Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi PTSD

Apa itu PTSD (gangguan stres pascatrauma)?

Post-traumatic stress disorder atau PTSD (gangguan stres pascatrauma) adalah kondisi mental di mana Anda mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Mengalami kejadian traumatis adalah hal yang berat bagi siapapun.

Namun, sejumlah orang lanjut usia mengidap PTSD setelah mengalami peristiwa yang menyakitkan atau mengejutkan, seperti kecelakaan, insiden yang mengancam nyawa, atau perang.

Ia mungkin memikirkan kejadian traumatis ini sepanjang waktu dan hal ini dapat mempengaruhi kehidupannya. Memang sulit untuk menyesuaikan diri dan menerima perubahan setelah kejadian traumatis, tapi selalu ada cara untuk membuat Anda merasa lebih baik.

Seberapa umumkah kondisi ini?

PTSD adalah kondisi yang tergolong umum. Gangguan stres pascatrauma umumnya lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria. Pasalnya, kebanyakan wanita lebih sensitif terhadap perubahan daripada pria, sehingga mereka mengalami emosi yang lebih intens.

PTSD adalah kondisi yang dapat mempengaruhi pasien dalam semua golongan usia, bahkan anak-anak. PTSD bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala PTSD

Ada beberapa tanda dan gejala PTSD yang perlu Anda perhatikan, di antaranya adalah: 

  • Ingatan masa lalu penyebab trauma yang terus-menerus muncul.
  • Kerap mengulang peristiwa traumatis seolah kembali terjadi.
  • Sering mengalami mimpi buruk yang terasa nyata mengenai berbagai hal traumatis.
  • Reaksi fisik yang menyebabkan stres mengenai hal yang menimbulkan perasaan trauma.

PTSD juga menyebabkan adanya perubahan pada pola pikir dan suasana hati yang cenderung menjadi negatif, contohnya:

  • Pikiran yang selalu negatif terhadap diri sendiri atau orang lain.
  • Tidak ada harapan untuk masa depan.
  • Lupa akan berbagai hal aspek-aspek atau detil penting yang berkaitan dengan penyebab trauma.
  • Tidak bisa menjaga hubungan baik dengan orang lain.
  • Merasa jauh dengan keluarga maupun kerabat dekat.
  • Tidak bersemangat melakukan aktivitas yang biasanya disukai.
  • Tidak bisa menunjukkan energi positif dalam diri.
  • Kesulitan merasakan berbagai emosi di dalam diri.

Ada pula perubahan pada reaksi fisik maupun emosi terhadap banyak hal, seperti berikut.

  • Mudah terkejut atau merasa takut.
  • Selalu waspada terhadap berbagai hal yang dianggap bahaya.
  • Memiliki kecenderungan menyakiti atau merusak diri sendiri.
  • Mengalami gangguan tidur.
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi.
  • Mudah marah atau lebih agresif dalam merespons berbagai hal.
  • Memiliki perasaan bersalah atau malu yang berlebihan.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Banyak orang dengan gangguan mental merasa malu dan ingin menunda kunjungan ke dokter. Namun, Anda harus ingat bahwa PTSD adalah kondisi yang mampu disembuhkan. Semakin dini Anda mencari pengobatan, semakin cepat PTSD akan disembuhkan.

Menghubungi dokter adalah hal yang perlu Anda lakukan jika mengalami gejala PTSD berikut ini:

  • Anda memiliki pikiran dan perasaan mengerikan tentang kejadian traumatis selama lebih dari sebulan
  • Pikiran dan perasaan negatif Anda parah
  • Anda bermasalah dalam berusaha menjaga hidup tetap terkontrol
  • Anda mungkin ingin melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup.

Penyebab PTSD

Penyebab PTSD masih belum jelas. Namun, dipercaya bahwa fakta yang Anda alami, lihat, atau pelajari tentang suatu kejadian yang melibatkan kematian, ancaman kematian, luka parah, atau pelecehan seksual, adalah hal yang dapat menyebabkan PTSD.

Di sisi lain, gabungan faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami PTSD adalah:

  • Anda memiliki risiko kesehatan mental seperti meningkatnya risiko kecemasan dan depresi.
  • Anda mengalami sejumlah kejadian traumatis sejak masa kanak-kanak.
  • Anda mewarisi aspek kepribadian atau temperamen tertentu.
  • Cara otak mengontrol zat kimia dan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respon terhadap stres.

Faktor-faktor risiko PTSD

Ada banyak faktor risiko PTSD, terlebih jika  Anda pernah melalui pengalaman yang sulit. Namun, beberapa faktor yang mungkin meningkatkan risiko mengalami PTSD setelah kejadian traumatis adalah:

  • Mengalami trauma intens atau berkepanjangan.
  • Telah mengalami trauma lain di masa kecil, termasuk penganiayaan atau ditelantarkan.
  • Memiliki pekerjaan yang meningkatkan risiko terpapar kejadian traumatis, misalnya personel militer, tim SAR, dan petugas medis dan pertolongan pertama darurat.
  • Mengidap gangguan kesehatan mental lainnya, misalnya gangguan kecemasan, fobia, atau depresi.
  • Kurangnya sistem dukungan yang baik dari keluarga dan teman.
  • Memiliki kerabat kandung yang mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk PTSD atau depresi.

Semua orang menghadapi masa yang menyulitkan dalam hidup, tapi beberapa lebih rentan menderita gangguan stres pascatrauma. Kejadian paling umum yang memicu perkembangan PTSD adalah:

  • Terlibat di medan perang.
  • Keterlantaran dan kekerasan fisik di masa kecil.
  • Pelecehan seksual.
  • Serangan fisik.
  • Diancam dengan senjata.
  • Kecelakaan pesawat.
  • Penculikan.
  • Perampokan.
  • Diagnosis medis yang serius.
  • Serangan teroris.
  • Berbagai kejadian ekstrem lainnya.

Diagnosis & pengobatan PTSD

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

PTSD adalah kondisi yang tidak terdiagnosis sampai setidaknya sebulan sejak adanya kejadian traumatis. Jika selama sebulan setelah kejadian Anda mengalami gejala-gejala PTSD, segera temui dokter.

Bila gejala PTSD muncul, dokter akan memulai diagnosis dengan melakukan pemeriksaan riwayat medis dan fisik lengkap.

Walaupun tidak ada tes laboratorium untuk mendiagnosis PTSD secara spesifik, dokter mungkin menggunakan beragam tes untuk memastikan tidak ada penyakit fisik yang menyebabkan timbulnya gejala. 

Jika tidak ditemukan penyakit fisik apapun, Anda mungkin dirujuk ke psikiatris, psikolog, atau ahli kesehatan mental profesional yang terlatih khusus untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit kejiwaan.

Psikiatris dan psikolog akan menggunakan interview dan alat penilaian untuk menilai seseorang terhadap kelainan kecemasan.

Cara dokter melakukan diagnosis PTSD adalah berdasarkan gejala yang dilaporkan, termasuk masalah sehari-hari. PTSD terdiagnosis apabila orang mengalami gejala PTSD yang sudah berlangsung lebih dari sebulan.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk PTSD (gangguan stres pascatrauma)?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, PTSD adalah salah satu jenis gangguan kecemasan yang bisa diatasi dan disembuhkan. Menurut Mayo Clinic, ada beberapa metode yang bisa Anda coba untuk mengatasi kondisi tersebut, di antaranya:

1. Terapi psikologi

Ada beberapa jenis terapi psikologi atau psikoterapi yang bisa dilakukan jika Anda ingin terbebas dari PTSD, di antaranya adalah:

Terapi kognitif

Salah satu jenis psikoterapi ini dilakukan dengan berbicara dengan ahli terapi untuk mengetahui pola pikir yang mungkin menjadi penyebab Anda terjebak dengan memori yang menimbulkan efek traumatis.

Exposure therapy

Terapi psikologi yang satu ini dapat membantu Anda menghadapi situasi dan ingatan yang selama ini menimbulkan efek trauma dengan cara yang aman dan tidak berbahaya. Hal ini membuat Anda bisa lebih efektif dalam mengelola hal-hal traumatis penyebab PTSD.

Terapi ini juga bisa dilakukan menggunakan program virtual reality yang membuat Anda kembali merasakan suasana atau kondisi penyebab timbulnya trauma, dan terus-menerus latihan menghadapinya.

2. Penggunaan obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan juga dapat membantu Anda mengatasi gejala PTSD dan membantu proses terapi. Di antaranya adalah:

  • Obat-obatan antidepresan.
  • Obat-obatan anti-kecemasan.
  • Prazosin, obat yang dianggap efektif untuk mengurangi mimpi buruk.

Pengobatan di rumah untuk PTSD

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin membantu mengatasi post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah:

  • Mengikuti rencana pengobatan dan bersabar.
  • Mempelajari PTSD agar bisa lebih memahami perasaan Anda, lalu bisa mempersiapkan strategi untuk merespons secara efektif. 
  • Cukup beristirahat, makan makanan sehat, berolahraga, dan meluangkan waktu untuk rileks.
  • Jangan menyalahgunakan alkohol atau narkoba yang memberikan lebih banyak lagi masalah dan mencegah kesembuhan yang sebenarnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tak ada yang mau punya pacar posesif yang membatasi segala gerak-gerik sehari-hari. Namun, bagaimana bila justru Anda yang posesif? Atasi dengan cara ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara melancarkan haid

Sederet Cara Melancarkan Jadwal Haid Agar Kembali Teratur

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit