Kenapa Kita Bisa Merasakan Saat Ada Sepasang Mata yang Sedang Mengawasi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda sedang berada di sebuah kafe atau taman. Tiba-tiba Anda bergidik dan merasa seolah-olah ada sepasang mata yang mengawasi gerak-gerik Anda. Anda bahkan bisa merasakan kira-kira dari mana arah pandangan tersebut. Entah di sisi kiri, kanan, dari belakang, atau bahkan di hadapan Anda. Anda pasti pernah merasa diawasi seperti ini, bukan?   

Kadang, sensasi ini bukan cuma perasaan saja. Ketika Anda menengok, ternyata benar. Memang ada seseorang yang sedang memandangi Anda dari jauh. Namun, bisa juga tidak ada siapa-siapa yang sedang melihat ke arah Anda.

Bagaimana bisa manusia merasakan ada sepasang mata yang sedang mengawasinya? Padahal Anda mungkin tidak sedang melihat ke arah tersebut. Nah, berikut ini penjelasan ilmiah dari para ahli mengapa Anda bisa merasa diawasi seseorang.

Mata Anda bisa merasakan berbagai hal tanpa disadari

Sebuah studi kasus dalam Journal of Cognitive Neuroscience tahun 2013 menguak bahwa orang yang mengalami gangguan penglihatan serius masih bisa merasakan saat dirinya diawasi.

Dalam studi kasus ini, para ahli meletakkan foto wajah orang di hadapan subjek penelitian yang tidak bisa melihat karena kebutaan kortikal. Ada foto orang yang menatap lurus ke depan, ada juga foto orang yang sedang melihat ke samping. Ketika dihadapkan dengan foto orang yang menatap ke depan, subjek penelitian tersebut tiba-tiba merasa terancam dan waspada. Munculnya perasaan awas ini dilihat dari hasil pindai otak subjek penelitian.

Ini berarti otak dan mata Anda begitu peka terhadap sinyal-sinyal visual di sekitar Anda. Mata manusia memang punya jangkauan pandangan yang sangat luas dan detail. Bahkan mata orang dengan kebutaan kortikal masih bisa menangkap tanda-tanda atau bayangan sosok orang dalam foto yang sedang melihat ke arahnya.

Apalagi mata orang sehat yang bisa melihat dengan jelas. Meskipun Anda tidak sedang melihat langsung ke arah orang yang memerhatikan Anda, mata dan otak Anda mampu mendeteksi pergerakan, tatapan, atau bayangan orang lain.

Manusia memang sangat peka terhadap pandangan orang lain

Mata telah menjadi salah satu alat komunikasi paling penting bagi kelangsungan hidup manusia. Bagi manusia, kontak mata sangat penting untuk menyampaikan informasi serta emosi secara efektif.

Itulah yang membedakan mata manusia dengan hewan lainnya. Semut, misalnya, tidak memerlukan kontak mata untuk berkomunikasi karena mereka punya sistem komunikasi khusus yang melibatkan sentuhan, suara, dan zat feromon (aroma tubuh).

Karena itu, manusia punya insting untuk “membaca” mata orang lain. Ada dorongan naluriah untuk mengetahui ke mana orang lain melihat, apakah ke arah Anda atau ke arah lain. Dengan memastikan apa yang sedang dipandang orang lain, Anda seolah jadi tahu apa yang sedang ia pikirkan atau rasakan.

Kepekaan terhadap mata manusia inilah yang membuat Anda secara tidak sadar selalu awas terhadap pandangan orang lain. Jadi ketika ada orang yang melirik ke arah Anda, Anda bisa langsung mendeteksi pergerakan bola matanya. Anda pun jadi was-was dan merasa seolah orang itu ingin berkomunikasi dengan Anda.

Bukan berarti perasaan Anda selalu benar

Merasa diawasi seseorang belum tentu artinya ada orang yang benar-benar sedang memerhatikan Anda. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Current Biology, ketika tidak bisa menebak ke mana mata seseorang mengarah, manusia langsung beranggapan kalau orang tersebut pasti sedang menatap dirinya.

Misalnya ketika ada orang yang pakai kacamata hitam. Anda tidak bisa melihat arah bola matanya sehingga Anda jadi merasa gelisah, seolah orang tersebut sedang memandang ke arah Anda. Apalagi ketika kepalanya mengarah ke tempat Anda. Padahal perasaan ini belum tentu benar.

Begitu juga kalau ada orang yang duduk di bus sejajar dengan barisan Anda. Alih-alih menatap ke depan, orang tersebut sedang menoleh ke samping. Anda pun langsung mengira kalau orang tersebut memandang Anda. Pada kenyataannya, ia sedang melihat ke luar, ke arah jendela di sebelah Anda.  

Karena merasa diperhatikan, Anda pun balik menoleh ke arahnya. Orang tersebut lantas merasa diawasi oleh Anda dan ikut refleks menengok ke arah Anda. Anda dan orang itu pun kemudian bertukar pandangan atau kontak mata selama beberapa detik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya mie instan

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit