rumah dalam waktu satu jam. Pada kenyataannya, Anda butuh waktu lebih dari itu sehingga Anda terpaksa berhenti beres-beres rumah sebelum tuntas karena sudah harus mengerjakan hal lainnya.   

Gejala lain ADHD

Selain suka menunda-nunda, ada berbagai gejala lain yang harus Anda waspadai kalau Anda curiga Anda mengidap ADHD pada orang dewasa. Pasalnya, meskipun kebanyakan kasus ADHD sudah nampak dari kanak-kanak, bukan mustahil kalau seseorang baru didagnosis dengan ADHD pada usia dewasa. Gejala ADHD pada orang dewasa antara lain:

  • Punya masalah akademis ketika sekolah atau kuliah dulu
  • Mudah pecah konsentrasi meskipun lingkungan Anda cukup kondusif
  • Mudah lupa dan kehilangan barang-barang pribadi
  • Suka bengong
  • Gelisah dan tidak bisa diam, misalnya dengan mengetuk-ngetuk meja, menggoyangkan kaki, atau berjalan mondar-mandir
  • Sering terlambat
  • Suasana hati mudah berubah-ubah
  • Sulit mengendalikan amarah dan emosi
  • Impulsif, yaitu melakukan hal-hal berisiko tanpa pikir panjang
  • Kecanduan (rokok, alkohol, atau obat-obatan)

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Putus cinta bukanlah kalimat yang mudah diterima begitu saja. Cari tahu kenapa cinta Anda atau pasangan bisa hilang dan memudar meski sudah berjalan lama.

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit